------------------------
Selena mengambil cap dari sampul buku. Warren ikut berlari tanpa perlu diminta. Ian, meski terluka, menunjukkan jalur terpendek ke Cantabelle. Mereka memiliki enam menit.
Air menggenangi tangga gereja. Retakan pada bukit membuat bangunan itu condong. Di ruang kontrol, gelang Gerald berkedip semakin lambat. Konsol meminta konfirmasi biometrik penjaga pertama.
Cap logam masuk ke lekukan, tetapi sistem tetap meminta darah.
Isabelle berada di pantai dalam penjagaan polisi. Ian menawarkan tangannya. Sistem menolak karena ia keturunan Rudolph, bukan penjaga pertama. Waktu tinggal empat menit.
Warren menghubungi Dorothy. Ia meminta polisi membawa Isabelle mendekat, namun tidak cukup waktu untuk mencapai gereja. Isabelle menjelaskan melalui radio bahwa cap dapat menyimpan sidik darah pemilik terakhir. Darahnya mungkin masih berada pada tepi sampul setelah ia membuka buku.
Selena memeriksa logam dan menemukan noda kecil yang nyaris hilang. Ia membasahinya dengan air steril dari tas medis, lalu menekan cap sekali lagi.
Konsol menerima identitas Isabelle Tramonde.
Pilihan muncul: MEMPERTAHANKAN PENJAGA atau MENGAKHIRI HAK WARIS.
Selena memilih yang kedua.
Sistem meminta dua saksi yang bukan keluarga. Selena dan Warren menempelkan tangan. Ian membaca peringatan bahwa pengakhiran hak waris akan membuka semua arsip bagi publik dan membatalkan kepemilikan pulau.
'Lakukan,' katanya.
Mereka menekan konfirmasi pada detik yang sama.
Gelang hitam retak. Seluruh lampu merah berubah putih. Suara mesin tua berhenti, digantikan bunyi lonceng Cantabelle yang bergerak sendiri.
Matahari muncul di balik laut.
Tidak ada ledakan.
Untuk pertama kalinya, Pulau Tramonde tidak memiliki pewaris dan tidak menuntut korban pengganti.
Selena, Warren, dan Ian keluar ketika dinding ruang kontrol mulai runtuh. Mereka berlari melewati halaman gereja. Sebuah balok jatuh di belakang Ian, tetapi Warren menariknya tepat waktu. Di pantai, Thomas dan Jeremy membantu menarik perahu lebih dekat.
Gerald III dibawa naik dengan borgol pada tangan dan kaki. Wajahnya kosong saat melihat bendera keluarga di atas Cantabelle robek lalu jatuh ke air.
Isabelle berdiri di samping Ellison. Ketika Ian naik ke kapal, keduanya saling menatap. Ian tidak memaafkannya, tetapi ia berjanji akan mendengar seluruh kesaksiannya.
Dorothy memegang buku nama. Selena sempat mengira cap yang dilepas akan merusaknya, namun semua halaman tetap utuh. Nama korban kini menjadi bukti, bukan lagi daftar skor.
Kapal menjauh. Pulau tidak tenggelam, hanya diam di bawah cahaya pagi. Polisi akan kembali dengan tim forensik setelah retakan bukit stabil.
Di Birmingham, mereka dibawa ke rumah sakit terpisah dan dijaga. Selena menjalani pemeriksaan luka serta keracunan. Warren duduk di koridor sepanjang malam meski dokter menyuruhnya beristirahat.
'Kau bilang bertemu di pelabuhan dalam satu jam,' kata Selena ketika akhirnya diizinkan keluar.
'Aku terlambat sedikit.'
'Hampir enam jam.'
'Jam pulau itu tidak dapat dipercaya.'
Selena tertawa untuk pertama kalinya tanpa rasa takut mengikutinya.
Penyelidikan berlangsung cepat karena Dorothy telah menyebarkan salinan. Dua belas lokasi permainan digerebek. Rekening keluarga Tramonde dibekukan. Para penonton mencoba menyangkal keterlibatan, tetapi catatan taruhan dan rekaman wajah tidak memberi banyak ruang.
Inspektur Ellison menemukan tiga petugas di kesatuannya berada dalam daftar. Ia menyerahkan penyelidikan kepada tim nasional agar tidak ada konflik kepentingan.
Gerald didakwa atas penculikan, pembunuhan, konspirasi, dan berbagai kejahatan lain. Para dokter menyatakan ia sehat untuk diadili. Ia terus mengaku sebagai pewaris kutukan, tetapi tanpa cincin dan jaringan panitia, pengakuannya terdengar seperti usaha seorang pembunuh mempertahankan kekuasaan.
Isabelle dan Dorothy mendapatkan perlindungan saksi. Keduanya tetap menghadapi tuntutan atas peran mereka, namun kerja sama dan bukti pemaksaan dipertimbangkan. Thomas menjalani evaluasi dan bersedia memberi kesaksian. Ia juga menemui keluarga Grissham untuk meminta maaf tanpa menuntut pengampunan.
Jeremy kembali ke gerejanya setelah pulih. Ia membuat daftar memorial bagi korban yang tidak pernah dikenal dunia. Ian membantu mengubah aset Tramonde yang disita menjadi dana bagi keluarga korban. Ia menolak memakai nama keluarga itu pada lembaga baru.
Tiga bulan kemudian, Selena dan Warren menghadiri sidang pertama. Gerald menatap mereka dari balik kaca, tetapi tidak lagi membuat Selena gemetar.
Seusai sidang, Dorothy memberikan surat yang ditemukan di dalam sampul buku. Surat itu ditulis Theresa sebelum kematiannya. Isinya bukan ramalan, melainkan permintaan sederhana: siapa pun yang mengakhiri permainan harus hidup, bukan terus menjadi tahanan ingatannya.
Selena membawa surat itu ke pantai. Warren berdiri di sampingnya saat ia membacanya sekali lagi.
'Apa permainan kita benar-benar selesai?' tanya Warren.
'Permainannya selesai. Akibatnya belum.'
'Lalu apa yang kita lakukan sekarang?'
Selena menggenggam tangannya. 'Kita hidup cukup lama untuk melihat mereka dihukum.'
Ponselnya berbunyi. Sebuah pesan tanpa nomor masuk, hanya berisi gambar bidak catur dan satu kalimat:
THE GAMERS TIDAK PERNAH HANYA MILIK TRAMONDE.
Di bawahnya terdapat koordinat sebuah gedung kosong di London serta waktu pertemuan tujuh hari lagi.
Selena menunjukkan layar kepada Warren. Mereka tidak berlari menuju perangkap. Mereka mengirim salinan kepada Ellison, Dorothy, dan Ian, lalu menyimpan ponsel sebagai bukti.
Warren menatap laut. 'Jadi ada permainan lain.'
'Tidak,' kata Selena. 'Sekarang mereka yang diburu.'
Di kejauhan, matahari sore memantul di air. Pulau Tramonde sudah tidak terlihat, tetapi nama korbannya tetap bersama mereka.
Babak pertama berakhir saat para pemain yang selamat memilih menjadi saksi.
Dan untuk pertama kalinya, mereka menentukan aturan berikutnya.
Seminggu setelah pesan London diterima, polisi menggerebek gedung pada koordinat tersebut. Tempat itu kosong, tetapi di ruang bawah ditemukan server, daftar permainan baru, serta puluhan undangan yang belum dikirim. Bukti tersebut menghubungkan kelompok Tramonde dengan jaringan di tiga negara.
Selena tidak ikut penggerebekan. Ia memberi keterangan dari ruang aman dan membiarkan petugas terlatih menjalankan tugasnya. Warren menyebut keputusan itu kemenangan lain: mereka tidak perlu lagi membuktikan keberanian dengan masuk ke setiap bahaya sendirian.
Dorothy menjadi saksi utama dan membantu mengenali pola bahasa para pengawas. Ian menyerahkan dokumen keluarga yang selama ini disimpan pengacara Tramonde. Thomas mulai menjalani terapi serta menulis semua ingatan yang mungkin berguna bagi penyelidikan. Jeremy memastikan keluarga korban memperoleh kabar sebelum nama mereka diumumkan media.
Setengah tahun kemudian, memorial dibangun di Birmingham. Tidak ada lambang Tramonde di sana. Hanya nama para korban dan satu ruang kosong bagi mereka yang belum teridentifikasi. Selena meletakkan salinan surat Theresa di bawah nama Grissham.
Warren berdiri di sisinya saat lonceng dibunyikan sekali untuk setiap korban. Tidak semua luka telah pulih, dan persidangan masih panjang. Namun tak satu pun dari mereka kembali menjadi bidak. Mereka adalah orang-orang yang selamat, bersaksi, dan memilih masa depan sendiri.
------------------------