Mata Celine terbelalak, ia hampir saja meragukan pendengarannya. Sampai akhirnya pria itu bergerak maju, memangkas jarak di antara mereka.
Jujur saja, Celine tidak tahu apa yang sedang berkecamuk di benak Jason. Namun kini ia semakin terpesona oleh wajah tampan Jason, lagi dan lagi.
Celine semakin terbuai oleh penguasaan yang dilakukan Jason terhadapnya. Dia tidak ingin Jason menghentikan apa yang sedang Jason lakukan.
Karena itulah, Celine biarkan saat Jason terus membelai-belai tangannya bahkan Celine juga biarkan saat Jason tiba-tiba berdiri dan mencondongkan tubuhnya ke arah Celine dengan wajah tertuju ke arah Celine.
Saat ini, wajah Jason sudah tepat berada di depan wajah Celine. Tubuh Jason yang jangkung itu, membuat tubuhnya bisa menjangkau Celine, walaupun ada sebuah meja yang menghalangi Celine dan Jason tapi wajah Jason tetap saja bisa sampai tepat berada di depan wajah Celine.
Kini Celine bahkan bisa merasakan embusan napas pria penuh pesona di depannya ini. Pria yang masih terus memegang tangan Celine sementara wajah pria ini, kini telah berada di depan wajah Celine.
Sedikit demi sedikit Celine memundurkan wajahnya ke belakang, karena walaupun Celine sangat menyukai berada dekat sekali dengan wajah pria tampan di depannya ini, tetapi sebagai wanita, dia merasa perlu untuk memundurkan wajahnya sedikit demi sedikit ke arah belakang.
Tapi tindakan Celine itu ternyata tidak diterima oleh Jason. Jason menarik lengan Celine hingga wajah Celine ikut-ikutan maju ke depan sehingga akhirnya bibir Celine dan bibir Jason langsung bertemu.
Hanya beberapa centi saja perbedaan di antara kedua bibir ini. Secara refleks Celine langsung menutup matanya. Gerakan mata Celine yang menutup itu, juga langsung diikuti Jason. Jason juga mulai menutup matanya dan—
CUP!
Bibir mereka pun langsung bertemu dan saling bertaut.
Celine bisa merasakan jika Jason langsung mengecup bibirnya dengan rakus. Pria itu tidak mau berhenti melumat bibirnya, dia terus mengecup bibir tipis milik Celline.
Kini pria itu menggeserkan tubuhnya ke samping agar supaya tubuhnya semakin mendekati tubuh Celine. Tangannya menuntun Celine supaya Celine berdiri bersamanya sehingga saat ini keduanya sudah sama-sama berdiri dengan bibir saling menempel.
Celine mulai kesulitan menyeimbangi permainan Jason saat pria itu mulai memainkan lidahnya di dalam mulut Celine.
Celine yang polos karena pertama dan terakhir kalinya ia merasakan nikmat adalah saat 5 tahun lalu, namun sekarang ia gelagapan saat ada sebuah lidah yang terus menari-nari mencari lidahnya tetapi lama-kelamaan Celine mulai menikmati rasa yang hadir lewat tarian-tarian lidah yang dilakukan oleh pria di depannya ini.
"Ini pelecehan!" yakin Celine, tapi ia cuma bisa berteriak dalam hati.
Celine cuma bisa protes di dalam sanubarinya tapi dia tidak melakukan protes di luar karena dia mulai menikmati apa yang ada, dia mulai menikmati pelukan hangat yang diberikan lelaki tampan di depannya ini.
Momen beberapa saat yang lalu saat Celine saling tatap dengan Jason membuat banyak perubahan besar pada diri Celine.
Wajah Jason seakan familiar bagi dirinya walaupun Celine lupa dia mengenal pria ini dari mana.
Celine merasa dia seperti pernah mengenal Jason tapi dia sudah membongkar-bongkar ingatannya tapi semuanya sia-sia dia tidak bisa menemukan memorinya tentang Jason ini.
Celine sama sekali tidak tahu kalau pria yang saat ini sedang mengecupnya dan sedang memeluknya adalah pria yang sama yang dulu pernah mengecupnya dan memberikan dia kenikmatan hingga akhirnya dia hamil dan mendapatkan seorang anak.
Karena itu, Celine sama sekali tidak mengenal Jason, Celine cuma merasa kalau Jason ini sangat familiar dengannya tapi dia tidak bisa mengingat di mana dia bertemu dengan Jason.
Karena itu, saat Jason mulai memegangnya dan mengecupnya, Celine biarkan aksi Jason itu karena Celine juga menyukainya.
Ada hasrat meletup-letup di d**a Celine yang menginginkan Jason sehingga membiarkan Jason berkreasi di tubuhnya.
Celine masih biarkan saat tangan Jason mulai menyusuri tubuhnya mulai menyusuri buah dadanya bahkan mulai meremas buah dadanya.
Celine cuma bisa melakukan serangan kecil saat tangan Jason mulai menyentuh butir merah muda yang menjadi pusat buah dadanya.
Kedua kaki Celine menutup karena merasakan rasa yang asing tapi nikmat di sekujur tubuhnya saat telunjuk Jason yang sangat memanjakan puncak buah d**a Celine dan membuat Celine tidak ingin sentuhan-sentuhan yang dilakukan Jason ini berakhir dengan cepat.
“Kau harus puaskan aku sekarang juga jika kau ingin diterima di perusahaan ini,” bisik Jason di telinga Celine sambil wajahnya mulai menjelajahi tubuh Celine.
Wajah Celine terdongak ke atas. Ada desahan kecil yang keluar dari bibirnya. Biji matanya tidak terlihat lagi, hanya ada warna putih yang terlihat saat matanya terbuka sedikit.
Dia benar-benar menikmati apa yang dilakukan Jason di tubuhnya ini.
Mata Celine terpejam saat dia semakin meresapi apa yang dilakukan Jason kepadanya ini, setiap sentuhan ujung jari dan sentuhan lidah yang saat ini sedang dilakukan Jason kepadanya.
Sementara itu, bibir Jason mulai menyusuri gundukan yang menggairahkan itu dan dia tidak mau berhenti, dia ingin menguasai gundukan itu.
Celine ingin lebih. Karena itu, dia kembali mencari bibir Jason dan mengecupnya dengan penuh nafsu sementara tangannya membelai tubuh Jason dengan penuh minat.
"Ah ... aku ingin kamu," desah Celine di telinga Jason. Celine sudah terbawa rasa. Dia tidak mau berhenti. Dia ingin merasakan lebih lagi, lebih dari yang sudah terjadi ini.
Keduanya kembali menyatu mengulang kejadian 5 tahun silam yang merubah hidup mereka.
Celine merasa bagai ada sesuatu yang keluar dari dalam dirinya, sesuatu yang tidak bisa dia kendalikan.
Sesuatu itu adalah sisi liarnya dan Jason harus bertanggungjawab karena telah membuka sisi liarnya itu.
Jason yang semakin terpancing, kini dia mengangkat tubuh Celine untuk dibawanya bersandar di tembok.
Setelah itu, Jason mengabulkan apa yang diinginkan Celine, yang juga merupakan sesuatu yang dia amat sangat inginkan saat ini.
Tangan Jason mulai menyusup ke dalam rok yang dikenakan Celine, tangan Jason menyusup lewat bawah untuk mencoba membuka segitiga bermuda milik Celine.
Celine tahu harusnya ia menangkis tangan itu, namun tubuhnya justru merespon lain saat digerayangi tangan kekar Jason.
Suara erangan pun mulai terdengar dari mulut keduanya. Belum sempat mencapai puncak, adegan panas yang mereka lalui harus terhenti saat suara ketukan pintu terdengar.
Keduanya dengan buru-buru kembali ke posisi semula dan merapikan pakaiannya.
Setelah Jason memberi arahan untuk masuk, salah satu staff HRD masuk dan menanyakan proses wawancara kandidat berikutnya.
Alih-alih menjawab, pandangan Jason kini tertuju ke Celine. “Kau diterima. Sekarang pulanglah dan kembali lagi besok untuk mulai bekerja,” tutur Jason dengan nada datar.
“Te-terima kasih. Kalau begitu saya pamit,” ucap Celine seraya menundukkan pandangannya dan bergegas menuju pintu keluar.
Sementara itu, Jason hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Setelah tanda tangan kontrak dengan Graham Sekuritas Indonesia, Celine pun keluar dari ruangan HRD. Celine menundukkan kepalanya dalam-dalam karena tidak berani menatap pria tampan bernama Jason yang sekarang resmi menjadi bos barunya itu.
Selepas kepergian Celine, Jason meminta kepala HRD untuk menghentikan sesi wawancara selanjutnya.
Kini hanya tersisa Jason di dalam ruangan tersebut. Sudut bibir kirinya naik ke atas, Jason sama sekali tidak menyangka akan menemukan wajah wanita yang selama lima tahun dia cari ada di salah satu berkas data pelamar.
"I found you!" Seringai kemenangan terbit di wajah Jason. Dadanya berdesir saat dia kembali bisa melihat foto gadis yang dia cari selama ini. Gadis yang dia juluki "malam pertama paling berkesan" karena gadis ini berhasil membuat hatinya bergoncang keras.
Sejak peristiwa 5 tahun yang lalu itu, Jason tidak pernah bertemu lagi dengan Celine. Meskipun ia telah meninggalkan catatan agar wanita itu menunggunya, namun selepas Jason kembali ke hotel, ia tak menemukan siapa pun kecuali housekeeper yangs sedang membersihkan kamar itu.
Selama 5 tahun, Jason tidak bisa melupakan Celine. Pengalaman satu malam bersama Celine itu membuat perubahan besar di hidup Jason. Nyaris tidak ada satu malam pun yang dilewatinya tanpa memikirkan Celine.
Di sisi lain, Celine sedang menyalahkan dirinya karena dia merasa aksinya bersama Jason, bosnya sendiri, pria yang tidak dikenal Celine, sudah kelewatan sehingga akhirnya membuat adegan panas terjadi antara dirinya dengan Jason.
Selama perjalanan pulang, Celine tak berhenti memukul-mukul keningnya. "Huft, kenapa aku jadi seperti ini? Aku harus bisa keluar dari pesona bos tampan itu. Kenapa aku merasa seperti wanita bayaran yang selalu melayani om-o*******g. Lihat saja tadi, dengan mudahnya aku membiarkan dia menjamah tubuhku," batin Celine sambil menghela napas berkali-kali.
Celine merasa tidak berlaku seperti dirinya yang biasanya, yang alim dan menjaga kesopanan. Karena itu, Celine merasa sangat malu saat besok harus berada satu tim dengan Jason.
Kenapa juga pria itu justru menerimanya? Apa dia memiliki niat terselubung?
Tapi, bagaimanapun juga, Celine membutuhkan pekerjaan ini. Demi masa depan anaknya, demi uang sekolah anaknya, demi makanan enak untuk anaknya dan uang untuk ibunya, maka Celine terpaksa harus kembali ke kantor besok dan bertemu dengan Jason lagi.
Celine mengacak-acak rambutnya, “Argh! Setelah adegan panas tadi, apa aku sanggup bertemu dengannya setiap hari?”