“Teeet, buka pintunya, Wooyyy, Edan ni anak,” Mang Onoy menggedor-gedor pintu yang ternyata sempat dikunci oleh Bimo. “Duuuh, bakal bonyok dah tu m***k,” dengusnya, meratapi nasib istrinya dari kaca dapur, yang tengah merem melek menahan gempuran Bimo.
“Kamu ngapain sih Yan, jangan kaya w************n gitu lahh,” bisik Niko pelan, dari nada suaranya tersirat perasaan tidak suka atas apa yang dilakukan Rianti.
“Kamu itu yang kenapa, habis ngSantoap bini orang, terus marah-marah, dan sekarang bilang aku w************n,” suara Rianti meninggi. Emosinya tersulut. Memang Niko sudah menyelamatkannya dari persetubuhan yang liar. Tapi kata-kata yang diucapkan lelaki itu membuat telinganya panas.
Niko terdiam, menyesali apa yang diucapkannya, dirinya juga tidak tau bagaimana bisa hatinya tidak b