Harapan Leona memiliki hari yang tenang sebelum pergi ke akademi hanya tinggal angan saja. Malam itu, tepat setelah rombongan warior pergi ke perbatasan untuk melakukan patroli rutin dan semua pekerjaannya sebagai omega telah selesai, seorang omega yang usianya lebih tua datang menghampirinya, mengatakan bahwa Alpha memanggilnya.
“Ini bukan pertanda baik,” ujar Leona dalam hati. Kenapa Alpha memanggilnya?
Dengan berlari kecil Leona menghampiri ruangan Alpha Rex, namun belum sempat mengetuk pintunya, sebuah suara yang terdengar berat sudah lebih dulu mempersilahkannya masuk ke dalam.
“Selamat malam, Leona. Kuharap kau belum naik ke tempat tidurmu saat aku memanggimu kemari,” Ujar sang Alpha menyapanya.
“Selamat malam, Alpha. Saya baru saja menyelesaikan pekerjaan saat Anda memanggil,” Jawab Leona. Alpha Rex dengan ekspresinya yang datar dan sulit dibaca masih menatap Leona dengan pandangan lurus dan dingin.
“Apakah ada sesuatu yang Alpha inginkan?” Tanya Leona setelah lima belas menit sang Alpha tak kunjung membuka suaranya.
“Duduklah di depanku, Leona. Ada beberapa hal yang perlu kita bahas,” Ujar Alpha Rex dengan suara rendah namun masih terdengar dingin dan tajam, “Apa kita membuat masalah?” tanya Leona pada Fay yang tentu saja sudah meringkuk ketakutan di dalam kepalanya.
Ini adalah kali kedua mereka berbicara di dalam ruangan hanya berdua setelah sepuluh tahun berlalu. Terakhir kali mereka berbicara hanya berdua adalah hari ketika Leona ditemukan di perbatasan Craven Pack saat usianya masih enam tahun.
“Tiga hari yang lalu, Jason Grill, mengirimkan surat padaku. Awalnya aku berpikir itu hanya daftar nama anggota muda kawanan yang akan pergi ke akademi White Mountain dan Wild Wood, tapi aku menemukan sesuatu yang janggal di sini,” ujar sang Alpha.
“Maaf Alpha, tapi saya tidak mengerti dengan apa yang Anda ucapkan,” sahut Leona.
“Namamu berada di daftar werewolf yang akan pergi ke White Mountain, bukankah ini mengejutkan, Leona?” Leona tentu saja terkejut dengan informasi yang baru saja dia dengar. Alpha Rex memperhatikan setiap ekspresi yang ditunjukkan oleh Leona, mencoba untuk melihat kemungkinan yang bisa dia simpulkan dari kejadian ini.
“Kau mengerti apa artinya, Leona?” Gadis itu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban untu sang Alpha. “Itu artinya kau adalah salah satu werewolf terkuat yang dimiliki oleh Craven Pack. Aku tidak menyengka bisa memiliki shewolf sebagai werewolf terkuat di kawanan. Sudah ratusan tahun pack ini hanya mengirim kawanan hewolf ke akademi White Mountain,” Jelas sang Alpha sembari masih medaratkan pandangannya pada Leona yang sudah benar-benar pucat dikursinya.
“Seharusnya aku menyampaikan hal ini besok pagi dan melakukan persiapan untuk kalian yang pergi ke White Mountain dan Wild Wood. Dua akademi itu berada diluar Pack kita, bahkan berada di wilayah di mana werewolf tidak punya kuasa yang kuat. Tapi mengingat namamu berada dalam daftar, ada beberapa hal yang perlu kita bicarakan sekarang.”
Leona mencoba menenangkan dirinya, dia perlu tenang untuk mendengar dan mencerna semua yang dikatakan pemimpinnya saat ini.
“Selama ini aku membiarkanmu berada di dalam barisan omega karena aku tidak mampu melihat bakat dan kemampuanmu dalam barisan yang lebih kuat, kau hanya anak kecil berusia enam tahun saat kau datang dan bergabung bersama kami, kesalahanku karena aku mempercayakan dirimu untuk dijaga dan dibesarkan oleh para omega lainnya, seharusnya aku sedikit memberikan perhatian padamu,” Ujar sang Alpha.
“Tidak, Alpha. Saya mendapatkan perhatian yang cukup, tempat tinggal yang layak dan diterima oleh kawanan ini sudah merupakan pemberian yang sangat berharga dari Anda.”
“Bukan itu yang ku maksud, Leona. Setelah melihat fakta bahwa kau masuk dalam daftar murid White Mountain, kau tidak bisa lagi berada di dalam barisan omega. Besok pagi, aku akan mengirimkan pesan rahasia kepada mereka yang juga diterima di White Mountain, kalian akan melakukan persiapan keberangkatan bersama. Dengan begitu ini adalah malam terakhirmu mengerjakan pekerjaan kasar sebagai omega.”
“Tapi, Alpha…”
Belum Leona menyelesaikan perkataannya, sang Alpha sudah lebih dulu memotongnya, “Kau harus mengikuti persiapan itu. Tidak perlu memikirkan anggota pack lainnya, mereka akan mengerti. Mulai besok kau akan berada dibarisan delta.”
“Tapi Alpha, tidakkah Anda ingin menanyakan sesuatu?” Leona tahu sang Alpha mungkin mulai mempertanyakan semua ini, seorang rogue yang bergabung ke dalam pack dan dibesarkan oleh sekumpulan omega, bagaimana mungkin punya kekuatan yang cukup besar bahkan hingga diterima di akademi yang memang hanya menerima yang terkuat?
“Aku tahu ada yang perlu dijelaskan di sini, tapi aku percaya pada kesetiaanmu. Cepat atau lambat semua ini juga akan terjadi, aku merasa senang dan bangga kawananku bisa mengirim lebih dari 4 orang ke akademi bergengsi. Aku bisa dengan leluasa mengangkat kepalaku di hadapan Alpha lainnya. Aku punya lebih banyak daripada mereka.”
Pembicaraan malam itu tentu saja diakhiri dengan Leona yang bisa melihat sisi lain dari Alpha Rex, rasa pamer, sebuah ekspresi yang seringkali ditunjukkan seorang Alpha kepada Alpha lainnya untuk menunjukkan sebuah keunggulan dari kelompok miliknya.
Meskipun Leona tahu ada hal lain yang dipikirkan Alpha tentang penerimaannya di White Mountain, tapi Alpha Rex memutuskan untuk menyimpannya untuk dirinya sendiri.
Saat pagi menjelang, Leona sudah tidak lagi mengikuti omega lainnya mengerjakan pekerjaan kasar di perkebenan seperti yang dikatakan sang Alpha semalam. Tepat setelah sarapan, semua anggota muda kawanan yang sudah cukup umur untuk pergi ke akademi menerima sebuah surat dari Alpha. Mereka yang diterima di White Mountain dan Wild Wood menerima surat yang lebih tebal berisi instruksi dan persiapan kepergian mereka seminggu lagi.
Semua orang sedang bersuka cita, beberapa kecewa karena tidak mampu memasuki akademi yang mereka mau. Beberapa omega bahkan menangis saat mereka tahu mereka punya kesempatan menjadi warior pack. Beberapa anggota kawanan yang diterima di Wild Wood Academy mulai menunjukkan hal itu kepada semua orang, mengatakan bahwa mereka akan pergi ke Wild Wood, menandakan bahwa mereka akan mendapatkan kasta lebih tinggi dalam kawanan.
Hal yang paling mengejutkan adalah Lidya, gadis keturunan bangsawan yang berharap diterima di White Mountain nyatanya tidak menerima tanda itu sama sekali. Dia diterima di Winterville, akademi untuk warior pack. Jangan tanya bagaimana kondisinya sekarang, yang jelas dia dan semua keluarganya sangat keccewa dan histeris. Bahkan seluruh keluarganya mulai menanyai anggota muda satu persatu dan bertanya di mana mereka di terima, yang mana hal ini juga mengundang sakit hati mereka karena tentu saja beberapa yang diterima di Wild Wood benar-benar menyombongkan diri mereka.
Leona menerima 2 surat, satu surat berisi ucapan selamat atas diterimanya ia di White Mountain dan yang lainnya adalah berisi undangan menghadiri pertemuan dengan Alpha dan Beta untuk menyiapkan kepergian mereka ke akademik.
“Hey, Leo,” seseorang yang tidak diinginkan kehadirannya oleh Leona hari ini pun menyapa.
“Lidya, kau butuh sesuatu?” Leona menyahut seperti saat ia masih berada di barisan omega dan bertugas membantu dan memenuhi semua kebutuhan anggota pack.
“Tidak, aku hanya ingin bertanya, kudengar kau tidak lagi berada di barisan omega,” wajahnya jelas menunjukkan rasa merendahkan dan tidak percaya.
“Ya, aku bukan lagi omega, aku diterima di akademi yang agak tinggi, jadi Alpha memutuskan untuk mengubah posisiku.”
“Hal yang sangat tidak bisa dipercaya, seorang rogue sepertimu…” Lidya memandang Leona seolah sedang menilai dan langsung menunjukkan raut wajah seolah jijjik, sebelum melanjutkan ucapannya “kau pasti diterima di Winterville dan akan pergi ke tempat yang sama denganku. Hufttt aku tidak bisa bayangkan akan menghabiskan empat tahunku dengan omega rendahan dan mantan rogue sepertimu.”
Kepala Leona terasa panas saat mendengarkan Lidya yang mulai berbicara melantur dan menghinanya. Bukan hal baru bagi Lidya menghina orang lain yang posisinya lebih rendah darinya, ini sudah jadi pemandangan yang lumrah terjadi di kawanan ini tapi tetap saja Lidya adalah yang terburuk. Ratu drama, si gadis yang punya Impian terlalu tinggi tapi tidak satupun yang masuk akal.
“Ya, sayang sekali kau harus pergi ke tempat yang sama dengan ku dan mereka, warior yang menyedihkan yang lain, apa White Mountain menendangmu sebelum sekolah dimulai? Sayang sekali, mereka bahkan tidak membiarkanmu menginjakkan kaki ke White Mountain,” Ujar Leona dengan nada penuh ejekan.
Mendengar itu, Lidya tentu saja menggeram marah, wajahnya sudah berubah merah padam dengan mata yang melotot, “Itu bukan urusanmu, rogue.” Lidya pergi begitu saja.
Satu hal yang dipelajari Leona dari apa yang terjadi sekarang, sepertinya untuk membuat dirinya tetap waras dan tenang, tidak membiarkan orang tahu bahwa dia diterima di White Mountain dan membiarkan semua orang berspekulasi bahwa dia masuk ke Winterville adalah pilihan yang paling baik. Beberapa orang tidak bisa mengendalikan perasaannya dengan baik.
Jam menunjukkan pukul 10 pagi, sesuai dengan instruksi dari surat yang ia terima, Leona harus pergi ke pack house bersama dengan werewolf muda lainnya yang diterima di White Mountain.
“Ini akan jadi menyenangkan bukan?” ujar Fay.
“Entahlah, rasanya seperti tidak sabar. Setidaknya kita tahu bahwa kita punya banyak hal untuk dilakukan sekarang.”
Sesampainya di Pack House, Leona bergegas menuju ruangan di mana sang Alpha dan Beta juga anak-anak lain berkumpul dan saat ia membuka pintu ruangan itu, di sanalah dia disambut dengan tatapan terkejut dari sekumpulan werewolf muda yang juga berada di dalam sana. Leona tahu dia mungkin akan jadi pembicaraan paling panas setelah ini.
“Apa aku terlambat?”