Zahra kaget dengan kata-kata yang keluar dari bibir wanita yang bertelanjjang dadda itu, selimut yang menutupi tubuhnya dibiarkan jatuh. Memeluk tubuhnya erat, layaknya seorang kekasih.
“Maaf Yant, itu hanya cerita masa lalu, tapi harus kuakui, eengghh,” bibir wanita berjilbab itu terdiam, tidak yakin dengan apa yang ingin diucap oleh bibirnya, matanya menatap baju yang berserakan dilantai, celana Niko tampak terselip diantara baju Rianti.
“Karena aku sempat terbuai oleh kisah masa lalu itu,” Sesaat mata Zahra beralih menatap wajah Rianti melalui cermin, “Tapi, Kau memiliki hati lelaki itu, sepenuhnya, percayalah padaku,” ucap Zahra meyakinkan.
“Terimakasih mba,” Rianti memeluk Zahra erat, air mata perlahan menggenangi pelupuk.
“Aku percaya, Rangga akan menjagamu lebih baik dari siapap