Wanita bertubuh semampai itu berlari, menyusuri pasir yang masih menyisakan riak ombak yang baru saja menyapa. Rangga tertawa melihat tingkah Zahra, yang sedang menampilkan sisi childish nya.
Ujung kaki Zahra terlihat sibuk mengukir sesuatu di atas pasir, “RANGGA JELEK”,
“Hahahaaa, Biariiinnn, yang penting disayang Zee,” teriak lelaki itu sambil tertawa, lalu duduk di atas pasir. Membiarkan sang betina yang tengah menikmati panorama pantai pasir putih yang memang sangat jarang ditemui.
Zahra membentang kedua tangannya, seakan memasrahkan tubuhnya pada angin yang menjilati tubuhnya dengan sapuan yang lembut. Jilbabnya berkibar menari-nari mengikuti irama alam yang begitu tenang dan sepi, sangat sepi, jauh dari jamahan keserakahan anak mannusia.
Zahra berjalan menghampiri Rangga, matanya