“Paak,” ucap gadis itu, menepis tangan Mang Onoy, beralih memeluk Rangga yang duduk di sampingnya.
“Andini kangen bapak, Dini kangen punya bapak,”
“Din, kamu mabuk,”
Tak menjawab, tapi gadis itu langsung memagut bibir Rangga dengan ganas. Rangga dapat merasakan bau alkohol dalam balutan rum dari bibir tipis itu. Rangga berusaha mengelak mendorong istri Adit itu dengan pelan, namun si mungil justru menaiki tubuhnya, mengangkangi pahanya, bergerak liar menggoda, menari memberi sentuhan ketubuhnya dengan payyudara mungil yang menggantung.
“Rae,” panggil Rangga lemah. Dikejauhan, dilihatnya Zahra membuang muka, seolah takut menatap padanya, saat tangan Pak Wisnu bertamasya digundukan payyudara yang membulat, meremas, mengusap dan, merangsek tubuhnya seolah ingin menyatu dengan sicantik.
“