Berdasarkan perhitungan kurun waktu selama seratus tahun, terlihat pula pada usia pohon pinus yang tinggi dan lebat di Lembah Rein. Pohon itu menjadi suatu penanda bahwa perjanjian antara manusia Serigala dari keempat wilayah dunia akan segera dimulai.
Dalam d******i kelompok yang terjadi saat ini, wilayah Timur dunia dikuasai oleh manusia Serigala dari Jepang. Sedangkan wilayah barat diduduki oleh Amerika dan wilayah utara dan selatan dikuasai oleh Jerman dan Chile.
Keempat negara itu menaungi semua negara yang masuk dalam deretan wilayah mereka. Karena sudah jelas keempat negara itu adalah pemenang pada masa peperangan pada abad yang lalu, maka akhirnya negara dan klan mereka di jadikan kepala wilayah.
Selama lima puluh tahun, manusia Serigala dari negara Jepang pernah memerangi manusia Serigala puluhan negara Asia Tenggara sampai Timur Tengah, hal itu mereka lakukan demi memperlebar wilayah kekuasaan dan di akui sebagai penyandang Tahta Alfa Wilayah Utara.
Negara-negara bekas jajahan mereka telah mengakui serta menyetujui secara dejure dan defacto bahwa wilayah negara mereka bersedia ikut dan di pimpin di bawah naungan Jepang. Dan mengabdi pada satu rantai peraturan yang di terapkan.
Begitu pun dengan manusia serigala dari negara Amerika, Jerman, dan Chile, ketiga negara itu berhasil menjadi penguasa di berbagai negara karena memenangi peperangan dengan tujuan pelebaran kekuasaan wilayah.
Semua manusia Serigala yang menduduki negara dan masuk dalam wilayah kekuasaan, maka sangat di tekankan mematuhi segala aturan yang diterapkan oleh pemimpin manusia Serigala. Dan segala peraturan itu ditetapkan secara terpusat oleh satu kepala pemimpin wilayah.
Di dalam aturan yang di tetapkan keempat negara penguasa, hanya ada satu bunyi pasal yang sama dari keempatnya yaitu Jika sewaktu-waktu terjadi peperangan antar wilayah penguasa satu dengan lainnya, maka di wajibkan negara yang masuk dalam wilayah harus ikut berperang sampai darah penghabisan.
Seratus tahun telah tiba, tanda-tanda kedatangan para manusia Serigala sudah mulai tercium dan terasa. Black forest telah berdesik kencang angin dari arah barat, awan-awan gelap di sekitar hutan semakin memperlihatkan kegelapannya. Saatnya bagi kakek mengumumkan bagi pengunjung atau wisatawan hutan untuk segera pulang. Dan ia tekankan agar datang kembali ketika dua bulan lamanya, karena selama itu manusia serigala dalam masa transisi pada kekuatan baru mereka.
Di malam jumat ini, lonceng gereja tua di bunyikan keras pada jam dua belas oleh Pastor yang hampir termangsa manusia serigala. Pastor itu pun mengetahui bahwa malam ini akan terjadi perkumpulan antar manusia Serigala. Karena melihat dari tanda-tanda embusan angin dan terlihatnya bulan kecil di atas langit. Tetapi ia tidak tahu, sekelompok manusia Serigala itu akan berkumpul di gereja atau di tempat lain?
Jauh di gubuk reot kakek, terdengar lolongan serigala berkali-kali saling bersahutan. Jelasnya suara itu bersumber dari Lembah Rhein. Di Lembah Rhein terdapat satu Kastil tua yang berdiri kokoh. Dimana Kastil bernama Reichenstein di akui berdiri sejak abad ke 11 dan dimata masyarakat Kastil ini dihuni oleh makhluk halus.
Tetapi bukan itu yang terjadi, saat ini di Kastil tua itu telah berkumpul empat Alpha Wilayah manusia Serigala yang akan membicarakan perjanjian lama dan akan menyepakati perjanjian baru. Mereka datang dari berbagai arah di dalam Kastil.
Bunyi Langkah ketukan sepatu pada lantai di empat arah, menggema di ruang Kastil. Keempat orang itu sama-sama berbadan tinggi besar dan saling mengenakan jubah hitam. Keempatnya menuju ruang tengah Kastil. Di mana di ruang tengah itu terdapat satu garis lurus cahaya kecil yang bersumber dari cahaya bulan melalui ventilasi atap Kastil. Mereka pun berdiri mengelilingi cahaya kecil itu.
Di dalam Kastil terdapat satu kubah kecil dengan hiasan seni kuno. Berupa lukisan seorang pria di sebelahnya berdiri satu serigala. Dimana jika cahaya bulan yang masuk melalui ventilasi di ruang tengah tadi tepat mengenai lantai kaca, maka cahayanya akan ter pantulkan ke lukisan di dinding kubah tersebut. Jadi mata pria dan serigala itu akan bersinar dan seluruh lukisan di kubah itu akan terlihat hidup. Namun itu hanya terjadi jika bulan di pertengahan masanya atau juga di sebut sebagai Bulan Purnama.
“Apa yang terjadi dengan dunia ini? Banyak sekali perubahan, seperti manusia semakin takut pada hantu. Padahal hantu adalah mainanku waktu kecil,” kata Alpha Udara Utara.
“Kamu masih saja seperti yang aku kenal seratus tahun lalu Baldrik. Masih Memiliki perasaan yang kadang terlalu tinggi seperti seorang kepala negara. Padahal aku tahu kamu seorang penakut, dan hanya mengandalkan keturunan dan kelompok mu. Tetapi aku tidak ada waktu untuk mengomentari sifat buruk mu. Jadi bisakah kita percepat pertemuan ini?” Sahut Alpha api Barat. Sejarah menilai, bahwa sebelum perang dunia pertama di lakukan oleh manusia, antara manusia serigala wilayah Barat dan Utara telah bermusuhan di Karena kan terjadi perebutan wilayah dan sumber daya alamnya.
Mereka saling bertatapan dengan mata tajam yang bercahaya dan langsung menginstruksikan syarat utama perjanjian lama. Di dalam perjanjian lama, telah disepakati bahwa untuk melanjutkan ke pembahasan perjanjian baru harus di ikut sertai oleh ke empat anak mereka, sebab ke empat anak mereka adalah generasi penerus mereka nantinya. Dan juga pastinya, ke empat anak mereka ini yang akan memperebutkan Tahta Alpha Dunia.
“Aku mengetahui bahwa salah satu dari kita datang tidak bersama anaknya,” ucap Alpha Tanah Timur. Ia mengetahui dari kekuatan penglihatan yang ia miliki.
“Apa yang kamu maksud saudaraku? “ tanya Alpha Api Barat. Lain antara Alpha Wilayah Timur dan Barat, mereka telah lama memiliki hubungan bilateral dalam politik, budaya dan ekonomi. Dan juga keamanan wilayah. Kedua Alpha kelompok tersebut mengakui sepemahaman dan patut menjadi saudara berdasarkan garis tegak lurus peredaran arah matahari dari terbit dan tenggelamnya.
Dari itu Alpha kelompok dari wilayah Selatan dan Utara membentuk aliansi serupa yang mereka sebut sebagai penguasa wilayah dingin berdasarkan identik dengan identitas wujud serigala mereka.
“Tanyakan pada Baldrik saudaraku! “ ucap Alpha tanah Timur. Lalu Alpha Api Barat menggertak keras, “Jangan Coba-coba menghianati hasil perjanjian lama Baldrik. Jika tidak ingin aku perangi kelompokmu.”
“Kamu terlalu mempercayai mata sipitnya George, kamu mudah dibodohi. Lagi pula kita ini berada diwilayah kami, jadi jangan terlalu gegabah mengambil kesimpulan jika tidak ingin bangkai kalian dipatuk burung pemakan bangkai,” Sahut Baldrik dengan santai dan mengancam.
Mendengar itu, George mulai memanas, dan menantang Baldrik bertarung satu lawan satu. Saat George ingin menjadi Serigala dengan cepat Enji Alpha Tanah Timur menahannya, dan menghalau tepat di hadapannya.
Enji berkata padanya “Tahan amarahmu saudaraku, ini demi kedaulatan kita bersama.”