***
Di saat semua orang sedang sibuk menata rumah mereka yang berantakan, Taeyeon justru sudah bangun sejak pagi tadi mengikuti para kawanan serigala yang akan berpatroli. Dengan ditemani oleh Sam, Choi, beserta teman-temannya, Taeyeon belajar banyak bagaimana cara serigala mendeteksi kedatangan makhluk lain selain mereka.
Ia juga belajar untuk mempertajam instingnya dan indera penciumannya. Tak hanya itu, ia melatih skillnya berburu yang dulu diajarkan Jiyong.
Taeyeon bahkan belajar bagaimana cara menggunakan s*****a tajam. Setelah belajar menggunakan pisau, anak panah, kini Taeyeon belajar bagaimana menggunakan pedang hingga beladiri dengan tangan kosong.
Beberapa kali Taeyeon terlihat terluka karena s*****a tajam yang ia pegang. Namun, berkali-kali itu juga Choi dan Sam merasa takjum melihat luka Taeyeon yang langsung sembuh seketika.
“Wah, ini ya kelebihan vampire?” tanya Choi sarkas.
Taeyeon tersenyum getir,”Kecuali peminum darah. Mungkin aku akan menikmati diriku sebagai vampire.”
Sam dan teman-temannya langsung tertawa mendengar ucapan Taeyeon barusan.
“Taeyeon, kau tidak apa-apa tidur di hutan seperti ini?”
Taeyeon menggeleng,”Tidak apa-apa.”
Ini adalah hari ketiganya mengikuti patroli serigala. Dan, ini juga merupakan kali ketiganya ia tidur beratapkan langit dan bintang. Dikelilingi suara pohon yang saling berbisik di setiap malam.
Ia menatap langit malam dengan tatapan kosongnya. Raganya memang di sini, tapi, tidak dengan jiwanya.
“Taeyeon,” panggil Sam.
Sang empunya nama langsung menoleh.
“Kau pasti merindukannya,” kata Sam.
Taeyeon tersenyum,”Setiap hari, Sam.”
Suara angin yang bergesekan dengan dedaunan menambah suasana malam semakin ramai. Apalagi samar-samar terdengar suara lolongan serigala yang saling bertautan.
“Sejak kapan kau tahu bahwa Jiyong itu setengah vampire?” tanya Taeyeon penasaran.
Awalnya, Sam sempat terkejut mendengar pertanyaan Taeyeon. Pasalnya, Jiyong pun sudah memintanya untuk terus merahasiakan identitasnya kepada Taeyeon. Entah bagaimana pun keadaannya. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Dan, Jiyong lebih memilih membuka ‘siapa dirinya’ di hadapan Taeyeon.
“Sejak lama. Kami sudah tahu ia berbeda. Tidak seperti kebanyakan serigala yang memiliki kekuatan fisik. Ia juga memiliki kekuatan lain, seperti menggerakan barang tanpa menyentuhnya, bahkan hingga menghipnotis orang,” jelas Sam dengan hati-hati.
“Menghipnotis orang?”
Sam mengangguk,”Kenapa? Bukan ‘kah itu salah satu kekuatan yang kau miliki juga?”
Detik itu juga, Taeyeon langsung teringat beberapa kejadian yang menurutnya aneh, namun kini ia mendapatkan jawabannya. Ia teringat bagaimana Jiyong membereskan masalahnya saat ia kehilangan kendali di malam pertemuannya dengan Jiyong. Ia juga membuatnya gagal membunuh Choi di hari kematian kedua orang tua angkatnya. Bahkan, ia teringat Jiyong pernah mendorongnya jauh dari ia berada saat Jiyong dikepung dua vampire.
Tapi, kenapa luka yang digigit Taeyeon masih berbekas? Jika Jiyong adalah setengah vampire, bukan ‘kah seharusnya ia juga memiliki kemampuan menyembuhkan lukanya sendiri?
“Luka Jiyong, bukan ‘kah dia seharusnya memiliki kemampuan menyembuhkan luka sendiri?”
“Benar. Jiyong juga punya kemampuan itu. Hanya saja –“ Sam menggantungkan ucapannya dan menatap ke arah Taeyeon yang menunggu penjelasannya.
“Hanya saja?”
“Entah bagaimana, tapi gigitanmu meracuni Jiyong dan luka itu membutuhkan beberapa waktu sebelum akhirnya sembuh. Namun, tetap meninggalkan bekas.”
“Kenapa begitu?”
“Menurut ketua, kau bukan anak vampire sembarangan.”
“Maksudmu?”
Alih-alih menjawab pertanyaan Taeyeon, Sam lebih memilih untuk mengangkat kedua bahunya sambil menggeleng.
“Lalu, itu berarti ibunya Jiyong adalah seorang vampire?”
Sam mengangguk,”Benar. Ibu Jiyong adalah seorang vampire yang dibunuh oleh vampire lainnya karena mendiang jatuh cinta dengan seorang serigala. Ia dibuang dan dikucilkan hingga akhirnya ia melahirkan Jiyong.”
“Bagaimana rasanya waktu kau tahu bahwa Jiyong adalah setengah vampire?”
Sam terkekeh kecil,”Awalnya takut dan tidak percaya. Namun, ketua sudah menyelamatkan kami dan merawat kami di desa itu. Ia juga meyakinkan bahwa Jiyong tidak akan menyakiti kami. Dan, itu terbukti hingga kini, Jiyong tidak pernah menggunakan kekuatannya untuk menyakiti kami. Sampai akhirnya kami mendengar, bahwa ia telah jatuh cinta dengan seorang vampire. Kamu.”
Taeyeon menyimak penjelasan Sam dengan seksama.
“Di hari Jiyong ditemukan pingsan di tengah hutan, ia dirawat sampai racun di tubuhnya menghilang. Dan, di hari yang sama itu juga ia ribut besar dengan ketua. Tapi, pada akhirnya kami juga tahu bahwa Jiyong telah meng-imprintmu.”
“Imprint? Apa itu?”
Sam memutar bola matanya, mencari beberapa padanan kata yang pas untuk dijelaskan pada Taeyeon.
“Semacam jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi, ini berbeda. Jika seorang serigala telah ter-imprint, maka ia akan mencintai orang tersebut meski nyawa yang menjadi taruhannya.”
Taeyeon terkejut. Ia tidak pernah tahu tentang hal ini sebelumnya.
“Jiyong tidak memberitahumu tentang ini?”
Taeyeon menggeleng.
“Seseorang yang telah ter-imprint, tidak boleh diganggu meski pun itu oleh kawanannya sendiri.”
“itulah sebabnya kenapa kalian menerimaku di sana?”
Sam mengangguk,”Apa kini semua menjadi jelas untukmu?”
Taeyeon menganggukkan kepalanya.
“Jadi, itu sebabnya ia tidak datang selama dua hari. Ku pikir ia meninggalkanku. Ternyata dia sedang berjuang melawan racun dariku.”
Sam tersenyum kecil,”Jiyong tidak pernah jatuh cinta. Kami tahu itu. Jadi, saat aku mendengar ia jatuh cinta pada seseorang, aku cukup terkejut. Jiyong adalah orang yang sangat melindungi apa yang ia sayangi. Termasuk ayahnya dan orang-orangnya.”
“Sam, apa kau juga sudah ter-imprint dengan orang lain?”
Sam menggeleng,”Tidak semua serigala seberuntung Jiyong yang langsung menemukan pasangannya yang pas dan mau menerimanya.”
“Kenapa?”
“Dulu, aku pernah ter-imprint oleh seorang manusia. Namun, ketika ia tahu tentang siapa aku sebenarnya, ia memilih meninggalkanku. Kami berbeda, Taeyeon. Tidak semua orang bisa menerima kami.”
Tiba-tiba, percakapan ini menjadi sangat menarik bagi Taeyeon.
“Kau bilang dulu? Berarti imprint bisa diputuskan?”
Sam menoleh,”Bisa. Jika salah satunya mati.”
Taeyeon terkejut.
“Itu berarti?”
Sam mengangguk,”Orang yang ku cintai telah mati di hari kami bertengkar. Dan, hingga kini, aku masih menyalahi diriku sendiri atas kejadian itu.”
Taeyeon langsung menepuk pundak Sam,”Aku merasa bersedih untuk itu.”
“Terima kasih, Taeyeon.”
Untuk beberapa detik, keduanya terdiam.
“Aku sangat berharap kalian akan berakhir bahagia, Taeyeon.”
Taeyeon hanya tersenyum tipis.
“Aku tahu, tidak akan mudah pasti. Tapi, kau harus bertahan untuknya.”
“I wish for that, too.”
“Lalu, apa kau sudah tahu siapa orang tua kandungmu?”
Taeyeon menggeleng,”Aku masih tidak tahu.”
“Apa kau tidak ingin tahu?”
“Jika kebenaran itu akan menyakitiku nantinya, lalu aku harus bagaimana?”
“Hadapi. Kau akan selalu memiki kami di belakangmu. Terutama Jiyong.”
Terharu, Taeyeon pun menitikkan air mata.
“Maaf untuk lukamu, Sam. Dan, terima kasih untuk semuanya.”
Sam tertawa,”Tidak apa-apa, Taeyeon.”
“Aku janji akan membawa Jiyong kembali. Bagaimana pun caranya,” kata Taeyeon. “Dan, akan ku kembalikan kedamaian desa serigala yang telah ku hilangkan.”