"Apa?" Tiba-tiba saja pendengaran Letizia agak bermasalah, yang benar saja.. memang Ella bisa menggunakan busur dan panah? Menggunakan garpu saat makan saja dia tak pandai.
"Aku minta maaf padamu karena tak memberi tahumu sedari awal, kau tak keberatan bukan? Tahun besok kau bisa pergi bersamaku tapi tahun ini biarkan Ella yang pergi bersamaku." Elard mencoba berbicara selembut mungkin pada Letizia, tapi tangannya tetap merangkul pundak Ella yang menunduk, mungkin Ella merasa tak enak pada Letizia.
"Apa kau yakin? Maksudku.. memang dia bisa memanah? Aku tak mau Algernia menjadi bahan tawaan kerajaan lain nanti. Lagi pula ini acara tahunan untuk para raja dan ratu, bukan untuk para selir." Ella semakin mengeratkan genggamannya pada busur yang ia pegang, sedangkan Elard sudah menatap Letizia dengan pandangan tidak suka. Selalu saja Ella, semuanya menjadi kacau semenjak kedatangan Ella. Kata-kata Xavier menjadi jelas sekarang.
"Letizia aku tak suka arah bicaramu, memang apa salahnya Ella ikut, sebagian raja yang mengikuti kompetisi ini juga datang dengan selir mereka. Mengertilah Letizia, ini yang pertama kalinya untuk Ella." Ingin rasanya Letizia menebas leher Elard sekarang juga, dia ingin Letizia selalu mengerti tapi tak mau mengerti perasaan Letizia. Dan Ella, oh tuhan.. wajahnya yang berlaga lugu benar-benar memuakkan, gadis itu benar-benar d***u ingin sekali Letizia mencakar wajah medusanya.
"Para raja yang datang dengan selir mereka karena ratu mereka sedang berhalangan untuk datang, makanya para selir yang menggantikan. Bilang saja terus terang kepadaku kalau kau tak mau pergi denganku, jangan berderama ini yang pertama kalinya untuk Ella." Elard yang mendengar perkataan Letizia semakin menunjuka wajah tak sukanya, tangannya masih setia di pundak Ella yang semakin menunduk, Elard mencoba menenangkan Ella dari perkataan Letizia yang menusuk hati.
"Terserah apa katamu, yang penting aku sudah memberi tahumu kalau aku pergi dengan Ella. Kau tahu Letizia? Semakin hari kau semakin membuatku muak dengan tingkah lakumu yang kurang ajar. Tidak bisakah kau berhenti menyakiti Ella? Dia bahkan tak melakukan apa-apa padamu kenapa kau selalu seperti ini padanya." Letizia hanya tersenyum kecut, Elard benar-benar buta. Pria b******k, s****n, persetan dengan semua kata-katamu! Ella tak melakukan apa-apa? Yang benar saja.. dari awal dia yang mulai, dia yang pertama menyalakan api permusuhan dengan Letizia, jadi jangan salahkan Letizia jika dia bersikap demikian padanya.
"Kau buta. Gadis Medusa ini sudah meracunimu, kau hanya melihat dengan sebelah mata Elard, tak lihat kah kau kalau aku pihak yang paling dirugikan? Dia datang mengambil semuanya dari ku, salahkah aku mempertahankan sesuatu agar tak diambil darinya? Tentu saja.. aku memang selalu salah di matamu semenjak ada gadis ini." Letizia mencoba menekan suaranya sekecil mungkin tapi dengan nada yang mendramatisir, dia tak mau orang-orang melihat mereka sedang bertengkar. Ella sendiri yang membawa dirinya masuk di kehidupan Letizia, jangan salahkan Letizia kalau hidup Ella tak akan bahagia selama Letizia masih hidup. Apa yang Letizia miliki tak boleh lepas dari genggamannya, perjuangannya selama ini tak boleh sia-sia hanya karena gadis lugu yang tak bisa apa-apa. Tidak boleh dan tidak akan.
"Sudah cukup Letizia, aku tak mau acara ini hancur karena sikap egoismu. Entah apa yang aku pikirkan dulu sampai menikahi gadis sepertimu!" Suara Elard masih pelan namun penuh penekanan, kata-kata yang begitu tajam menusuk hati Letizia. Selalu saja Elard membela Ella, ingin sekali rasanya berteriak dengan keras pada Elard kalau Letizia tak salah.
Elard segera pergi dengan Ella meninggalkan Letizia yang berdiri mematung dengan wajah tak percaya, Elardnya benar-benar sudah tak mencintai Letizia lagi. Ingin sekali rasanya memaki Elard dengan keras rasanya hati Letizia tak terima kalau dia selalu disalahkan. Memang raja boleh memiliki selir, tapi Elard begitu tak adil pada Letizia.
"b******k!" Gumam Letizia pada dirinya sendiri.
Tanpa diketahui Letizia, ternyata Xavier sedari tadi memperhatikan Letizia dari jendela kerajaan Algernia. Senyumnya begitu lebar melihat derama yang baru saja ia saksikan, gadis pujaannya yang selalu pintar begitu naif menghadapi permasalahan ini. Dia hanya menyia-nyiakan dirinya sendiri untuk menghadapi Elard, Letizia tak menyadari kalau dirinyalah yang dibodohi oleh Ella, Ella yang terlihat lugu tak selugu pikiran dan hatinya. Oh.. Xavier tahu betul siapa Ella.
"Apa aku bilang.." Xavier bergumam sendiri melihat Letizia pergi meninggalkan aula istana.
***
"Para raja dan ratu yang terhormat, selamat datang di Algernia. Kompetisi berburu antar kerajaan tahun ini akan segera dimulai, pastikan perlengkapan kalian sudah terkemas." Elard dengan suara lantang menyuarakan suaranya menandakan bahwa kompetisi akan segera dimulai, dia ditemani oleh Ella tentu para raja dan ratu terlihat bingung melihat Letizia hanya duduk di bangkunya tak menemani Elard.
"Aku juga ingin memperkenalkan seseorang pada kalian semua, ini Ella de Alger yang akan menemaniku pada kompetisi tahun ini." Seketika terdengar suara dari kerumunan para raja dan ratu yang hadir, mereka tak menyangka bahwa Letizia tak akan ikut menemani Elard padahal dia terlihat tak ada kesibukan atau sesuatu yang menghalangi dia untuk ikut kompetisi. Xavier yang terlihat tersenyum sendiri di kerumunan itu, matanya tak henti memandang Letizia yang memasang muka tenangnya. Sedangkan Reina dan Stania sudah memaki Elard dengan suara kecil, mereka berdua memandang sengit pada Elard.
"Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, raja dan ratu yang berhasil membawa hasil buruan terberat dan terbesar maka ia yang akan menang. Dan dengan ini kompetisi berburu tahun ini resmi aku buka." Dan seketika riuh tepuk tangan memenuhi aula kerajaan Algernia, tapi seketika senyap saat Xavier berdiri dari duduknya dan berjalan ke tengah aula.
"Maaf menyela, aku belum memiliki pasangan. Seperti yang kalian ketahui Tharnos belum memiliki ratu dan para selir ku tak ada yang berguna. Kalian semua tak keberatan bukan kalau aku mencari pasangan terlebih dahulu baru setelah itu kompetisi ini dimulai?" Semua yang di alua hanya terdiam, mereka sebenarnya tak suka Xavier menghalangi kompetisi ini tapi mereka masih punya harga diri yang lebih penting, dari pada nanti harga diri mereka jatuh karena mulut Xavier lebih baik mereka diam.
"Tentu saja raja Xavier, silahkan." Elard menjawab mewakili semuanya, sebenarnya Elard tak mau mengatakan itu tapi apa boleh buat. Dan memang ada gadis yang mau berpasangan dengannya? Mereka akan berpikir seribu kali untuk mau menjadi pasangan xavier, karena tak ada yang menjamin nyawa mereka akan selamat jika Xavier sampai kalah dalam kompetisi ini. Xavier benci kekalahan, dia lebih suka berdiri di atas dan tak sudi untuk dikalahkan. Sifatnya terkenal buruk di mata kerajaan lain bahkan rakyatnya, bahkan ada kabar mengatakan banyak rakyat Tharnos bermigrasi ke kerajaan lain karena tak tahan dengan cara memerintah Xavier.
Para raja dan ratu mulai saling berbisik, mana ada gadis yang mau berpasangan dengan Xavier. Tapi kalau nanti Xavier sampai tak mendapatkan pasangan, mereka tak yakin kompetisi berburu tahun ini akan di adakan. Elard sendiri sedang merutuki nasibnya, kenapa Xavier membuat ulah pada saat kerajaannya menjadi tuan rumah, tentu saja Algernia akan menjadi sasaran empuk Xavier untuk di permalukan. Ella sendiri menatap Xavier dengan pandangan tidak suka, dahinya mengernyit menebak-nebak apa yang sedang dilakukan Xavier kali ini. Dan Letizia masih duduk tenang di tempatnya tapi hatinya sedang berkecambuk, matanya menatap Xavier dan Xavier pun sedang menatapnya, oh jangan bilang Xavier akan menyeret Letizia.
"Yah apakah ada putri yang belum mendapat pasangan atau yang bersedia menjadi pasanganku, ratu Letizia mungkin..?" Matanya menatap Letizia dengan senyum penuh artinya, aula kerajaan Algernia mendadak sunyi dan semua pasang mata menatap ke arah Letizia menunggu jawaban Letizia.
***
TBC
Rara_Olvie