------------------------
Selena memaksa Warren menariknya lebih cepat. Begitu kembali ke menara, ia menghubungi Ian, Dorothy, dan Jeremy. Tidak ada jawaban. Hanya napas berat dan suara Gerald tertawa dari radio yang terbuka.
Helikopter polisi mendarat di lapangan dekat mansion. Warren menyalakan suar darurat untuk menunjukkan menara aman, lalu menyerahkan Harris kepada dua petugas pertama. Selena memperingatkan bahwa daftar penonton mencantumkan anggota kepolisian. Mereka tidak boleh mempercayai seragam tanpa memeriksa identitas.
Inspektur Mara Ellison memimpin tim. Namanya tidak ada dalam arsip yang Dorothy kirim. Ia menunjukkan kode penerimaan khusus dari pusat dan memerintahkan dua petugas menjaga tahanan. Selena tetap membawa satu salinan hard disk.
Mereka turun bersama menuju Cantabelle.
Pintu gereja terbuka. Seorang petugas panitia tergeletak ditembak di bahu. Ian berada di samping altar dengan darah di kemejanya, tetapi peluru hanya menggores rusuk. Dorothy memegang pistol yang sebelumnya disembunyikan Gerald di bawah bangku.
Gerald III tidak ada.
Ketika listrik padam, salah seorang panitia membebaskan diri dan menembak Ian. Dorothy membalas, sedangkan Gerald memakai kekacauan untuk masuk ke terowongan. Gelang hitam masih terhubung pada pompa; ia memotong kulit di sekeliling pergelangan agar dapat melepaskannya.
Sinyal pewaris tetap aktif karena gelang berada di Cantabelle, tetapi Gerald kini berkeliaran tanpa pelacak.
Isabelle juga hilang.
Dorothy bersikeras Isabelle mengejar Gerald untuk mencegahnya mencapai ruang arsip. Ian menduga Isabelle justru bekerja sama dengannya. Sebagai penjaga pertama, perempuan itu mengetahui setiap pintu rahasia.
Selena mengingat pengakuan Isabelle: ketakutan tidak menghapus tanggung jawab. Ia belum tahu apakah Isabelle benar-benar berubah atau hanya menyelamatkan warisan dengan cara lain.
Inspektur Ellison membagi tim, tetapi Selena menolak berpisah jauh. Mereka mengikuti noda darah Gerald menuju ruang bawah Cantabelle. Thomas menemukan tanda ukiran baru pada dinding. Tanda itu menunjuk ruang pengadilan keluarga yang tidak tercantum di denah.
Di balik pintu besi, Isabelle berdiri menghadapi Gerald. Pria itu menempelkan pisau pada lehernya dan memegang obor di tangan lain. Sekeliling mereka dipenuhi kotak dokumen asli.
'Turunkan senjata atau sejarah ini terbakar,' katanya.
Ellison menyuruh semua orang mundur. Gerald meminta helikopter, bahan bakar, dan hard disk. Ia juga menuntut Ian ikut sebagai jaminan karena hanya Ian yang dapat membuka rekening keluarga di luar negeri.
Ian maju satu langkah. Isabelle berteriak agar ia berhenti.
'Kau ingin pewaris?' kata Ian kepada Gerald. 'Aku datang. Lepaskan dia.'
Gerald tersenyum. Ia tidak menyadari Selena bergerak melalui lorong samping yang ditunjukkan Dorothy. Warren mengalihkan perhatian dengan membacakan nama para korban dari buku. Setiap nama membuat Gerald semakin marah.
'Mereka hanya pemain,' bentaknya.
'Mereka manusia,' jawab Warren.
Selena mencapai belakang rak. Isabelle melihatnya, tetapi tidak mengubah ekspresi. Saat Gerald menarik Ian lebih dekat, Isabelle menginjak kakinya. Selena menendang obor dari tangannya. Thomas menarik Ian, sementara Ellison menembak pisau Gerald hingga terlepas.
Gerald mencoba membakar dokumen dengan korek kecil. Dorothy memukul tangannya memakai tongkat. Warren dan dua petugas memborgolnya dengan rantai ganda.
Kali ini Gerald tidak tertawa.
Isabelle menyerahkan kunci seluruh ruang kepada Ellison. Ia juga menyerahkan diri sebagai bagian dari panitia. Ian mencoba mengatakan bahwa ia membantu menghentikan permainan, tetapi Isabelle menolak dibebaskan dari masa lalu.
'Saya akan menjelaskan semuanya di pengadilan,' katanya. 'Pertolongan terakhir tidak menghapus tahun-tahun ketika saya diam.'
Dorothy mengikuti langkahnya. Ia mengaku menjadi pengawas dan meminta perlindungan bagi keluarganya sebagai imbalan kesaksian penuh. Ellison menerima keduanya sebagai saksi sekaligus tersangka sampai penyelidikan menentukan peran masing-masing.
Thomas kemudian maju. Ia mengakui penyerangannya ketika dirasuki cincin dan keputusannya mengikuti permainan karena keserakahan. Jeremy menegaskan kerasukan tidak dapat dibuktikan secara hukum, tetapi luka, rekaman, dan zat yang diberikan panitia dapat menjelaskan perilakunya.
'Apa pun namanya, aku tidak akan lari,' kata Thomas.
Menjelang fajar, helikopter kedua dan kapal cepat tiba. Korban luka dievakuasi lebih dulu. Ian menolak tandu sampai Jeremy dan Dorothy naik. Selena menyerahkan satu salinan arsip kepada Ellison, satu kepada media yang sudah dihubungi Dorothy, dan menyimpan salinan terenkripsi untuk mencegah bukti menghilang.
Ketika mereka mendekati pantai, sensor protokol berbunyi. Gelang Gerald harus tetap di pulau sampai matahari terbit, tetapi air pasang hampir mencapai Cantabelle. Polisi ingin membawa seluruh tahanan sekarang.
Matahari akan muncul dalam tujuh menit.
Gerald memandang gelang di altar dan tersenyum kembali.
'Ambil aku, dan bukti terakhir terbakar. Tinggalkan aku, dan kalian melanggar aturan penyelamatan.'
Selena menyadari ada pilihan ketiga. Buku nama masih memuat cap logam penjaga pertama. Cap itu mungkin dapat menggantikan identitas gelang.
Namun untuk memasangnya, seseorang harus kembali ke ruang kontrol sebelum fajar.
Tidak ada seorang pun meragukan bahwa mereka akan mencobanya.
Ellison memerintahkan petugas medis menyiapkan perahu dan menandai setiap orang yang keluar. Ia tidak ingin seorang anggota panitia menyamar sebagai korban. Dorothy membantu mencocokkan wajah dengan daftar staf, sementara Thomas mengenali dua orang yang sebelumnya mengawasi permainan dari balik topeng.
Jeremy berdiri di dekat garis air dan membacakan doa terakhir bagi mereka yang jasadnya belum ditemukan. Tidak ada penampakan atau suara misterius. Ketenangan itu justru membuat upacara terasa nyata. Ian menambahkan nama Rudolph dan Theresa, bukan untuk membebaskan pelaku, tetapi untuk membedakan korban dari dosa keluarga yang diwariskan atas nama mereka.
Isabelle menyerahkan cincin kunci serta seluruh kode kepada polisi sebelum dinaikkan ke kapal. Ia tahu satu keputusan baik tidak membuatnya bebas dari pemeriksaan. Dorothy duduk di sebelahnya, dan untuk sesaat dua perempuan yang pernah menjaga permainan itu saling mengakui bahwa rasa takut mereka telah dipakai sebagai rantai.
Di kejauhan, Selena dan Warren berlari kembali menuju gereja. Mereka tampak kecil di antara bangunan yang runtuh. Semua orang di pantai menunggu tanpa bicara, menyadari nasib bukti dan para tahanan kini bergantung pada noda darah yang mungkin masih tertinggal pada sebuah cap tua.
------------------------