Niko terdiam, berusaha mencerna ucapan wanita cantik yang kini berbaring pasrah didepannya.
“Apa kamu ingin terus memandangi tubuh istrimu mu ini, waktu kita ngga banyak lho,” lagi-lagi Rianti tersenyum genit, melepas cincin kawinnya lalu meletakkan di meja kecil di samping kasur.
“Istrikuu, hahahaa, dasar nakal,”
Dengan cepat Niko menaiki tubuh mulus si teller bank yang cantik, mengusapi payyudara yang tetap membusung meski pemiliknya sedang berbaring. Menciumi leher yang jenjang, lalu menghisap layaknya seorang vampire, memberi beberapa tanda dikulit yang mulus.
“Kooo, Ooowwhh, jangaaann,” Rianti berusaha mengelak, menghindari adanya tanda merah yang pasti akan dengan mudah dikenali oleh orang lain.
“Bukankah kamu istriku,” celetuk Niko sambil nyengir nakal.
“Huuhh, dasar Nikoo, oo