Malam semakin larut, angin semakin berembus dan menghasilkan embun. Di sekitar Lembah Rhein yang angker, kabut tebal mengelilinginya. Dan di sekeliling Kastil berjejeran Manusia Serigala sesuai kelompok mereka masing-masing. Mereka saling mewaspadai pergerakan dan menunggu instruksi dari pemimpin mereka masing-masing. Apabila kabar kesepakatan yang mereka bicarakan tentang pertarungan pada detik itu juga, maka pertarungan akan mereka lakukan. Apabila hasil kesepakatan itu tentang kedamaian maka mereka tidak akan berani mengganggu dan menyentuh apa pun terkecuali ada perintah baru dari Pemimpin mereka.
Tidak ada suara kebisingan hewan buas di sekitar Lembah selain suara para pasukan Omega yang berjaga-jaga. Mereka memang diperintahkan untuk berjaga di luar Kastil tempat pertemuan Pemimpin mereka membicarakan perjanjian lama dan baru. Dimana hasil yang akan di sepakati harus seimbang tanpa memberatkan satu kelompok apa pun.
Tidak ada yang lebih penurut dari pada kelompok serigala selain kalangan Omega. Karena dasarnya, apa pun yang diperintahkan Pemimpinnya, mereka pasti akan mempertaruhkannya dengan nyawa mereka sendiri. Meski pun gelombang bencana besar yang datang.
Sekitar dua ratus tahun yang lalu, di kepemimpinan generasi keempat Alpha Tanah Timur bernama Tukugawa, ia pernah mengundang tiga Pemimpin wilayah dari Barat, Utara dan Selatan untuk membahas perdamaian antar Manusia Serigala di seluruh penjuru dunia.
Sebab pada masa itu, meskipun Manusia Serigala bertempat tinggal di negara yang masuk dalam ke empat wilayah, tetapi sering terjadi perselisihan, pertentangan hingga mengakibatkan pertarungan antar Manusia Serigala. Dan yang paling banyak melakukan pertarungan antar sesama Manusia Serigala adalah di negara yang masuk dalam kelompok Udara Utara.
Kala itu, Manusia Serigala dari negara Jerman di pimpin oleh Brendan generasi ke enam. Brenden meyakini adanya hukum seleksi alam atau hukum rimba, yang kuat memaksakan kehendaknya itu adalah hukum alam. Obsesi Brenden adalah keunggulan pihak yang paling kuat. Ia mengatakan bahwa Dia Seorang yang kuat, dia dapat menyelesaikan krisis ekonomi di puncak sebuah kelompok dinamis yang berjanji menghancurkan musuh dalam negeri Jerman dan membangun kembali negara Jerman dalam persatuan nasional.
Patut di akui bahwa Brenden memerintahkan secara diktator dan otoriter karena ia menginstruksikan kepada seluruh Manusia Serigala di negara yang masuk dalam wilayahnya untuk bekerja sesuai naluri kebuasan mereka. Narasi-narasi politik ia kemukakan untuk mendoktrin semua Manusia Serigala agar bertarung atau melakukan pertikaian sesama mereka.
Setiap hari sangat pasti banyak korban berjatuhan, karena baginya Manusia Serigala memang seharusnya saling bertarung demi keberlangsungan generasi ideal di masa mendatang. Seakan Brenden memang menyukai keributan, setiap kali ia dengar kedamaian terjadi di dalam wilayah kepemimpinannya, maka ia kerahkan Omega untuk datang ke daerah tersebut untuk memprovokasinya.
Bagi Brenden kedamaian tidak memiliki tempat di dunia tetapi itu hanya terjadi di surga. Kurun waktu lima puluh tahun Brenden memimpin secara otoriter, berita tentang kekejaman kepemimpinannya pun mendapat perhatian dari Pemimpin wilayah lain, terutama Pemimpin dari Jepang, yaitu Takugawa.
Awalnya Takugawa mengirimkan pesan berupa tulisan kepada Brenden untuk menghentikan kepemimpinan kejamnya, namun ia menghiraukannya. Baru Takugawa mengirim tiga utusan Omega dengan pesan hal yang sama namun dengan tambahan ancaman. Bahwa ketika Brenden masih melakukan kekejaman maka kelompok Tanah Timur akan memerangi kelompok mereka.
Setahun setelah Tukugawa mengirim utusan, Brenden berulah lagi dan melakukan tindak k*******n yang lebih besar, maka akhirnya Tukugawa mengundang seluruh Pemimpin semua wilayah untuk membicarakan perdamaian untuk semua kalangan Manusia Serigala di seluruh daratan dunia.
Demi pembahasan besar itu nanti, Tukugawa memerintahkan langsung tiga omega yang menurutnya paling tangguh daripada lainnya. Selain itu, ketiga omega yang ia pilih mampu melakukan pengintaian senyap di edan tempur Mana pun.
Ketiga omega Itu selalu diperintahkan mengawasi tiga kawasan yaitu darat, laut dan udara. Dan tanpa banyak bicara, ketiganya langsung menuju kawasan yang telah ditetapkan Tukugawa . Dan ada satu pesan penting dari Tukugawa kepada mereka yaitu “Jika terjadi apa-apa segera laporkan melalui kemampuan yang kalian punya. Dan jangan menghadap kepadaku ketika kalian gagal.” “Baik tuan,” Sahut mereka bertiga.
Tukugawa telah lupa, sekarang adalah zaman Edo, meskipun Jepang memiliki Kaisar, tetapi kepemimpinannya cenderung diatur oleh Syogun.
Pasalnya, syogun yang berdiri di atas nilai-nilai bushido (kode etik samurai) sudah pasti menolak bangsa asing. Mereka menganggap bahwa keberadaan bangsa asing hanya akan merusak dan menjajah Jepang.
Hingga datang rombongan ke tiga wilayah dari barat, Utara dan selatan melalui jalur laut, dan akan berlabuh dipantai Utara Jepang pada jam empat pagi.
Tak disangka ke Syogunan yang dipimpin oleh Yoshinobu mengetahui kedatangan tamu Tukugawa dan langsung mengarahkan sebagian besar samurai – samurai hebat dan pasukan militer Jepang untuk menenggelamkan kapal mereka sebelum fajar tiba.
Pertarungan Akhirnya terjadi antara bangsa manusia dan bangsa manusia serigala di atas kapal, dan menewaskan 30 manusia Serigala dari seluruh wilayah yang akan berlabuh di pantai Jepang.
Mengetahui kecelakaan s**l itu omega yang ditugaskan Tukugawa di jalur laut sangat menyesali dan takut karena telah gagal mengamankan tamu pemimpinnya dan membuat nama kelompok tanah Timur tercoreng hingga ke seluruh penjuru dunia. Dengan isu kelompok tanah Timur telah melakukan pengkhianatan dan kelicikan yang membuat semua wilayah sangat membenci kelompok mereka.
Setelah enam bulan selepas kejadian itu, mayat omega tersebut ditemukan tergeletak dengan samurai yang tertancap tepat di jantungnya. Ia tertimbun daun-daun gugur di tengah hutan dengan menggenggam satu surat bertulis “Maafkan aku tuhan.”
Seketika bulan tertutup awan gelap dan tebal, lalu awan mendung menurunkan hujan deras serta memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Disusul guruh dengan suara menggelegar.
Kepatuhan para omega pada perintah pemimpin mereka mengalahkan kepatuhan mereka pada dewa kematian. Mereka tidak bergerak untuk berlindung sedikit pun dari tetesan hujan hanya karena mereka ditugaskan untuk berjaga di sekitar Kastil.
Di dalam Kastil Reichenstein, setelah George meminta kepada semua Alpha untuk menghadirkan anak mereka hanya dari Alpha Utara yang tidak terlihat. Eiji dengan wujud serigalanya menatap tajam ke arah dua serigala yang akan menjadi lawannya nanti.
Meskipun Eiji tidak mengetahui wujud manusia kedua serigala di depannya tetapi ia mengetahui bahwa mereka adalah betina dan jantan berdasarkan ukuran dan bulu ekor mereka.
Dan kekuatan “Dark Eyes ” yang seharusnya mampu melihat wujud apa pun meski dalam bentuk apa pun, tak membuat Eiji mengetahui karena kekuatannya masih dalam tingkat rendah. Apalagi usianya memang belum genap dua puluh tahun, di mana pada usia itu Manusia Serigala akan berevolusi menjadi ganas dan lebih buas.
Lain dengan ayahnya kekuatan “Dark Eyes “ miliknya mampu menerawang dengan mudah bagaimana wujud manusia mereka.
Eiji wujud serigalanya berukuran sama dengan keduanya, baik tinggi maupun panjangnya. Hanya saja warna bulu mereka berbeda karena sesuai dengan keturunan dan wilayah mereka.