Claudia menangis sedih melihat keadaan Finch. Demon kesayangannya itu sedang meringkuk di lantai batu, hanya berselimutkan jerami kasar. Tubuh Finch dipenuhi luka hingga wajahnya sulit dikenali. Kondisi Finch amat lemah. Claudia sungguh khawatir demon itu akan tewas.
"Finch…" ratap Claudia berlari menghampiri Finch. Dikeluarkannya sapu tangannya dan dibasuhnya wajah Finch perlahan. Tatapan mata Finch redup, sorot matanya tidak mendominasi seperti biasa. Claudia tak kuasa untuk tidak memeluk pria itu. "Finch, jangan mati… Jangan tinggalkan aku sendirian di dunia ini…" ujar Claudia parau. Air matanya berderai.
"Claudia, mengapa kau menangis? Aku tak apa-apa. Ini cuma luka kecil." gumam Finch lirih seperti bisikan.
Claudia mengangkat wajahnya lalu mengusap cairan asin yang berlinang di pipinya. "Finch, berjanjilah ini terakhir kalinya kau mencoba kabur dari penjara… Mereka sangat kejam pada tahanan yang ingin melarikan diri. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada dirimu. Aku sangat menyayangimu Finch."
"Claudia, entah bagaimana nasib River sekarang. Aku harus menyelamatkannya. Aku tak percaya dia semudah itu mati! Aku harus keluar dari tempat ini…"
Claudia menggeleng. "Jangan mencoba kabur lagi, Finch… Kau tenanglah di sini, aku akan terus mengikuti perkembangan kabar Jenderal Ashton. Jika kau yakin dia masih hidup, pasti dia ada di suatu tempat dan akan kembali ke Orclaycia lalu diadili di Oasydio. Kau harus bersabar menunggunya di sini."
"Claudia, aku salah sangka. Ternyata aku tak bisa kabur dari tempat ini. Tempat ini dilapisi kekuatan sihir pekat."
"Aku akan berusaha mengeluarkanmu dari sini. Akan kucari pengacara yang bisa membelamu, Finch."
Finch tersenyum tawar. "Apa yang aku lakukan tak akan mendapat pengampunan, Claudia. Tak perlu membuang tenagamu."
"Jadi kau akan terkurung di tempat menyedihkan ini selama-lamanya?"
"Apa bedanya di sini atau di luar? Di luar adalah penjara lain bagiku."
Claudia menatap Finch sedih. "Tapi di luar kita bisa selalu bersama Finch. Bagaimana bila kita menjelajah dunia bersama-sama. Kita pergi sejauh-jauhnya dari tempat ini!"
Finch menggeleng. "Claudia, kurasa kini saatnya dirimu mencari calon suami, menikah, dan berkeluarga. Jangan menghabiskan waktumu untuk merawatku."
Claudia langsung menggeleng. "Tidak mau… Aku ingin mengikutimu seumur hidup." tekad Claudia. "Kumohon jangan usir aku, Finch…"
***
Finch merasa heran sebab Hal mengirim dokter ke selnya dan dia dipindahkan ke sel lain keesokkan paginya. Finch dibiarkan tinggal di bangsal tahanan biasa sehingga dia bisa bersosialisasi dengan tahanan lain. Walau demikian Finch tidur di sel sendirian. Takutnya teman sekamarnya disantap oleh demon itu. Finch pun menjalani hari-harinya di penjara sambil memikirkan cara untuk kabur.
Setelah dua tahun berlalu, Finch mulai menerima kenyataan kalau dia tak bisa kabur dari tempat j*****m itu. Kemanan penjara mustahil ditembus terlebih karena kekuatan Finch belum pulih sepenuhnya semenjak tersengat sihir dahsyat yang menyelubungi penjara Oasydio. Finch harus menunggu sampai tenaganya pulih untuk mencoba kabur lagi. Saat ini dia harus bersabar dan menjalani hidupnya dengan ikhlas di dalam penjara.
Harapan muncul ketika terdengar kabar River Ashton telah kembali ke Orclaycia. Ketika dicampakkan dengan sadis ke laut lepas, River rupanya diselamatkan oleh Atlantis, puteri Poseidon. Atlantis membawa River menjelajah bumi dengan kapal dagangnya. River berganti identitas menjadi suami Atlantis untuk membalas budi. Selama dua tahun River menghindari proses hukum yang sedang menunggu di Oasydio.
Bersamaan dengan hal itu, terjadi kekacauan di Orclaycia karena Phillip Ashton berkomplot bersama Raja Alfred dari Osric melakukan pemberontakan. Orclaycia di ambang kehancuran, siap dicaplok oleh Osric.
River memutuskan kembali ke tanah kelahirannya setelah mengetahui kudeta yang dipimpin oleh Phillip Ashton. Belakangan terbongkar, River ternyata adalah penerus tahta Orclaycia yang sah. Jenderal Besar Phillip Ashton telah menukar River dengan puteri Freya sewaktu mereka masih bayi. Phillip berencana menggulingkan pemerintahan Raja Kingston Cheshire bersama Raja Osric tetapi rencana mereka gagal. River bersama rakyat dan para makhluk magis maju berperang mempertahankan Orclaycia. Pasukan Phillip berhasil dipukul mundur.
Kejahatan Phillip menukar bayi raja dua puluh tahun yang lalu pun terkuak. Phillip ditangkap dan tak lama kemudian tewas bunuh diri di dalam selnya. Sejak kudeta berhasil diredakan, Raja menerima kembali para makhluk magis untuk tinggal di Orclaycia secara terbuka. Mereka tak perlu hidup dalam persembunyian. Itulah balas budi yang dilakukan Raja Kingston untuk membayar jasa makhluk magis yang telah membantunya mempertahankan Orclaycia.
Tak lama kemudian, River Ashton diumumkan sebagai Putera Mahkota Orclaycia oleh Raja Kingston setelah Raja mengetahui jati diri River yang sebenarnya. River pun berganti nama menjadi River Forestyne Cheshire. Puteri kandung Phillip yaitu Freya tetap dianggap anak oleh Raja Kingston karena Rajalah yang telah membesarkan gadis itu dari bayi dan kini Freya adalah kekasih River. Ada kabar bahwa Freya dan River telah menikah tetapi ada juga yang tidak membenarkan hal itu sebab River belum menikahi Freya secara resmi di hadapan pihak kerajaan dan seluruh rakyat.
Pengadilan Oasydio segera mengirim surat panggilan pengadilan untuk River. Meski River adalah Putera Mahkota Orclaycia, River tetap bertanggung jawab atas perbuatan kriminalnya, mencuri bola mata naga, apalagi kini Raja Naga telah bangun di penjara bawah bumi. Raja Naga masih terkurung di dalam sel tetapi amukannya telah menyebabkan bencana alam baik di benua Lotyzwner maupun benua tetangga yaitu Benua Levox. Tinggal menunggu waktu sebelum benua yang mereka tinggali hancur. River bertanggung jawab untuk menaklukkan Raja Naga dan menyegel kembali makhluk mengerikan itu seperti apa yang telah dilakukan oleh Ibunya, Marion Forestyne.
Raja Kingstonn tentu keberatan puteranya harus pergi ke Ujung Bumi sebab dia khawatir pewaris tunggalnya tewas dalam pertempuran. Dia memilih mengutus ksatria lain dan terus mengganti biaya kerusakan bencana alam yang disebabkan Raja Naga. Toh Raja Naga tak bisa keluar dari sel tanpa Belati Gading, satu-satunya kunci untuk membuka pintu penjara bawah bumi. Namun hal itu beresiko kehancuran bumi secara permanen di masa depan apabila Raja Naga dibiarkan terus mengamuk tanpa ditaklukkan. Raja mengusulkan agar River dihukum dengan diasingkan dari Benua Lotyzwner selama dua puluh tahun.
River keberatan untuk diasingkan selama dua puluh tahun. Dia tidak ingin berpisah dengan Freya selama itu. Selain itu dia juga punya beban moral bila tidak memperbaiki kesalahan yang telah diperbuatnya. Salahnya sendiri mencuri bola mata naga atas perintah Phillip Ashton tanpa mengetahui petaka apa yang akan mengikuti. Phillip, orang yang dianggapnya Ayah selama ini rupanya menjebaknya. Phillip ingin menggunakan kekuatan Raja Naga untuk membumihanguskan Orclaycia. Rencana Phillip adalah memperalat River untuk menundukkan Raja Naga setelah River berhasil mengeluarkan bola mata naga dari Kotak Pandora. Bola mata itu adalah sumber kekuatan makhluk tersebut.
Orang yang pertama kali dilihat oleh raja naga ketika terbangun adalah satu-satunya orang yang akan diterima Raja Naga sebagai majikan, tetapi tentu setelah orang itu dapat menaklukkan Raja Naga dan mendapat pengakuan dari makhluk tersebut. Dan memang ketika River membuka Kotak Pandora, bola mata naga terbuka dan dialah orang yang pertama kali dilihat oleh Raja Naga.
Freya dan Raja Kingston lebih ikhlas menunggu River diasingkan selama dua puluh tahun daripada melepas River berangkat ke Ujung Bumi. Namun River tak ingin hidup sebagai pecundang. Pada akhirnya pengadilan menawarkan dua pilihan untuk River: diasingkan selama dua puluh tahun di pegunungan antah berantah dan bekerja paksa di pertambangan atau pergi ke Ujung Bumi menyegel kembali Raja Naga. River memilih pilihan kedua.
Di dalam selnya, Finch bernapas lega. Untuk pertama kalinya dalam dua tahun, secercah harapan muncul. River akan segera menyusulnya ke Penjara Oasydio. Pengadilan telah digelar dan selama proses persidangan, River akan ditahan. Sebentar lagi penantian panjang Finch usai. Dia akan berjumpa dengan adik tirinya. Finch tidak sabar menantikan hari itu.
***