Leona bisa melihat dengan jelas ada enam orang di dalam ruangan itu sedang melihat ke arah dirinya, dengan gugup Leona melangkah dan mendekati sebuah kursi kosong tepat di samping Samuel, seorang pemuda yang dikenalnya sebagai salah satu sahabat dekat putra sang Alpha.
“Aku sempat berpikir kau mungkin tidak akan datang,” ujar sang Alpha dengan suara lembut. Sepertinya saat ini sang Alpha benar-benar akan menjadi sosok ayah saat ini.
Sementara itu, 4 anak laki-laki lainnya masih melihat kea rah Leona dengan pandangan tidak percaya. Satu hal yang sama terlintas di kepala mereka saat ini, bagaimana bisa? Dia hanya omega ‘kan?
“Hari ini kita berkumpul di sini untuk membicarakan persiapan kalian untuk pergi ke akademi, sebelum itu, aku sebagai Alpha dari Craven Pack merasa sangat bangga dengan pencapaian ini.”
Pertemuan ini berjalan dengan sangat tenang, sang Alpha hanya menyampaikan hal-hal seperti bagaimana kami harus bersikap dan apa saja yang harus kami persiapkan mengingat tempat tujuan kami terletak di tempat yang terkenal dengan salju abadinya. Dan tentu saja Alpha Rex juga mengingatkan kami pentingnya menjaga kebersamaan dan kesetiaan dalam anggota kawanan werewolf.
Setelah menyampaikan semua itu, Alpha Rex akhirnya meninggalkan ruangan bersama dengan Beta Alex. Menyisakan 5 werewolf muda yang sedang tenggelam dalam perasaan yang tak dapat mereka lukiskan rasanya.
“Aku tidak menyangka kita bisa pergi ke tempat yang sama, Leo.” Ujar Paul membuka suara setelah sekian lama ruangan itu diselimuti kesunyian.
“Aku lebih tidak menyangka, gadis yang sehari-hari hanya mengurus perkebunan pack ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa dan otak yang pintar,” Sahut Samuel.
“Apapun itu, aku senang kau bisa bergabung, setidaknya kawanan kita mungkin lebih banyak dari pada kawanan yang lain, dengan begitu kita bisa jadi kelompok paling kuat di akademi nanti,” Sahut Xander, putra Alpha Rex.
***
Tidak ada yang bisa menyembunyikan rahasia di dalam pack jika yang memegang rahasia itu lebih dari satu orang. Faktanya, werewolf yang terikat dalam kelompok juga terikat dalam pikiran. Mereka berbagi satu sama lain, akan jauh lebih mudah berbagi pikiran ketida dalam wujud wolf, mindlink adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk berkomunikasi.
Gambaran pertemuan mereka pagi itu ternyata berbekas sangat dalam pada ingatan Elliot, seorang warior pack yang juga diterima di White Mountain. Malam ini dengan perasaan bahagia yang membuncah dan membuatnya tidak bisa tidur, dia memutuskan untuk mengikuti ayahnya yang sedang melakukan patroli rutin di perbatasan pack.
Elliot dengan wujud werewolfnya berlari menyusuri perbatasan pack, di kepalanya masih saja terbayang kebahagiaan yang tak terbendung tentang White Mountain dan pertemuan dengan Alpha Rex pagi ini. Tanpa dia sadari, dia seolah memberikan gambaran tentang semua yang terjadi pagi ini pada sekelompok warior yang berlari menyusuri perbatasan bersama, sebuah gambaran yang terputar seperti adegan film yang diulang.
Begitulah pada akhirnya semua orang di pack jadi tahu siapa saja kelima werewolf muda yang diterima di White Mountain. Beberapa menyambut antusias karena Elliot, sang warior, berada di sana, beberapa lainnya merasa tidak adil dan tidak terima. Salah satunya adalah keluarga sepupu Beta Alex, keluarga Lidya yang merasa hak putrinya telah dirampas.
Pagi ini sepertinya tidak akan ada ketenangan sama sekali. Lidya dikenal sebagai warior yang kuat, semua orang sekarang berpikir sama, bisa saja seharusnya Lidya lah yang pergi ke White Mountain dan bukan Leona.
Leona mencoba menenangkan dirinya, perundungan sudah menjadi hal yang lumrah bagi werewolf dengan rank rendah, meskipun dia sudah resmi bukan omega lagi, tapi posisinya masih warior Tingkat bawah.
Orang-orang membicarakannya, memikirkan kemungkinan lain jika saja tidak ada Leona dalam kawanan, keluarga Beta Alex mungkin akan punya kesempatan lagi memiliki penerus yang bisa masuk ke White Mountain mengingat Beta Alex adalah yang terakhir.
Dan keluarga Lidya tentu saja mengajukan protes kepada Alpha.
Siang itu, setelah makan siang bersama di pack house, keluarga Lidya mencoba untuk berbicara dengan sang Alpha di ruang kerja Alpha. Mereka tentu saja mencoba untuk melakukan negosiasi agar Lidya bisa diberangkatkan ke White Mountain, bahkan hingga membawa nama baik keluarga.
“Alpha, keluargaku selalu bisa memberikan pewaris yang kuat pada kawanan, bahkan Alex bukan anggota keluarga pertama kami yang berhasil menjadi Beta di pack ini. Semua orang juga tahu jika Lidya adalah salah satu warior muda paling kuat saat ini, sungguh sangat tidak masuk akal ada seorang omega yang mampu menandinginya,” Ujar ayah Lidya.
Alpha Rex menanggapi penyampaian itu dengan serius. Jika dipikir dengan logika, Leona yang seorang omega di pack memang tidak mungkin bisa melampaui kekuatan fisik dan pikiran dari seorang warior yang sudah terlatih. Namun, permasalahan ini tidak sesederhana itu.
“Aku mengerti kekhawatiranmu, tapi keputusan dari dewan pendidikan tidak bisa diganggu gugat. Mereka sudah menyuntikkan pengenal pada masing-masing calon murid di academy untuk menghindari penipuan dan penyamaran,” Jelas sang Alpha.
Etgar tentu terlihat tidak senang dengan apa yang dia dengar. Membiarkan seorang omega bisa melampaui garis keturunannya jelas adalah sebuah penghinaan pada keluarganya.
“Kita bisa meminta Leona untuk mengundurkan diri, dengan begitu putriku bisa memiliki kesempatan, dewan pendidikan dan kepala sekolah White Mountain akan mempertimbangkan hal ini dan menerima Lidya. Ini adalah sebuah kehormatan bagi Craven Pack untuk mendapatkan satu tambahan kuota, kita tidak bisa membiarkan kesempatan ini diambil oleh anak yang kurang berpotensi.”
Penawaran Etgar memang terdengar masuk akal. Pengunduran diri calon murid academi White Mountain sudah biasa terjadi, sebagai gantinya dewan pendidikan akan dating kembali dan mengundang anak lain yang memiliki potensi untuk bergabung.
“Aku memahami kemungkinan yang bisa terjadi, kita semua tahu proses seleksi selalu menggunakan penilaian poin dan ranking untuk menentukan di mana anak-anak kita diterima. Tapi, Etgar, ada kesalahpahaman di sini, Craven Pack tidak mendapatkan kuota tambahan untu White Mountain, dan posisi rank putrimu di poin seleksi bukan di posisi enam, melainkan lima.”
Penjelasan dari Alpha Rex tentu saja bisa di dengar dengan jelas semua orang dalam ruangan itu, Etgar-ayah Lidya, Silla-Ibu Lidya, Lidya, Beta Alex, dan tentu saja Xander yang selalu berusaha berada di dekat ayahnya.
Lidya yang mendengar bahwa namanya berada di urutan kelima ranking poin tentu saja merasa senang, “Jika namaku berada di urutan kelima, bukankah artinya aku yang seharusnya pergi dan bukan Leona? Ini tidak adil, sepertinya terjadi kesalahan ‘kan?”
“Lidya, sepertinya kau tidak mendengarkan penjelasanku dengan baik. Tidak ada penambahan kuota, setiap pack werewolf akan mengirimkan empat kawanan muda terkuat tanpa terkecuali. Namamu berada di urutan kelima, Lidya.” Alpha Rex sekali lagi mencoba membuat Lidya mengerti meskipun dengan jelas masih terlihat dari raut wajah gadis kecil itu, dia masih bersih keras.
“Tapi bagaimana bisa Leona diterima?” Lidya sekali lagi bertanya dengan ambisi yang masih bisa didengar.
“Nama Leona tidak berada di nomor empat, dia berada di nomor satu, mendapatkan poin seri dengan Xander.” Sebuah fakta yang kedengarannya kembali membuat seisi ruangan menegang.
“Tapi bagaimana bisa?” Lidya bergumam pelan.
“Samuel berada di urutan nomor empat, dewan pendidikan bahkan tidak bisa memutuskan apakah mereka harus melanggar peraturan seleksi dengan hanya menerima murid dengan tiga poin tertinggi disaat peraturan dari White Mountain sudah jelas harus menerima empat poin tertinggi.”
“Saat surat penerimaan murid dikirim, semua murid sudah terdaftar di akademi, Craven Pack sudah mendaftar dengan jumlah anggota penuh, sekalipun kau mencoba membuat Samuel mengundurkan diri, Craven Pack akan berada di jumlah yang seharusnya.”
“Dan maaf Lidya, aku harus mengucapkan ini untuk membuatmu lebih menerima keputusan ini. Poin yang kau raih dan poin yang diraih Samuel di peringkat empat terlalu jauh untuk dikejar.”
Pembicaraan berakhir dengan kekecewaan di kubu keluarga Lidya. Tidak ada yang bisa mereka lakukan, sekalipun membuat Samuel mengundurkan diri, Lidya tidak akan bisa pergi karena Leona berada diurutan pertama setara dengan Xander.
Seperti yang diketahui, werewolf tidak akan bisa menyembunyikan rahasia dari kawanannya. Sekali lagi informasi ini menyebar luas, semua orang jadi tahu alasan Leona diterima oleh White Mountain, poin yang seri dengan Xander, Elliot sang anak warior kelas rendah bisa mendapatkan poin lebih tinggi dan berada di garis aman sehingga tidak akan bisa diganggu oleh keluarga Lidya.
Tapi semua itu tentu saja tidak cukup membuat suasana menjadi lebih baik. Rasa iri tetap saja melambung tinggi di antara kawanan. Para omega yang biasanya bermain dan berbicara dengan Leona tidak lagi menganggap Leona bisa diajak bicara karena posisi rank mereka yang sudah berbeda. Sementara warior masih juga tidak bisa menerima Leona dengan begitu saja mengingat Leona yang diadopsi kawanan bukan anak yang lahir di kawanan itu.
Sore itu, Leona sedang duduk dibawah pohon di belakang pack house. Udara sejuk sore ini sangat baik untuk dinikmati dengan segelas s**u hangat yang terletak di sampingnya. Di tangannya ada sebuah buku catatan yang dia baca berulang kali bertuliskan apa saja kebutuhan yang dia perlukan selama dia jauh dari pack.
Jenis pakaian dan barang-barang penting lainnya, gadis itu terus saja mengecek satu persatu sembari mengingat apa yang sekiranya perlu dia bawa.
Tanpa disadarinya Xander berdiri tak jauh darinya, memperhatikan penampilan Leona dengan lebih dalam dan tatapan menilai. “Aku mendengar dari ayahku, kalau kita mendapat poin yang sama dalam seleksi, bagaimana kau melakukannya?”