Celine pulang ke rumahnya dengan membawa kabar gembira kalau dia akan bekerja di sebuah kantor besar, akan mendapatkan gaji cukup bagus dengan bonus tidak terbatas yang bisa sangat besar, jauh melebihi gaji yang akan diterimanya.
Karena begitulah sistem di Graham Sekuritas Indonesia, gaji untuk pegawai tidak terlalu besar tapi mereka akan mendapat bonus yang besar yang bahkan bisa berkali-kali lipat dari gaji yang akan diterima Celine kalau timnya mampu mendatangkan keuntungan bagi klien timnya.
Bryan dan Rara jadi sangat senang dengan kabar yang dibawa oleh Celine ini karena sekian lama hidup mereka hanya mengandalkan warung yang pembelinya setiap hari semakin sedikit itu.
Dengan diterimanya Celine di Graham Sekuritas, diharapkan akan membuat hidup mereka bertiga lebih baik dan terjamin.
***
Besoknya, begitu Celine masuk ke kantor barunya ini, dia langsung melapor ke bagian HRD.
Bagian HRD langsung meminta Celine untuk menuju ke ruangan timnya Celine.
Celine langsung mencari ruangan barunya ini, berbekal petunjuk salah seorang pegawai di bagian HRD.
Akhirnya setelah mencari beberapa saat, dari jauh Celine sudah melihat ruangan tim G4. Ternyata nama G4 ini adalah nama kode untuk timnya Celine.
Semakin dekat Celine dengan ruangan kantornya, jantung Celine berdegup kencang karena sebentar lagi dia akan kembali bertemu dengan pria tampan yang kemarin sempat beradu bibir dengannya itu.
Celine agak malu karena dia merasa kemarin tidak bisa mengendalikan nafsunya dengan baik.
"Dia pasti berpikir kalau aku adalah cewek agresif yang sering berhubungan intim dengan pria, padahal kemarin itu, aku cuma terbawa perasaan dan berakhir seperti itu," batin Celine sambil menghentikan langkahnya.
Celine berusaha mengatur irama jantungnya yang semakin berdetak cepat karena dia akan segera masuk ke ruangan tempat dia akan bekerja dan bertemu dengan Jason.
"Tapi, para Bos kan biasanya datangnya telat, jadi, pasti dia belum datang." Setelah berpikir seperti itu, Celine langsung bergerak cepat untuk masuk ke dalam ruangannya, dia takut kalau dia terus-terusan di luar dia malah akan bertemu dengan Jason yang baru saja akan menuju ke ruangan tim G4.
Tapi yang tidak diketahui oleh Celine adalah, ternyata 10 menit sebelumnya, teman satu tim Celine sudah datang duluan dan sudah diperintahkan oleh Jason untuk memperkenalkan diri ke bagian IT, guna menjalin kerjasama dengan tim IT, karena sebagai tim baru, maka anggota tim Celine ini harus memperkenalkan diri kepada tim IT untuk mendaftaran diri sebagai anggota baru.
Karena itu, waktu Celine masuk ke dalam ruangan timnya ini, Celine begitu kaget karena dia tidak menemukan teman setimnya dan yang ada di dalam ruangan saat ini hanyalah Jason seorang.
Celine dan Jason saling tatap. Secara bersamaan keduanya kembali teringat akan peristiwa adu bibir mereka berdua kemarin.
Celine langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam dan berusaha berjalan ke arah tempat duduk sesaat setelah matanya bertatapan dengan Jason. "Selamat pagi, Pak."
"Kamu terlambat. Teman-teman kamu baru saja pergi ke ruang IT untuk berkenalan dengan anggota tim IT perusahaan ini supaya mereka bisa mendaftarkan keanggotaan mereka kepada tim IT guna mendapatkan info-info penting tentang perusahaan-perusahaan yang melantai di pasar saham."
Wajah Celine langsung berubah. Dia yang sebelumnya berpikir kalau dia datang duluan dari yang lainnya, ternyata malah yang datang belakangan, karena teman-temannya sudah datang duluan dan bahkan sudah pergi ke ruang IT.
Karena itu, Celine langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam dan berkata, "Maafkan aku karena terlambat. Kalau begitu, aku akan segera mencari ruang IT itu," kata Celine sambil bergegas menuju ke pintu keluar.
"Aku tidak menyuruh kamu ke sana. Tutup pintunya!" tegas Jason.
Celine yang posisinya saat ini sudah berada di dekat pintu, terpaksa menutup pintu ruangan timnya ini tanpa membalikkan tubuhnya ke arah belakang karena dia mendengar langkah kaki Jason yang semakin mendekatinya.
"Apa kamu tidak ingin melakukan hal seperti kemarin?" pancing Jason.
Suara napasnya bahkan terdengar di leher belakang Celine. Celine semakin menundukkan kepalanya tetapi dia tidak membalikkan tubuhnya. "Maafkan aku, Pak. Yang kemarin itu adalah murni kesalahanku karena tidak mampu mengendalikan diri, karena itulah aku ... aku berbuat lancang seperti itu. Maafkan aku, Pak. Aku berjanji aku tidak akan melakukan hal itu lagi."
"Kenapa begitu?" selidik Jason.
"Maksud, Bapak?" Sejujurnya Celine memang tidak paham apa mau bosnya ini.
"Kenapa kamu tidak ingin melakukan hal itu lagi kepadaku? Apakah mulutku bau?"
"Ti-tidak, Pak. Tentu saja tidak," jawab Celine seraya menjauhkan tubuhnya dari Jason.
"Apakah wajahku kurang ganteng?" Kini pertanyaan retoris dilontarkan Jason sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Tidak." Celine menggelengkan kepalanya.
"Lalu kenapa kamu tidak mau melakukannya lagi?" bisik Jason dengan posisi tubuhnya yang menempel di belakang tubuh Celine sehingga membuat Celine gemetaran.
"Karena itu perbuatan tidak pantas, Pak. Aku melakukan kesalahan kemarin. Karena itu, aku berjanji untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi. Please, jangan marah kepadaku, Pak."
"Hmmm, bukankah kamu biasa melakukan hal itu?"
"Tidak, Pak. Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya."
"Tidak pernah? Masa, sih?" tuduh Jason karena yang Jason tahu, Celine ini adalah wanita bayaran di kelab malam, sesuai dengan apa yang Tony pernah ceritakan padanya.
Jason pikir, sesuatu seperti yang kemarin itu adalah hal biasa bagi Celine.
Sementara itu pertanyaan bernada tuduhan dari Jason ini, ditanggapi oleh Celine, masih dengan pikiran polosnya.
"Aku benar-benar tidak pernah melakukan hal itu. Kemarin aku spontan. Lagian, aku sudah mempunyai anak. Yah meskipun aku tidak pernah punya suami bahkan aku tidak pernah memiliki pacar," lanjut Celine.
"Aku tidak percaya kata-katamu ini. Lalu bagaimana kamu mendapatkan anak kalau kamu tidak pernah mempunyai pacar, hah?"
"Ceritanya rumit, Pak."
Mendengar jawaban Celine ini, ekspresi wajah Jason tetap menyiratkan ketidakpercayaan. Sudut bibir kirinya terangkat sebelah, persis seperti sedang memandang Celine sebelah mata.
"Aku akan sangat menghargai sekali kalau bapak tidak memaksaku untuk menceritakan cerita itu," lanjut Celine lagi.
"Baiklah, terserah kamu saja."
"Terima kasih, Pak. Kalau begitu aku pergi dulu."
"Oke pergilah."
"Aku permisi." Celine berusaha membuka pintu tapi karena tubuhnya berada di pintu dengan tubuh Jason menghimpit tubuhnya, maka untuk membuka pintu ini, Celine harus berusaha mendorong tubuh Jason dengan tubuhnya.
Apa yang dilakukan Celine ini kembali disalahartikan oleh Jason. Gerakan dari Celine yang mendorong tubuhnya membuat Jason menganggap kalau ini adalah isyarat dari Celine seperti kecupan Celine kemarin.
Karena itu, setelah Jason sempat membiarkan tubuhnya terdorong ke belakang saat Celine berusaha membuka pintu, Jason justru kembali mencondongkan tubuhnya ke depan, meraih pinggang Celine dan memutar posisinya hingga bibir mereka kembali beradu.