Heeyyy cint, Ayo bangun, kita siap-siap, ntar dicariin bu Sofie lhoo,” Zahra coba membangunkan Rianti yang masih tertidur.
Tangan wanita itu mengusap lembut rambut Rianti yang masih agak lembab. Memandang wajah cantik sahabatnya yang terlelap. Terbersit rasa bersalah dihati Zahra atas permainan hati yang tengah dilakoninya bersama Rangga.
“Eehh, Zahraa,”
Rianti terbangun, kaget, dengan panik menutupi bagian atas tubuh yang terbuka dengan selimut.
“kamu sudah pulang,” bangkit, lalu bersandar didinding. Tangannya berusaha menutupi beberapa tanda merah disekitar leher dan dadda dengan selimut.
“Ya sudah pulanglaaah, emang ini jam berapa, hampir jam tujuh sayang, diluar sudah mulai gelap,” jawab Zahra sambil tersenyum melihat tingkah Rianti yang panik. Matanya sudah terlanjur melihat tand