Desas desus perpindahan Naya pun menjadi gunjingan, Ada yang bilang kalo Naya di panggil ke kantor Daniel itu untuk merayu Daniel biar bisa naik jabatan, dan ada yang bilang kalo Naya telah tidur dengan Tuan nya, Pasal nya Naya baru bekerja sehari mana mungkin ia langsung naik jabatan menjadi sekertaris Tuan Wiliam, Selentingan pun terus di dengar oleh Dona yang sedang bekerja sip siang itu " Apa Naya naik jabatan.? ko dia enggak cerita " batin Dona heran " Pulang kerja harus di interogasi nih "
iya Naya saat ini sudah di angkat menjadi Sekertaris Tuan Wiliam, bukan tanpa alasan Naya di angkat tapi karena Naya memiliki kemampuan untuk menjadi Sekertaris, apa lagi Naya adalah salah satu mahasiswa yang berprestasi Nilainya pun cukup baik makanya Naya di jadikan sekertaris sesuai dengan gelar yang ia punya.
Naya belum menyadari jika dirinya telah menjadi pusat pembicaraan orang lain karena sedari Pagi Naya tidak turun ke bawah.
Sedangkan yang di gosip kan sedang menikmati makan siang nya dengan Tuan Wiliam " Wah ini nikmat sekali makanan nya kalo gak habis mubazijir nih " Gumam Naya dalam hati melirik makanan yang enak-enak
" Kenapa Apa makanannya tidak enak.? " tanya Tuan Wiliam yang melihat Naya diam saja
" Enggak, enggak kok, ini sangat nikmat, sampai_sampai aku tidak ingin menyisihkan sedikitpun " jawab Naya jujur dengan mulut penuh makanan
Tuan Wiliam memandangi Naya yang sedang makan lahap ia baru menemukan wanita yang tidak ada jaim_jaim nya d depan dirinya, Selama ini wanita yang selalu mendekatinya selalu bertingkah jaim dan so manis " Makan lah yang banyak, kalo kurang kamu bisa memesan nya lagi " Kata Tuan Wiliam
" Benarkan itu.? Wah berarti aku bisa membungkus nya dong buat di kontrakan " Canda Naya dengan senyum manisnya
Tuan Wiliam mengerutkan kedua alis nya " Bercanda tuan " ucap Naya
" Kalo kamu mau, kamu pesan lagi saja, nanti saya potong dari gajih kamu " Balas Tuan Wiliam melirik ke arah Naya
Naya menghentikan kunyahannya, ia pikir gratis tapi taunya malah potong gajih " Wah Tuan tega kalo gitu, mending gak usah deh kalo harus di potong dari uang gajih, Mending aku makan mie instan buat makan malam dari pada aku harus kehilangan separuh gajih " Jawab Naya sambil menelan air putih
" Wanita macam apa dia ini, sampai_sampai rela makan mie instan untuk makan malam dari pada di potong gajih emang gajih dia tidak cukup untuk membeli makan lebih layak dari pada mie instan " Batin Tuan Wiliam sambil menggelengkan kepala nya " Apa selama ini dia selalu makan mie instan? Apa semiskin itu hidupnya sampai-sampai hanya mampu makan mie instan " Gumam Batin Tuan Wiliam
" Lanjutkan lah makan mu jangan banyak bicara, nanti kalo sudah dingin tidak enak lagi " Tegur Tuan Wiliam
" Tapi anda tidak akan memotong gajih saya kan Tuan? " Tanya Naya dengan lekat
" Apa kau pikir perusahaan ini sangat miskin sampai-sampai harus memotong gaji mu yang tidak seberapa itu " Tegur Tuan Wiliam
" Hehehe... Iya juga sih ya, tidak mungkin perusahaan sebesar dan setinggi ini akan memakan gajih kecil dari saya " Balas Naya yang langsung melanjutkan makan makanannya.
Setelah makan siang selesai Naya pun melanjutkan Pekerjaan nya, ia mulai menyelesaikan tugas-tugas yang di berikan oleh Daniel
Sedangkan Dona sedang beristirahat setelah melakukan pekerjaan nya, ia pun mengirim pesan kepada Naya
Dona : Naya jelaskan kenapa kamu bisa jadi asistennya Tuan Wiliam? Sesampai di kontrakan kamu harus menjelaskan semua nya Naya
" Apa dia sedang sibuk makanya tidak membalas pesan ku.? " Batin Dona
Ya jelas saja Naya tidak membalas pesan nya Dona orang dia sedang berada di ruangan Tuan Wiliam, Ia sedang di interogasi oleh Tuan Wiliam karena tadi Naya ketauan mengganggu Daniel
" Ma'af tuan , Tadi saya tidak berani bertanya kepada Tuan makanya saya menanyakan nya kepada Tuan Daniel " Ujar Naya sambil menundukkan kepalanya
" Kalo ngomong itu liat ke lawan bicara, bukan liat ke ubin" Tegur Tuan Wiliam
Naya pun memberanikan diri melihat Tuan Wiliam yang sedang duduk di kursi kebesaran nya " Tampan sekali anda, Andai saja jika anda menjadi jodohku mungkin aku akan sangat bahagia dan bersyukur sekali, sudah kaya tampan, mapan lagi " Gumam Hati Naya
Tuan Wiliam menatap Naya dengan tatapan yang dingin " Mulai saat ini jika ada yang tidak di mengerti tanya langsung sama saya tidak usah mengganggu Daniel, Dan satu lagi Daniel itu bukan atasan kamu jadi berhenti lah memanggil nya Tuan, Karena Tuan kamu di sini hanya saya " ucap tegas Tuan Wiliam
" is apa sih ini mau nya, mana ada yang berani menanyakan ke dia, orang dia galak seperti itu " batin Naya
" Maaf Tuan, saya janji tidak akan mengulangi nya lagi "
"Aku tidak akan membiarkan Daniel mengambil kesempatan untuk bisa dekat dengan Naya " batin Tuan Wiliam
" Tuan jika tidak ada lagi yang ingin anda bicarakan saya mau ijin permisi karena kerjaan saya masih banyak dan harus beres hari ini juga " Ucap Naya
" Hm.. " Jawab Tuan Wiliam
Naya pun langsung balik ke meja kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum usai " Ya ampun aku mimpi apa bisa kerja dengan Bos dingin dan galak seperti beliau, Aku pikir orang tampan itu akan sangat ramah dan juga murah senyum tapi nyatanya malah sebaliknya jangankan ramah yang ada aku bisa masuk angin gara-garanya " Gumam Naya yang Melihat Tuan Wiliam lewat Kaca ruangan.
" Nona Naya, ini ada berkas yang harus anda Foto kopi dan nanti tolong bawa ke ruang meeting " Kata Tuan Daniel
" Baik Tu.. eh Daniel " Ucap Naya Canggung
Daniel mengerutkan keningnya ada apa dengan Naya pikirnya tiba-tiba saja memanggil dirinya dengan sebutan Daniel bukan seperti tadi Tuan Daniel namun Daniel langsung melirik Boss nya yang sedang memperhatikan mereka lalu ia tersenyum " Yasudah kamu kerjakanlah kerjaan kamu dan ingat jangan lupa untuk di Kofi berkas ini " Ucap Daniel yang langsung meninggalkan meja kerja Naya
" Baik Daniel " Jawab Naya yang langsung melakukan tugas nya untuk meng Kofi berkas yang di berikan oleh Daniel.