Sudah tiga ratus tahun Finch Quincy diasingkan oleh bangsanya sendiri, yaitu bangsa demon. Ironinya, Finch adalah Pangeran demon dari Kerajaan Hevron, Kerajaan Demon terkuat sepanjang masa, tepatnya Finch adalah penerus tahta Hevron yang sah. Ayah angkatnya, Raja Cameron Quincy telah memerintah Hevron selama lebih dari seribu tahun. Meski Finch diasingkan, Raja Cameron tidak berniat untuk mencopot gelar Putera Mahkota dari Finch.
Cameron Quincy memiliki tiga putera yaitu Finch, Fredo, dan Taye. Finch adalah bayi demon yang ditemukan Cameron di Lembah Eura tepatnya di padang rumput Ezgar. Detik Cameron melayangkan pandangannya pada Finch, dia sudah memutuskan untuk mengangkat Finch sebagai Putera Mahkota dan memang kenyataannya Finch lebih unggul dalam segala hal dari kedua saudaranya. Ada alasan mengapa Cameron memilih Finch sebagai penerusnya, bukan memilih Fredo atau Taye yang merupakan darah dagingnya.
Tujuan Cameron memungut Finch saat bayi adalah semata-mata karena dendam Cameron pada orang tua kandung Finch. Cameron bermaksud membesarkan dan mendidik Finch untuk menjadi pembunuh orang tua kandungnya sendiri kelak. Itulah pembalasan terbaik yang bisa dilakukan oleh Cameron Quincy terhadap Blaze Lynch dan Marion Forestyne.
Klan Quincy dan Forestyne selalu bermusuhan selama puluhan generasi turun temurun. Demon dan peri memang tidak pernah rukun dari awal bumi diciptakan. Sementara Blaze Lynch, Ayah kandung Finch telah membuat Cameron terluka parah ketika pertempuran antara malaikat dan demon terjadi di masa lampau. Sampai kini kekuatan Cameron tak bisa pulih. Tinggal menunggu waktu sampai ajalnya tiba. Pada akhirnya para demon dibuang ke bumi. Blaze adalah adik Caspian Harlow, pemimpin pasukan malaikat. Ironinya Blaze dikutuk menjadi demon oleh Sang Pencipta setelah perang usai.
Bangsa demon selalu hidup berkelompok. Pengasingan adalah hukuman terberat yang bisa diberikan kepada demon. Bagi demon, diasingkan lebih buruk daripada mati dibunuh dengan api suci. Maka tak heran Finch sangat menderita hidup selama tiga ratus tahun ini. Semuanya berawal dari Finch gagal melaksanakan perintah Cameron untuk membunuh Marion Forestyne setelah tanpa sengaja Finch mengetahui jati diri Marion sebagai Ibu kandungnya.
Saat perang besar di Benua Lotyzwner meletus, yaitu perang antara Kerajaan demon melawan pasukan gabungan manusia dan makhluk magis, Finch menghianati bangsa demon. Bukannya membantai bangsa peri yang merupakan musuh bebuyudan Demon Hevron, Finch malah membantu Marion Forestyne menyegel Raja Naga di penjara bawah tanah yang terletak di Ujung Bumi. Padahal Marion Forestyne adalah calon ratu peri pada masa itu.
Dengan tersegelnya Raja Naga, maka kerajaan Demon kalah perang sebab Raja Naga adalah sumber kekuatan terbesar kerajaan Demon. Kekuatan Kerajaan Demon pun sirna dan ratusan ribu demon ikut terkubur di bawah bumi bersama makhluk raksasa penyembur api tersebut. Bangsa Demon pun hidup tercerai berai, tersebar ke seluruh penjuru dunia. Akibat penghianatan Finch pada bangsa demon, para demon di seluruh bumi menyebutnya sebagai Yang Terkutuk.
Pada saat bertempur, Marion tidak mampu menyegel Raja Naga sendirian. Menyadari hal itu, Finch menggunakan kekuatannya untuk mengurung sebagian roh Raja Naga di dalam dirinya. Dengan kata lain, demi menolong Marion, Finch menjadikan tubuhnya sebagai media untuk menyegel sebágian roh Raja Naga. Naasnya Marion tidak mengenali Finch sebagai bayi yang dibuangnya lebih dari seratus tahun lalu di Lembah Eura. Marion bahkan tak tahu kalau bayi itu masih hidup. Setelah Raja Naga tersegel, Marion terluka dan koma selama puluhan tahun.
***
Setelah terbangun dari koma, ingatan Marion akan pertemuannya dengan Finch musnah sebab Finch menggunakan sihir untuk melenyapkan ingatan Marion tentang dirinya. Marion pun menjalani hidup seperti biasa, pergi menjelajah dunia sebelum dia disahkan sebagai Ratu Peri dan memegang tonggak pemerintahan. Ratusan tahun kemudian, Marion bertemu dengan Kingston Cheshire, seorang manusia fana. Kingston adalah Pangeran dari Orclaycia, kerajaan terbesar di Benua Lotyzwner. Pada saat keduanya bertemu, Marion sedang mempelajari ilmu pengobatan dari Raniya Kalindi dan Kingston belum menjadi Raja. Kingston diserang bandit ketika sedang berkuda sendirian. Marion menyelamatkan Kingston dan merawat luka-lukanya. Bisa dikatakan Kingston adalah pasien pertama Marion Forestyne.
Marion pernah kehilangan orang yang dicintainya karena perbedaan klan dan harus hidup dalam kesedihan selama ratusan tahun. Dirinya berpisah dengan Blaze Lynch karena hubungan mereka terlarang. Blaze adalah Malaikat yang dikutuk menjadi demon sedangkan dirinya adalah anggota keluarga kerajaan peri. Oleh sebab itu ketika Marion jatuh cinta pada Kingston, Marion tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Dia memutuskan untuk membuang status royalnya sebagai calon ratu kerajaan peri dan ikut Kingston ke peradaban manusia. Keduanya dikaruniai seorang putra bernama River Cheshire. Marion meninggal setelah melahirkan bayi persilangan antara manusia dan peri tersebut.
***
Kini Finch tinggal di antara puing-puing bekas benteng perang di Reizl. Dia hidup menyendiri. Ingin bunuh diri, dia bukan pengecut namun hidup pun sangat sengsara setelah terasingkan dari Hevron. Dia mengembara dari satu tempat ke tempat lain. Menjalani hidup tanpa makna. Hidup karena dia masih bernapas saja.
Tak lama kemudian, Finch mendengar kabar kalau Marion Forestyne menikah dengan Raja Orclaycia yang baru naik tahta, Kingston Cheshire, lalu pindah ke Orclaycia. Marion memilih menjadi ratu manusia dan meninggalkan Forestyne Island selamanya. Finch tersenyum pahit mengetahui Ibunya rela melepas status sebagai calon pemimpin kerajaan peri dan membuang keluarganya sendiri demi cinta. Ibunya juga harus mengalami nasib seperti dirinya yaitu diasingkan oleh bangsanya sendiri.
Pada saat itu makhluk magis dan manusia tidak hidup berdampingan lagi, tepatnya sejak Raja Clayton dari Orclaycia nyaris tewas diserang oleh manusia srigala. Demi melindungi Raja Clayton, Jenderal besar Parker Ashton mati mengenaskan di tangan manusia srigala tersebut. Parker kehilangan kedua tangan dan kakinya. Lambat laun sentimen antara manusia dan makhluk magis tumbuh pesat. Mereka tak merasa aman berada di dekat satu sama lain maka tak terhindarkan perang pun kembali pecah.
Setelah perang antara demon melawan manusia dan makhluk magis usai, ratusan tahun kemudian giliran terjadi peperangan antara manusia dan makhluk magis. Dulu bersatu kini manusia dan mahluk magis berseteru. Perang itu dimenangkan oleh kerajaan manusia sehingga makhluk magis harus menyingkir dari peradaban manusia dan hidup bersembunyi. Karena dendam, Orclaycia ingin membunuh semua makhluk magis yang tinggal di wilayah kekuasaan mereka sehingga banyak makhluk magis bermigrasi ke Reizl, negara tetangga.
Tiga Kerajaan di Benua Lotyzwner memiliki sikap berbeda-beda terhadap makhluk magis. Orclaycia ingin memberantas makhluk magis bagai hama sementara Reizl menganggap makhluk magis sebagai rakyat mereka juga. Raja Reizl ingin manusia dan makhluk magis hidup berdampingan. Sebaliknya Kerajaan Osric berkeinginan untuk menjadikan makhluk magis sebagai alat perang atau b***k. Kerajaan Osric dan Orclaycia selalu bersatu menekan Reizl sebagai kerajaan terlemah sehingga Reizl tak bisa melindungi makhluk magis secara maksimal.
Finch memandang jauh ke bawah. Dari jendela sebuah gedung tua, dia dapat melihat keramaian kota dengan jelas. Bibirnya memulas senyum mencemooh. Matanya berkilat. Finch benci melihat orang bercakap-cakap dan bersenda gurau. Tawa renyah dan suara cekikan mereka amat memuakkan. Dia ingin sekali melenyapkan keceriaan di wajah para manusia itu. Sebenarnya Finch merasa cemburu. Mungkin cuma dia satu-satunya makhluk yang kesepian di kota padat tersebut. Dilihatnya seorang anak perempuan sedang berlari sambil meniup kincir angin mainan. Pipi bocah cilik itu tembam berwarna kemerahan bagai buah persik. Sebuah ide terbesit di benak Finch. Waktunya berburu manusia. Perutnya lapar dan mulutnya haus darah.
***