Pagi ini Naya sudah siap untuk berangkat kerja ia pun sudah berpamitan kepada Dona jika dirinya akan berangkat kerja.
Sesampai nya di halte bus ia pun duduk sambil menunggu bus datang " Cayo Naya, Awali pagi mu dengan yang Positif agar hari-hari mu lancar " ucap Naya kepada diri sendiri. tak lama kemudian bus pun datang ia pun segera menaiki nya, tak butuh waktu lama untuk ke perusahaan cukup 20 menit aja untuk sampai di perusahaan.
Sesampainya tempat kerja Naya pun menghampiri Engel dan berkenalan dengan Engel, namun bukan sapaan balik yang di dapat oleh Naya, Engel malah memalingkan tatapannya ke arah lain " Sabar Naya " batin Naya sambil mengelus d**a, Naya duduk di kursi di sebelah Engel
Naya memulai aktivitas nya ia pun tidak segan untuk bertanya kepada Engel, ya walaupun jawaban Engel agak gimana gitu tapi itu tidak membuat Kania putus asa Naya terus bertanya karena Jika tidak bertanya sesat di jalan hehehe..
Naya sibuk dengan aktivitas nya namun Naya heran kenapa Orang-orang pada lari ke arah pintu lobby bahkan Engel pun ikut berdiri " Apa kamu akan duduk di sana terus, cepat kemari " ucap Engel dengan nada judes kepada Naya
Naya langsung mengikuti Engel, Naya berdiri di samping Engel, tak lama kemudian CEO mereka pun datang dan berjalan dengan gagah ke arah Lift namun ia menghentikan langkahnya di dekat resepsionis ada wanita yang tidak pernah ia lihat sebelumnya lalu ia melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam Lift
Engel sudah senyum-senyum sendiri karena Tuan nya tadi menatapnya
" Mbak Engel, yang tadi siapa? Tampan ya seperti pria bule hehehe.. " Ucap Naya dengan polosnya
Engel melirik ke arah Naya yang masih mengagumi bos nya itu " Jangan macam_macam kamu, Kerja yang benar " Ucap Engel ketus
Naya yang masih mengagumi Pria tampan itu, sontak ia berubah ekspresi karena dapat ancaman dari Engel " Ia mba, Maaf " jawab Naya lesu " Padahal Kan apa salahnya jika melihat pria tampan, siapa tau saja itu bisa jadi vitamin untukku agar semakin bersemangat untuk bekerja " Gumam hati Naya yang kembali melakukan aktivitas nya
Sedangkan di ruangan CEO Wiliam masih memikirkan wanita yang terlihat asing namun terlihat indah ketika sedang tersenyum, Karena tidak ingin mati penasaran Tuan Wiliam pun menghubungi Asisten pribadinya
" Daniel masuk kedalam ruanganku " Tuan Wiliam langsung mematikan sambungan telepon nya
Tidak butuh waktu lama Daniel pun langsung datang ke ruangan Tuan nya itu " Ada apa tuan.? " Tanya Daniel yang sudah berdiri di depan meja kebesaran milik Wiliam
" Apa saja jadwal Saya hari ini? " Tanya Tuan Wiliam
" Hari ini Tuan ada meeting dengan perusahaan Pertama dan setelah itu anda ada jadwal Makan siang dengan Perusahaan S, setelah itu jadwal anda kosong Tuan" Jawab Daniel
" Hem " Ucap Daniel sambil memeriksa berkas_berkas " Oh iya, Tolong kamu cari data wanita yang berdiri di samping wanita jelek yang di bawah tadi " titah Wiliam
" Baik Tuan " Daniel pun langsung keluar dari ruangan bos nya " Tumben si Tuan minta data resepsionis " Batin Daniel bingung karena tidak biasanya Tuan nya itu ingin tau tentang wanita.
Tak lama kemudian Daniel masuk ke ruangan Wiliam, ia pun memberikan data resepsionis " Nama nya Nona Arabella, Tuan. Nona Naya baru masuk bekerja hari ini "
" Hm.. " ucap Wiliam setelah membaca data milik Naya, padahal di situ ada beberapa data resepsionis namun Tuan Wiliam lebih tertarik ke data milik Naya.
" Cantik"
" Apa Tuan.? " Tanya Daniel polos
" Tidak " Elak Wiliam " Disni dia lulusan sekertaris tapi kenapa dia jadi resepsionis.? " Tanya Wiliam
" Oh itu, kebetulan kemarin di perusahaan kita hanya ada lowongan menjadi resepsionis Tuan " jawab Daniel seolah ia tau siapa yang sedang di bicarakan
" Coba kamu tes ulang dia, kalo hasil nya bagus pindahkan dia menjadi sekertaris pribadi saya " Perintah Tuan Wiliam yang masih memandangi foto cantik milik Naya.
" Baik Tuan " Daniek pun keluar dari ruangan Tuan Wiliam dan ia pun melaksanakan tugas nya
" Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku " Batin Wiliam yang masih memandangi Foto Naya
Sedangkan di resepsionis Engel mengangkat telpon dari Daniel, Daniel menyuruh Naya untuk datang keruangan nya " Naya di panggil tuh sama Tuan Daniel keruangan nya " ucap Engel judes, selama Engel bekerja di sini Engel tidak pernah mendapatkan panggilan dari atasannya jangankan dari Tuan Wiliam dari Tuan Daniel pun tidak pernah
" Ada apa? ko aku di panggil sama Tuan Daniel? " Tanya Naya bingung " Apa aku melakukan kesalahan ya? " di otak Naya saat ini di penuhi dengan pertanyaan masa ia di hari pertama ia bekerja sudah di panggil dan akan di pecat pikirnya.
" Tanyain saja sendiri " Jawab Engel ketus
Naya langsung masuk kedalam Lift ia masih berfikir mencari kesalahan apa yang sudah ia buat " Ya Ampun kenapa jantungku dag Dig dug seperti ini, dan ada apa ya ko aku sampai di panggil segala " Gumam Naya yang memainkan jari-jarinya
Ting...
Lift terbuka di lantai paling atas, di sana hanya ada dua ruangan, yang satu Ruangan CEO dan yang satu Ruangan Asisten.
Naya berjalan kearah ruangan Asisten, sebelum ia mengetuk pintu Naya lagi-lagi kumat Kamit tidak jelas di dalam hatinya karena ia takut di pecat
" Ya tuhan lindungilah aku, dan jangan sampai aku di pecat karena aku sudah tidak memiliki uang lagi untuk melanjutkan hidup " Gumam Naya
Dengan gelisah Naya mencoba mengetuk pintu Ruangan Asisten
Tok..
tok..
tok...
" Masuk "
Naya pun masuk kedalam ruangan Daniel " ya ampun tampan sekali " Gumam Naya yang tidak bisa berkedip ketika melihat wajah tampan yang ada di hadapannya
" Nona Naya " Panggil Daniel
" Eh iya Tuan " Naya langsung tersadar dari lamunannya
" Silahkan duduk " Pinta Daniel
Naya langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan " Maaf Tuan, Kalo boleh tau kesalahan apa yang sudah saya perbuat membuat Tuan memanggil saya ke sini? " Tanya Naya memberanikan diri untuk bertanya
Daniel tersenyum " Nona tidak memiliki kesalahan. "
" Jika saya tidak ada kesalahan kenapa saya di panggil ke sini? " Tanya Naya
" Saya... "