Aku mengetikkan pesan "Ya" sebagai balasan untuk Julian yang mengajakku makan siang bersama melalui telepon seluler. Julian memenuhi janjinya untuk berusaha membuatku jatuh cinta kepadanya. Hari ini aku menghadapi ribuan pertanyaan yang diajukan oleh Riya tentang kenaikan pangkatnya yang tiba-tiba, jadi aku butuh waktu untuk refreshing. Bertemu dengan Julian adalah cara untuk melepaskan stress yang ku dapat karena harus berbicara dengan Riya selama 1 jam lebih.
"Claires, hari ini kau tidak perlu membelikanku makan siang." aku memberitahu Claires, dia tampak menatapku heran.
"Anda akan makan diluar, Bu Bos?" tanyanya, aku tersenyum.
"Ya, aku ada janji makan siang dengan Julian. Tolong antarkan saja aku kesana ya." jawabku atas pertanyaan itu.
"Bu Bos, saya tau anda barusaja gagal menikah. Tapi langsung mendapatkan pengganti itu sangat tidak terpuji, anda akan menjadi bahan omongan orang-orang. Di industri ini anda harus pintar jaga image." Aku mulai jengah dengan omelan Claires, meski apa yang dia ucapkan ada benarnya juga.
"Ya, tentu saja aku tahu, Claires. Tapi aku akan menciptakan sebuah ikon baru. Wanita yang baru saja gagal menikah bisa mencari pengganti tunangannya sesegera mungkin." Balasku sok bijak,
"Ya, ya, terserah sajalah. Jadi kapan dan kemana saya harus mengantar anda, Bos?" Responnya, sepertinya dia memilih mengalah kali ini.
"Tolong antarkan saja aku kerumah sakit tempat Julian bekerja, kami akan makan siang dikantin rumahsakit itu." Claires memelototiku karena jawaban tersebut.
"Apakah anda sudah gila, Bu Bos? kenapa anda yang berstatus tinggi begini harus makan siang dikantin rumahsakit? sungguh tidak berkelas!" Aku mendelik kesal mendengar komentar kasar Claires,
"Julian tidak bisa meninggalkan rumah sakit selama jam makan siang, Claires. Aku yang mengusulkan untuk makan siang disana." balasku ketus,
"Tetap saja Bu Bos, kenapa kalian tidak makan malam bersama saja agar bisa menentukan tempat makan yang layak untuk 'berkencan'?" Komentar Claires lagi,
"Aku tidak akan punya waktu untuk makan malam, jadi terima saja keputusanku untuk makan siang dikantin rumahsakit Julian bekerja. Tolong jangan banyak protes." Pintaku, Claires akhirnya menutup mulutnya karena ucapanku itu.
"Entah apa yang Pak Reksha pikirkan jika dia mengetahui anda makan siang dikantin rumahsakit, mungkin dia akan tertawa terbahak-bahak mendengarnya." ucap Claires lirih tapi aku masih sanggup mendengarnya.
"Apa peduliku tentang pendapatnya, Claires? kami bahkan tidak punya hubungan apapun sekarang." balasku, Claires tampak terkejut dengan reaksiku, sepertinya dia tidak menyangka bahwa aku masih bisa mendengar ucapannya.
* * *
Aku merapikan barang bawaanku untuk segera berangkat menuju rumah sakit tempat Julian bekerja, kantin rumah sakit mungkin bukan tempat yang cocok untuk dijadikan tempat untuk berkencan, tapi itu merupakan awal yang bagus untuk pengenalan kami. Dengan bertemu dirumah sakit, aku bisa memahami pekerjaan yang ditekuni oleh Julian. Jika aku benar-benar akan menikah dengannya, setidaknya aku harus mengetahui garis besar pekerjaannya kan? Ketika aku sudah bersiap untuk meninggalkan ruanganku, tamu tak diundang menerobos masuk dengan terburu-buru, aku menatapnya dingin.
"Kau akan keluar?" tanyanya heran, aku hanya memberikan anggukan sebagai balasan.
"Kau tidak akan menyiapkanku makan siang?" Ah,, jadi ini yang dilakukan Greya selama ini, memberikan si b******n ini makan siang.
"Aku tidak akan bertingkah bodoh dengan menyiapkan kebutuhanmu lagi, jadi urus saja dirimu sendiri! Dan tolong jangan lupakan kalau kita sudah tidak punya hubungan apa-apa." Balasku, Reksha tampak tertegun dengan jawabanku.
"Kau tidak mungkin serius!" ucapnya, aku menatapnya geli, dia tampak menyedihkan sekarang. Mungkin baginya, putus dengannya adalah sebuah keputusan yang tidak akan pernah kuambil sebagai Greya dimimpi ini.
"Aku sangat serius dengan ucapanku, jadi tolong biarkan aku pergi." Kataku, tidak peduli bagaimana reaksinya aku meninggalkannya seorang diri diruanganku, biar saja dia mati kelaparan jika tidak punya keinginan untuk membeli makan siangnya sendiri.