Louwis berlari melewati lorong-lorong Castle besar itu, keringat membanjiri wajah imut Louwis. Nafas nya terengah-engah dengan manik hitam yang memancarkan kegelisahan. Tujuannya hanya satu, menuju ruang singgasana Raja Ladwig ayahnya. Pria itu terlalu bodoh dan berfikir gegabah, mungkin jika Louwis sedikit berfikir ia akan menggunakan portal yang langsung membawa pria itu tanpa memakan waktu seperti ini.
Pintu besar dengan beberapa penjaga di depannya membuat Louwis bernafas lega, akhirnya ia sampai. Kedua penjaga itu seketika membungkuk hormat dan segera membuka pintu untuk prince NECROMANCER itu.
“Ayah” Tubuh Louwis menegang di ambang pintu, nafas nya tercekat kala melihat ayah nya tengah mengobrol dengan Lord Renald, penguasa dunia Immortal itu juga membawa istri, anak dan panglima Castle bersama mate nya.
Louwis menelan salivannya kasar saat semua pasang mata menatap nya, ia segera membungkuk hormat kepada semua dan berjalan mendekat dengan perasaan gelisah. Mengapa di saat seperti ini petinggi Castle witch datang berkunjung? Apa yang harus ia katakan, pasalnya Louwis sangat mengetahui kedekatan Queen Keyra dan Carrie.
“Kebetulan sekali kau datang Louwis. Lord, Queen, Panglima, pangeran Ell dan nona Anne ingin bertemu mate kakak mu.”
Perkataan Raja Ladwig seolah menghantam Louwis sangat keras, manik hitamnya bergerak gelisah. Wajah pria itu bertambah pias, “A-ayah sebenarnya” Rasanya sangat sulit Louwis mengeluarkan suaranya.
“Ada apa Louwis?” Tanya Raja Ladwig seolah membaca tingkah anaknya yang sedikit aneh.
Pria itu menarik nafas nya dalam-dalam, ia tak ingin membuang waktu lagi, “Telah terjadi sesuatu pada Carrie” Ucap Louwis dengan sekali tarikan nafas, tetapi mereka dapat menangkap dengan jelas perkataan Louwis itu.
“Apa?! Ada apa dengan Carrie?” kali ini Keyra bersuara, ia terkejut dengan penuturan Prince NECROMANCER itu. Pantas saja sejak kemarin perasaan Keyra terus saja gelisah.
“A-aku tidak bisa menjelaskannya Queen. Kita harus segera ke kamar kakak, m-maksudku prince Azreal” Jawab Louwis menyesal, ia tak bisa menjelaskan situasi saat ini.
“Tunjukkan jalan nya” ucap Keyra cepat menyeret Renald yang masih berdiam di tempat, diikuti yang lain.
Namun, Renald segera menarik Keyra hingga menabrak d**a bidang nya, “Tenanglah, Amour”
“Kita akan menggunakan portal” lanjut Renald merentangkan tangannya, tidak lama kemudian lingkaran dengan pusaran angin hitam muncul di hadapan penguasa dunia Immortal itu. Mereka langsung memasuki portal tanpa ragu.
Kini mereka tepat di sebuah pintu kamar yang sangat besar, manik Renald langsung menajam saat merasa aura gelap di sekitar nya. Manik biru penguasa Immortal itu berganti menjadi hitam kelam, ia menarik tangan Keyra agar berdiri di belakangnya.
Aura kepemimpinan pria itu menguar sangat kuat, John juga merasa ada hal yang janggal. Panglima Castle itu mengeratkan pelukannya di pinggang Anne yang tengah menggendong Ell. Sedangkan Keyra dan Anne kebingungan dengan tingkah kedua pria itu, juga wajah Raja Ladwig yang menegang.
“Ada apa ini Lord?” tanya John melewati telepati, ia merasa aura Renald juga ikut menguat menunjukkan kepemimpinannya.
“Dia memanggil demon”
Ceklek!
Pintu itu terbuka membuat semua orang sangat terkejut dengan pemandangan di depan mereka. Gadis di atas ranjang dengan gaun putih melekat di tubuh nya, gadis itu memejamkan mata dengan tenang. Di samping gadis itu tampak seorang pria dengan jubah hitam dan mahkota di kepala nya tengah duduk sambil menundukkan wajah.
Bukan hanya itu, kumpulan pria bertubuh besar dengan jubah hitam gelap juga mengelilingi ranjang itu, wajah mereka di tutup oleh tudung hitam.
“Pangeran kegelapan”
Ell memeluk leher Anne erat saat suara tawa menggelegar memenuhi kamar itu, tawa yang terdengar sumbang dan menyeramkan untuk di dengar siapapun.
Dia bukan lagi Putra Mahkota Azreal, manik yang semula violet kini telah berganti dengan manik semerah darah, tatapan pria itu sangat mengintimidasi, seringai menghiasi wajah tampannya dengan aura gelap yang begitu pekat.
“Pangeran kegelapan” ulang Renald melangkah maju, dengan Keyra yang beringsut menjauh. Ini semua tampak sangat menyeramkan.
Semua pria berbadan besar berjubah hitam itu seketika berbalik menatap Renald memperingatkan, pemimpin Immortal itu tak terkejut saat demon di depannya tidak mempunyai bola mata, Renald tak gentar sama sekali. Berbeda dengan kedua gadis yang sudah memekik kaget akan hal itu.
“Ayah”
“Lord bisa mengatasi nya” Ucap Raja Ladwig menenangkan Louwis yang tampak khawatir.
Azreal kembali tertawa keras hingga berdengung di ruangan itu membuat bulu kuduk meremang, bahkan Louwis baru pertama kali melihat sisi gelap kakak nya selama berpuluh-puluh tahun tinggal bersama.
Kaum Witch adalah kaum yang memiliki umur hingga ratusan tahun, kelebihan lain yang di berikan moon goddes adalah Witch dengan ilmu tinggi tidak akan menua hingga sisa hidup nya, berbeda dengan maid, penjaga dan rakyat biasa yang lebih mirip seperti manusia.
“AHAHAHAHAHA! ternyata kau masih mengingat ku. Teman lama” ucap Azreal menjilat jempol nya sendiri.
Renald menyeringai tipis, sebenarnya ia sedikit terkejut saat merasakan aura Pangeran kegelapan di depan pintu kamar Azreal. Yang pria itu tau, bahwa Azreal memang memiliki darah pangeran kegelapan namun tak pernah sekalipun Renald berfikir pangeran kegelapan kembali bangkit dan saat ini berada di hadapannya.
BLAM!
Azreal langsung bangkit dengan manik menajam saat Renald membakar demon yang ia panggil dari alam bawah hingga musnah, rahang pangeran kegelapan itu mengeras dengan aura mengancam
“Apa yang kau lakukan!” Geram Azreal menatap tajam manik hitam Renald dengan berani.
“Untuk apa kau mengundang demon!” kecam Renald tenang tetapi menusuk. Demon yang baru saja di habisi nya adalah demon dengan kemampuan rendah sehingga Renald dengan mudah memusnahkan makhluk itu dengan bola api nya.
“Untuk apa aku mengundang demon? HAHAHAHAHA!” Azreal mengulang ucapan Renald dengan tawa menggelegar, entah apa yang membuat pria itu senang kali mengeluarkan tawa menyeramkannya.
Dalam sekejap tawa Azreal berhenti, manik merah darah nya menatap Carrie dengan sendu. “Mate ku mati” Lirih pria itu sedih.
Mereka tersentak kaget, “BOHONG! KAU PASTI BOHONG” Pekik Keyra melangkah maju namun tangannya langsung di cekal oleh Renald. Air mata wanita itu menetes menatap tubuh pucat Carrie di atas ranjang. Bukan hanya Keyra yang terpukul mendengar kata-kata Azreal, mereka semua bahkan Anne sudah menangis tak percaya dalam dekapan John.
“Tidak mungkin, pasti dia berbohong kan Renald” Lirih Keyra tak kuasa menahan air mata nya, tangan wanita itu mengguncang tubuh Renald yang hanya berdiam diri.
Carrie adalah gadis yang kuat, Keyra yakin ini semua hanya omong kosong. Sahabat nya tak mungkin pergi secepat ini, Carrie tak akan meninggalkannya.
“RENALD, MENGAPA KAU DIAM SAJA. KATAKAN INI HANYA OMONG KOSONG...hiks...hiks..Carrie tak mungkin pergi”
Renald langsung mendekap istrinya, ia sungguh tak kuat melihat Keyra menangis pilu seperti itu. Namun, Keyra terus memberontak membuat Renald kewalahan hingga pelukannya terlepas dan Keyra berlari menubruk tubuh Carrie di atas ranjang.
Geraman yang berasal dari Azreal membuat Renald langsung mengacungkan pedang nya, “Jangan pernah kau menyentuh istri ku” Tukas Renald penuh perintah.
Keyra menangis histeris di samping tubuh Carrie, wanita itu memeluk tubuh sahabatnya yang terasa dingin dari biasanya. “Carrie..”
“Katakan ini hanya omong kosong, kau tidak akan meninggalkan ku kan?..hiks..hiks”
Keyra menggeleng-gelengkan kepala nya, kenyataan ini terasa tidak nyata untuknya. Carrie tidak mungkin pergi. Wajah cantik Keyra sudah di banjiri air mata yang terus mengalir deras.
“Kau sudah berjanji untuk baik-baik saja..hiks...hiks” Keyra meremas d**a nya yang sesak, wanita itu menangis dengan pilu masih memeluk tubuh Carrie.
“Bagaimana dengan Ell jika kau tidak ada...hiks..hiks. Siapa yang akan mendengarkan keluh kesah ku...hiks. Ayo jawab!” pekik Keyra memukul-mukul d**a nya sendiri yang terasa sesak.
Kehilangan seorang sahabat yang telah menemani di saat kita sulit adalah hal yang sangat menyakitkan. Keyra merasa gagal menjaga Carrie, ia adalah sahabat yang buruk. Carrie belum mendapat kebahagiaannya, tetapi mengapa tuhan harus mengambilnya secepat ini?.
“Carrie..hiks...ayo buka mata mu! Jangan seperti ini” Keyra mengguncang-guncang tubuh Carrie berharap gadis itu merespon sesuatu. Namun, tak ada. Carrie sudah kembali ke pangkuan tuhan untuk menjemput kebahagiaannya di dunia lain.
“Mengapa harus secepat ini Carrie....hiks..hiks
“Maaf..hiks...hiks maaf aku belum bisa memberi mu kebahagiaan. Maaf, aku belum bisa menjadi sahabat yang baik untuk mu...hiks..hiks maaf” Lirih Keyra mengecup kening gadis itu untuk terakhir kali nya.
“Berbahagialah” Lanjut Keyra berbisik mengusap air mata nya pelan.
Wanita itu langsung beranjak dan beralih memeluk Renald, Keyra tak kuat menatap wajah pucat Carrie terlalu lama. Tangisnya kembali pecah saat Renald mengusap punggung nya dengan kata-kata menenangkan.
“Renald..hiks...hiks. Aku menyayangi Carrie, mengapa dia pergi” Gumam Keyra di sela-sela isakannya. Mengapa tuhan sangat cepat mencabut nyawa gadis sebaik Carrie.
“Tidak ada yang kekal di dunia ini. Semua pertemuan pasti akan berakhir dengan perpisahan, Amour”
“Tidak Carrie...hiks..hiks. Dia gadis baik” Renald menopang tubuh istrinya yang ambruk. Ia dapat merasakan Keyra sangat terpukul dengan kabar ini.
“MAID! MAID” Empat orang maid berjalan tergesa-gesa saat pemimpin Immortal itu berteriak keras.
Renald terpaksa memanggil maid untuk membawa Keyra yang tak sadarkan diri di pelukannya, ia tak mungkin meninggalkan ruangan ini, terlalu berbahaya jika sampai Azreal kembali memanggil demon dan melakukan sesuatu.
“Jangan sampai istriku tergores. Atau kepala kalian taruhannya” ancam Renald menyerahkan Keyra hati-hati.
“Ladwig, jaga istri ku. Dan jangan menyentuh nya” Raja Ladwig membungkuk hormat, sebenarnya hati nya gelisah. Namun, perintah Renald lebih penting.
****
Manik biru Ell tampak sedih, bahkan putra mahkota Witch itu menitihkan air mata nya saat melihat ibu nya di bawa oleh beberapa maid. Ia tak mengerti, mengapa semua orang tampak bersedih di ruangan ini.
Kebingungan itu terus berlanjut saat Ell menatap tubuh Carrie di atas ranjang, pria kecil itu kecewa saat melihat bibi nya asik tertidur, bahkan suara bising tak membuat bibi nya terjaga. Itu membuat Mommy dan yang lain bersedih.
Kepala kecil Ell langsung mengingat perkataan Azreal yang membuat semua orang terkejut, “Bibi Anne apa itu mati?” Pertanyaan polos yang terlontar dari bibir Ell membuat Anne menoleh.
Gadis itu mengusap air mata nya kasar, bersimpuh di hadapan Ell menyamakan tinggi nya sambil memegang pundak Ell. Hatinya sakit jika harus memberi kabar seperti ini mengingat usia Ell yang sangat muda.
“Bibi, jawab. Ell beltanya” Ucap pria kecil itu.
“Ell. Jika seseorang mati, artinya mereka meninggalkan kita selamanya” Jelas Anne mati-matian menahan air mata nya agar tidak menetes.
Setetes air mata jatuh di pipi merah Ell, “Apa maksud nya bibi. Apa Ell tidak bisa belmain dengan bibi Callie lagi?” Anne menggeleng lemah, gadis itu menutup mulut untuk meredam tangis nya yang pecah.
Anne bergerak mundur, ia sungguh tak kuat jika Ell kembali bertanya. John yang mengerti segera memeluk mate nya, pria itu ikut mensejajarkan tubuh nya dengan Ell.
“Paman, bibi Anne belbohong ya. Bibi Callie tidak mungkin meninggalkan Ell”
“Tidak sayang, Ell harus menerimanya. Bibi Carrie sudah pergi meninggalkan kita”
Ellard memukul-mukul tubuh John, ia tidak suka jawaban panglima Castle itu. “Paman...hiks...hiks. Paman tidak boleh belbohong. Bibi hanya istilahat kan paman...hiks..hiks”
“Tidak sayang, bibi Carrie akan bahagia di alam sana, Ell tidak boleh menangis. Nanti bibi akan sedih”
“Tidak! Tidak mau. Bibi Callie tidak bahagia, bibi bahagia jika belsama Ell...hiks..hiks. Mengapa paman jahat sekali..hiks...hiks. Bibi Callie.” Tangis Ell pecah, kaki kecil itu melangkah di ikuti Renald yang berdiri menjaga putra nya dari Azreal.
Tubuh kecil Ellard sedikit kesusahan untuk menaiki ranjang King- size itu yang cukup tinggi untuk tubuh kecilnya. Namun Ell tidak menyerah hingga ia berhasil menaiki ranjang itu, air mata nya terus mengalir terngiang-ngiang bahwa Carrie akan meninggalkan mereka selamanya.
“Bibi..” Suara Ell bergetar sambil memegang tangan Carrie yang memucat.
Ellard mengecup-ngecup telapak tangan Carrie dengan isakannya, “hiks...hiks. Bibi..hiks. Mengapa tangan bibi dingin?” Hati Renald mencelos saat mendengar ucapan putra nya.
“Bibi tidak ingin bangun? Ell membawa banyak rubik..hiks..hiks. Ayo kita belmain bibi” rengek Ellard memeluk tubuh orang yang sangat di sayangnya.
“Bibi tidak rindu Ell?...hiks..hiks. Ell lindu bibi”
“Bibi.., bibi tidak boleh mati. Ell tidak suka...hiks..hiks”
Ellard meraung-raung di samping tubuh Carrie, ia masih terlalu kecil untuk kehilangan orang yang di sayang nya.
“Bibi malah pada Ell ya? Ell minta maaf jika Ell nakal..hiks..hiks”
“Ell beljanji tidak akan nakal lagi. Ayo buka mata nya bibi...hiks..hiks. Nanti siapa yang akan menemani Ell belmain...hiks..hiks” Ell menautkan jarinya dengan jari Carrie.
Namun tangis pria kecil itu semakin tersedu-sedu saat tangan Carrie kembali jatuh tak bergerak, “Bibi...hiks...hiks. Ell sayang bibi...hiks...hiks”
Azreal menggeretakkan gigi nya, ia tidak dapat menahan emosi nya lagi. Pemandangan di depannya menunjukkan seolah Carrie benar-benar pergi untuk selama nya dan tak akan pernah kembali.
“Mengapa kalian bersikap seperti itu?!! Aku akan menjemput Carrie. Dan membawa nya kembali kedekapanku!” tugas Azreal di sertai geraman rendah.
Renald semakin mengeluarkan aura kepemimpinannya saat Azreal mencoba mendekati Ell.
“Carrie adalah gadis baik. Moon goddes tidak akan menempat kan gadis itu di tempat buruk seperti neraka atau dunia bawah”
Penuturan Louwis seperti batu besar yang menghantam kepala Azreal. Ia bersimpuh dengan pandangan kosong, oksigen terasa di tarik paksa dalam d**a nya. Aura nya sekejap hilang dengan sebulir air mata yang menetes dari pelupuk mata pria itu.
“Kau tidak akan bisa menjemput nya”