Niko tertawa mendengar pertanyaan Rianti. Wanita yang berbaring di sampingnya tanpa busana itu memang selalu blak-blakan kalo bicara. Wajahnya pun selalu terlihat ceria, seakan tak pernah memiliki masalah. Begitu berbeda dengan Zahra.
Rianti ikut tertawa. Tangannya terhulur mengusap pipi Niko. “Sayang, tadi aku sudah bilang, aku ingin merasakan sensasi yang sedikit berbeda. Bukan sekedar seks,” ucapnya sambil merapat ketubuh Niko seakan meminta untuk dipeluk.
Wanita itu tau, pemilik tangan kekar yang mencoba memeluk tubuh telanjjangnya dengan erat itu masih bingung dengan apa yang diinginnya. Bibirnya mendekat ke telinga Niko, lalu berbisik lembut. “Aku ingin selingkuh, setubuhi aku sepuasmu, tapi pake cinta,”
Niko tertegun. Dirinya memang sudah beberapa kali mencicipi kenikmatan dari t