Di tempat lain, masih dengan pembahasan yang sama. Megan menjelaskan seputar sinyal yang sempat terbaca sistemnya. Dengan Benzie yang akan memberikan dukungan berupa aktifitas yang telah ia lacak.
Seperti sekarang, saat Mr. Jazz bertanya apa yang membuktikan bahwa sinyal tersebut adalah the future yang lain.
“Secara kode sistem dan sinyal tunggal yang tertinggal, saya telah memeriksa beberapa hal melalui sistem perangkat rahasia kita, Sir. Dan sama sekali tidak terbukti bahwa sinyal tersebut dari jangkauan lain tapi, dari luar planet lain,” jelas Benzie.
Tak lupa ia menunjukkan layar tab yang telah ia lacak.
“Ini data yang tersedia versi digital EvexC, Sir. Di sini juga tertera jelas bahwa sinyal limited tersebut dihasilkan dari rakitan sistem yang langka.”
“Bukan dari rekayasa perangkat milik Sitra?”
Perusahaan nasional yang bergerak di bidang robotics. Secara sarana dan prasarana, tentu Doujav Corp lebih maju tapi, Sitra juga dikenal handal dalam setiap melakukan dan mengolah mesin pintar mereka. Manipulasi berbagai macam data komputer untuk mengelabui lawan bisnis mereka.
Perusahaan kotor namun berhasil terselamatkan karena data private setiap kisinya sangat terjamin.
“Sitra bahkan tidak mencium sinyal ini, Sir.”
Atau mungkin saja belum. Dalam hati pun Benzie mewanti-wanti hal tersebut. Akan cukup repot jika sinyal yang serupa jenis dan kesulitannya seperti Megan sampai terdengar oleh perusahaan lawan mereka itu.
Sitra yang kompetitif, dan licik.
“Berkaitan atau tidaknya Sitra dengan sinyal ini, tetap saja kita harus mengetahui dari mana sebenarnya sumber sinyal tersebut berasal.” Megan menyahuti. Di sebelahnya, Benzie mengangguk setuju.
“Apa yang bisa kuandalkan dari kalian berdua kalau mengenai hal seperti ini saja kita menghabiskan waktu lebih dari seminggu untuk menemukan asal sinyal tersebut.” Pedas. Kalimat Mr. Jazz mulai menyenggol sisi seensitif Benzie.
Dia tidak suka direndahkan. Dan sekarang perkataan Mr. Jazz seolah sedang meremehkannya.
“Sir, ini adalah the future yang lain. Sebagaimana yang Anda bilang tadi.” Dengan percaya diri, Benzie menyampaikan opininya.
Yang tentu saja membuat Mr. Jazz menatapnnya cukup tajam.
“Jangan hanya menebak apa yang sudah kukatan, Benzie. Pekerjaan kalian cenayang yang asal tembak untuk menentukan benar atau tidaknya.” Sinis balasan yang Benzie terima.
Mulai jengah, Benzie menghela napas kesal. Di bawah sana diam-diam kedua tangannya mengepal erat. Namun, wajah yang ia tampilkan tetap tenang tanpa memunculkan tanda-tanda emosi sedikit pun.
“Sistem AB dari konektifitas yang terbaca, mendatangkan sinyal yang hanya terlihat jika kedua perangkat berada dalam posisi dekat. Cara kerjannya hampir sama seperti wifi, Sir. Hanya saja, untuk menyambungkan dan membaca datanya sangat sulit.” Pelan-pelan, Benzie kembali menerangkan.
Jangan terpancing emosi atau dirinya sendiri yang akan menjatuhkannya. Benzie adalah tipa yang penuh kehati-hatian.
“Megan pernah bertemu dengannya saat malam itu di mini market. Fisik menyerupai manusia asli dan susunan tubuh yang sempurna sebagaimana manusia pada umumnya. Sudah jelas, dialah the future yang lain itu.”
Hal yang menurut Benzie yang sederhana dan mudah sekali, kenapa harus dibesar-besarkan seolah ini adalah permasalahan yang kompleks.
“Kita hanya perlu menemukannya secepatnya, dan saat sinyalnya kembali terbaca di sistem Megan, kita harus melacak dan meretas data hingga akarnya. Berdasarkan pengalaman, kita memiliki Megan yang struktural dan rangkaian tubuhnya sangat modern, menandakan bahwa the future yang lain itu juga memiliki hal yang sama.”
“...”
“Benar, Sir. Satu data besar yang berhasil kutemukan adalah bahwa sinyal tersebut memanglah the future yang datang dari masa depan. Berwujud manusia berjenis kelamin perempuan.” Megan ikut menambahi.
Benzie mengangguk cepat. Pembahasan mereka sudah sejauh ini jadi, dari pada menjellaskan lebih panjang lagi tanpa menunjukkan bukti lainnya yang valid, Megan segera membuka akses datanya yang terletak di depan dadanya.
“Ini gambaran fisik yang pertama kali kutemukan di depan mini market tersebut, Sir.”
Chip tanpa logo dan nomor seri tersebut bekerja dengan baik. Dari mini screen di bagian depan anggota tubuh Megan menunjukkan siluet gambar Future namun tidak jelas. Buram pada beberapa titik terpenting.
“Jenisnya terkonfirmasi the future dari masa depan. Dia datang dari planet dan tahun yang sama denganku. Pergerakkan dan sinyalnya sulit terbaca karena lintas sinyalnya terputus saat ia sampai ke bumi, sehingga kemungkinan besar terdapat kerusakan pada sistem XB-nya,” jelas Megan.
“XB?” Mr. Jazz bertanya sembari melipat kedua tangannya dengan sombong.
“Iya, kami sebagai kloningan dari X- manusia memberikan data XB sebagai salinan perangkat. Ini akan mempermudah membaca sistem baik saat daya terisi ataupun habis.”
Yang Mr. Jazz ketahui bahwasanya sistem XB sendiri dikelola hanya oleh profesor terlatih yang sudah berpengalaman. Berhubungan dengan sensor yang sangat manipulatif, tentunya data XB bukan dari sembarang profesor.
“Ah!”
Seketika otak jenius Mr. Jazz bekerja dengan cepat. Dalam sejenak ia bisa memahami data B yang mereka bahas.
“Kloningan manusia bahkan menjadi prosedur yang langka dan hanya bisa dilakukan oleh para bedah dan dokter-dokter terpilih. Dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan data XB dari hasil kerja para profesor jenius dari masa depan, itu berarti bahwa the future bisa saja kloningan manusia yang direkayasa menjadi sebuh robot?!” Begitu yang Mr. Jazz pahami.
Pria dewasa itu juga sudah mencari data secara privasi dari sinyal yang meresahkan mereka. Ditambah mendengar penjelasan Megan barusan, ia semakin yakin pada persepsinya.
***
“Betul, mereka adalah kloningan manusia yang direkayasa menjadi sebuah robot dalam percobaan merancang dunia modern untuk masa depan. Prosedur ini dilakukan di luar angkasa dalam planet yang memungkinkan untuk terjadi kehidupan di sana.”
“Aku setuju degan Kak Alan, data kloning XB bukan situs biasa yang mudah dimasuki perangkat lain. Ini membuka menu baru pada prosedur kloningan manusia untuk menjadi robot seutuhnya.” Clava ikut menyahuti.
Andrew mengangguk, “Tidak ada dalam dunia kerja digital yang tidak mungkin. Semakin maju zaman dan semakin canggih alat-alat yang diciptakan manusia, menunjukkan bahwasannya seribu tahun yang menjadi asal tahun Future muncul adalah data yang mereka isi sebagai ingatan di chip Future.”
“Kalau begitu, apakah the future diciptakan oleh para profesor handal di luar angkasa yang sebenarnya masih terjadi di zaman sekarang?” Clava menambahi.
“Dan mereka diciptakan secara massal dalam prosedur kloning yang baru?!” sambung Alan.
Topik pembahasan yang sama. Baik di Doujav Corp yang sedang Mr. Jazz, Benzie, dan Megan bahas juga turut menjadi pembahasan Alan dan teman-temannya.
Dalam dua tempat yang berbeda, dengan kepala yang berbeda pula namun, topik pembicaraan yang diangkat sama.
Ini tentang Future dan bangsanya yang bernama the future.
Perlahan, satu-persatu puzzle yang berserakkan mulai terkumpul walau belum bisa tersusun. Di mana sisi-sisi yang hilang tersebut mulai memainkan perannya.
Dua sekongkol yang berbeda namun di isi oleh orang-orang memiliki keterkaitan satu sama lain. Bukan sekedar mencari tapi juga mencuri, tidak selalu meebak tapi menembak. Titik jitu lawan yang akan ada saatnya untuk dilumpuhkan.
Bukan antara menang atau kalah melainkan curang dan mewah. See? Dunia cukup merepotkan.
***