Ternyata keraguan Alice benar, Letizia benar-benar tidak menyangka bahwa Elard akan mengatakan hal menyakitkan itu pada Letizia. Kejadian seperti ini pun pernah terjadi sebelumnya tapi akhirnya Elard kembali pada Letizia. Posisi Letizia sebagi ratu benar-benar terancam sekarang, tapi Letizia tidak akan tinggal diam, bagaimanapun juga Letizia akan tetap jadi ratu Algernia apapun itu caranya Letizia tidak akan membiarkan gadis rendahan mengalahkanya.
Letizia memandang pantulan dirinya di cermin, tangannya yang lentik perlahan menyisir rambut bergelombang nya. Dia tak mengerti apa yang kurang dari dirinya, lihatlah wajah dan tubuh di cermin itu begitu sempurna sampai seluruh gadis di Algernia iri padanya. Letizia pun pintar dalam berbagai hal, kepemimpinannya di Algernia sudah diakui kerajaan lain kalau dia ratu yang hebat. Tapi kenapa di mata Elard itu semua tak cukup? Kenapa Elard lebih menyukai Ella daripada Letizia? Ella bahkan bisa dibilang gadis yang manja, tak tahu tata krama, dan kekanakan. Memang wajah Ella begitu menawan tapi dari segi keahlian dan pendidikan Ella sangat jauh jika dibandingkan dengan Letizia.
Letizia benar-benar di ukir menjadi ratu sejati, sedari kecil ia sudah di didik sedemikian rupa. Ayahnya mendidik Letizia dengan keras, walau begitu Letizia tetap diajarkan berbelas kasih. Letizia bangga akan dirinya sekarang dan akan seperti itu untuk selamanya, Letizia tak butuh kasih sayang atau belas kasih dari orang lain disaat kakinya masih mampu untuk berdiri dia tidak akan menerima belas kasihan orang lain, dia bukan gadis lemah ayahnya tidak mengajarkan Letizia untuk menjadi lemah dan cengeng. Jangan tanya kemana ibu Letizia, Letizia tak pernah tahu wajah ibunya seperti apa ia hanya mendengar kabar bahwa ibunya meninggal sewaktu melahirkan Letizia, Letizia tak sedih baginya walau tanpa seorang ibu Letizia tetap akan jadi gadis hebat suatu hari nanti, dan itupun terjadi dirinya sekarang menjadi ratu di Algernia menjadi ratu yang diakui kerajaan lain.
"Yang mulia ratu, makan malam sudah dipersiapkan di bawah." Alice datang dengan membawa tiara milik Letizia, Letizia sedikit menundukkan tubuhnya agar Alice lebih mudah memakaikan Tiara di kepala Letizia. Letizia tak keberatan Alice memakaikan tiarannya baginya Alice lebih dari seorang pelayan, Letizia sangat menghormati kesetiaan Alice mungkin Letizia sudah menganggap Alice sebagai teman.
"Apakah raja sudah di meja makan?"
"Belum yang mulia ratu."
"Apakah dia masih mengurusi gadis tak tahu diri itu?" Letizia tidak akan menahan diri lagi untuk tidak menunjukan ketidaksukaan nya kepada Ella. Tidak setelah penghinaan beberapa hari lalu.
"Saya tidak tahu pasti yang mulia ratu, tapi saya sering melihat nona Ella begitu menempel pada yang mulia raja. Nona Ella begitu tidak sopannya hidup menumpang disini tapi menggali lubang besar di antar hubungan anda." Letizia tersenyum puas mendengar Alice berpikiran sama dengannya.
***
Ternyata meja makan memang masih kosong, Letizia segera duduk di tempat biasa ia makan bersama Elard. Kening Letizia mengeriyit bingung, tidak biasanya meja makan dipenuhi banyak makanan manis. Ahh apakah ini untuk Ella? Mengingat Elard tak menyukai makanan manis dan Letizia tak minta dibuatkan, senyum sinis perlahan mengembang di bibir ranum Letizia, sejak kapan Elard jadi seperti ini?
Tak lama kemudian Elard datang bersama Ella, seperti tak melihat Letizia Elard dan Ella makan dengan mesra bahkan sesekali mereka menyuapkan makanan secara bergantian. Seperti biasa Letizia hanya diam dengan muka cuek dirinya hanya meneguk teh bunga mawar kesukaannya tak tertarik sedikitpun untuk menyentuh makanan lain di depannya. Pemandangan indah di depan matanya berhasil membuat nafsu makan Letizia pergi entah kemana.
Cukup sudah, batin Letizia. Dia segera berdiri dan akan segera meninggalkan meja makan.
"Mau kemana? Kau bahkan belum menyentuh makananmu." Ternyata Elard juga memperhatikan Letizia yang hanya minum seteguk teh dan tidak memakan makanannya.
"Aku tidak bernafsu, lagi pula aku tak mau jadi penganggu." Letizia melirik Ella dengan pandangan merendahkan, uhh sungguh gadis tak tahu diri.. pikir Letizia.
"Apa maksudmu?" Nada bicara Elard mulai berubah tak suka.
"Maksudku apa yang kau maksud dengan melakukan hal itu didepanku?"
"Sudahlah Elard." Ella dengan suara lembut sambil mengelus tangan Elard pelan, mencoba meredakan emosi Elard yang sebentar lagi akan pecah karena perdebatan dengan Letizia.
"Ya.. tuhan, orang-orang menjijikkan begitu tak tahu malu. Gadis tak tahu diri dengan pria b******k, Hem.. sungguh kombinasi yang cocok sekali."
"Letizia!" Rahang Elard seketika mengeras dan suaranya naik, emosinya sudah tak bisa dibendung lagi melihat tingkah Letizia yang keterlaluan.
"Kenapa? Sekarang begini saja." Letizia kembali menarik kursinya dan duduk manis sambil mengapitkan kedua jarinya. "Aku ingin bertanya padamu Ella." Matanya yang seperti emas melirik pada Ella.
"Katakan saja." Ella menjawab dengan suara pelan, wajahnya yang selalu merona nampak tegang.
"Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan?" Letizia menanyakan itu dengan wajah yang dibuat semanis mungkin.
"Aku.. sadar." Ella menjawab dengan suara pelan.
"Jadi? Kau sangat sadar jika kau sedang merusak pernikahan orang lain kan, kau dengan tidak tahu dirinya tinggal di rumahku menggoda suamiku! Apa kau tidak punya otak?! Kau bermesraan dengan suami orang di depan istrinya, dan kau merebut suami seorang ratu!! Apakah urat malumu sudah putus? Hah?! Aku tak mengerti jalan pikiranmu itu kemana, kau begitu menjijikan Ella!"
"Letizia! Hentikan!"
"Elard.." Ella memberi kode pada Elard bahwa Ella ingin bicara pada Letizia.
"Ratu Letizia, maaf aku begitu bodoh melakukan ini. Tapi kami saling mencintai, Elard mengatakan padaku bahwa dia merasakan cinta kepadaku dan sudah tak mencintai ratu lagi. Aku, aku tak mengerti kenapa aku melakukan ini tapi aku hanya mengikuti kata hatiku, aku melihat Elard begitu kesepian dan hampa aku hanya ingin membantunya mengisi kekosongan itu. Jadi.." Ella berdiri dari duduknya dan mendekat pada Letizia, Letizia yang melihat itu menjauh dari jangkauan Ella tapi Ella berhasil menggenggam tangan Letizia.
"Izinkan aku dan Elard bersama, aku mohon.." Dengan kasar Letizia menghempaskan tangan Ella.
Plakk..!
"DASAR JALANG!" Letizia mendorong tubuh Ella dengan keras, sampai tubuh Ella oleng dan menubruk meja makan.
"CUKUP LETIZIA!" Elard dengan marahnya menahan tangan Letizia yang sudah siap melayangkan tamparannya lagi. Sedangkan Ella sudah menangis sesenggukan, para pengawal dan pelayan segera pergi meninggalkan ruang makan, memberi ruang agar raja dan ratu mereka lebih leluasa berbicara.
"Kau menyakiti Ella!"
"Astaga..!! Elard apa kau tak sadar?! AKU JUGA TERSAKITI! Aku tersakiti Elard.. hiks.. hiks.. aku istrimu, istri sah mu, apa aku tak terlihat di matamu sampai kau bermesraan dengan Ella tanpa memikirkan kalau itu menyakiti perasaanku? Hiks.. aku mencintaimu Elard aku memberikan seluruh hidupku untukmu.. aku sakit melihat kau bersama gadis lain, di rumah kita, dirumahku sendiri suamiku pulang membawa gadis lain, hiks.. hiks.. begitu butakah kau tidak bisa melihat rasa sakit ku Elard.. apa kau pikir hatiku terbuat dari batu?! Sampai kau berpikir begitu dangkal aku tak akan tersakiti?! ELARD!! Jawab! Jawab Elard.. hiks.. hiks.." Letizia yang selalu bersikap dingin sekarang menunjukan sisi rapuhnya. Letizia dengan kalap meraih garpu di meja makan dan menggoreskan pada tangannya dengan brutal.
" Letizia apa yang kau lakukan! Hentikan!!" Elard segera mendekap tubuh Letizia yang menangis dengan suara yang begitu pilu, tangannya menggenggam erat tangan Letizia agar tak melukai dirinya lagi.
"Hentikan Letizia.. jangan sakiti dirimu sendiri." Elard segera melepaskan garpu dari genggaman Letizia dan membuangnya asal, dia masih mendekap Letizia berusaha menenangkan nya.
"Bunuh saja aku langsung.. jangan menyiksaku hiks.. seperti ini.." Letizia dengan suara yang begitu pilu memeluk erat Elard, sosok yang Letizia benci sekaligus yang sangat dicintai Letizia.
"Sudah hentikan." Suara Elard begitu pelan dan dalam, dia segera membawa Letizia pergi dari ruang makan, meninggalkan Ella yang masih menangis melihat Elard meninggalkannya.
"Elard.." tangis Ella semakin pecah, sakit di dadanya semakin sakit melihat Elard lebih memilih menolong Letizia. Padahal Elard mengatakan bahwa Ella adalah cinta sejatinya dan Letizia hanya istri politik saja. Tapi apa ini?
***
TBC