“ADA APA INI!”
Nafas Azreal tercekat saat melihat tubuh gadis yang beberapa menit lalu tersenyum manis menikmati keindahan taman tetapi kini sudah tergeletak mengenaskan. Ada rasa takut sekaligus marah saat melihat wajah itu memucat dengan manik hazel yang tertutup.
Manik violet nya beralih menatap Louwis nyalang saat pria itu memangku kepala Carrie dengan tangan berada di pipi gadisnya.
“Apa yang kau lakukan pada nya?!”
“A-aku”
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Louwis terhuyung saat Azreal menghantam wajah nya dengan membabi buta, posisi Azreal yang menindih pria itu membuat Louwis tak bisa mengelak. Begitu juga serangan Azreal yang tiba-tiba dan begitu cepat.
Bugh!
Melihat ada kesempatan Louwis menghantam wajah Azreal hingga pria itu terjungkal. Dengan sisa tenaganya Louwis menjauh, mengusap kasar cairan merah kental yang menetes dari bibir nya.
Astaga, baru saja kemarin luka wajahnya hilang sempurna, tetapi kini telah kembali rusak akibat kakak nya yang selalu tempramental.
Aku tadi menemukannya dengan keadaan seperti ini!!” Tukas Louwis dengan lantang sebelum Azreal bangkit dan kembali menghujamnya.
“Dia sedang sekarat, bodoh!” Baru kali ini Louwis berani mengumpat di depan kakaknya. Ia sudah tak bisa menahan emosi melihat Azreal yang selalu mementingkan emosi dari pada menyelamatkan yang lebih penting.
Umpatan Louwis menyetak Azreal, ia beralih menatap gadis yang tengah tak sadarkan diri, Azreal langsung bersimpuh di hadapan Carrie. Keringat dingin mengalir di pelipis putra mahkota NECROMANCER itu saat ia tak dapat merasakan nafas juga detak jantung Carrie.
“Tidak, kau tidak akan meninggalkan ku” Kecupan singkat mendarat tepat di kening gadis itu.
Azreal menyadari bahwa ia salah karena tidak langsung menolong Carrie. Ia malah menghantam Louwis yang sebernarnya tidak melakukan apapun, Azreal adalah seorang pria dan dia berani mengakui kesalahannya. Mungkin jika ia menolong Carrie gadis itu masih bernafas hingga sekarang.
“Tidak! Kau tidak akan mati secepat ini, sayang” lirih Azreal membelai surai Carrie pelan. Pria itu terus menghujam wajah Carrie dengan kecupan singkat, tangannya bergetar dan Louwis bisa melihat kesedihan itu.
Azreal segera melakukan CPR atau Cardiopulmonary resuscitation, “Ayo Carrie. Aku tidak akan membiarkan mu mati semudah ini” tukas Azreal dengan nafas memburu.
Pria itu terus menekan-nekan d**a Carrie berharap sesuatu terjadi, tangannya mencengkram rahang Carrie. Louwis segera menutup mata nya saat bibir Azreal dan Carrie bersentuhan, “dia sudah pergi” gumam Louwis saat kakak nya memberi nafas buatan untuk Carrie.
Azreal menggeleng-gelengkan kepala nya, gumaman Louwis terlalu menakutkan jika itu sampai terjadi. Keringat yang sudah membanjiri wajah tampan itu tak membuat Azreal berhenti menekan nekan d**a Carrie.
“Ayo sayang buka mata mu” Lirih Azreal dengan tangan bergetar membelai pipi pucat gadisnya. Tak ada respon apapun yang di berikan dari tubuh Carrie, gadis itu seakan menemui cahaya yang selama ini ingin ia gapai.
“Jangan membuat ku marah, hm?”Azreal kembali memberikan nafas buatan. Ia terus melakukannya hingga berulang kali.
“Kita akan selalu bersama”
“Tidak apa, tidurlah. Tetapi bisa kau sedikit tunjukkan detak jantung mu?”
“Aku bisa hidup tanpa mu” Azreal terkekeh, namun raut wajahnya kembali berubah menajdi sedih.
“Apa aku bisa? Ahahahaha”
Namun tubuh gadis itu tak juga merespon, mungkin mereka semua bersyukur jika Carrie mati dan terbebas dari semua siksaat Azreal. Tetapi mereka tidak mengetahui bukan jika hati putra mahkota itu sangat hancur berkeping-keping.
Mengapa moon goddes sangat senang membuat seseorang menangis dan bersedih? Tidak bisakah semua berjalan dengan lancar dan bahagia? Apa itu takdir yang sulit sehingga moon goddes tidak menciptakaan takdir seperti itu untuk Azreal dan Carrie?
“BUKA MATA MU SIALAN!”
Dug!
Dug!
Dug!
Manik Louwis terbelalak kaget saat Azreal memukul-mukul d**a Carrie dengan sangat keras. Ia langsung menarik Azreal agar menghentikan aksi nya. “APA YANG KAU LAKUKAN! DIA AKAN BERNAFAS!” Bentak Azreal dengan manik nyalang.
“Kak, dia sudah pergi” Ucap Louwis sendu. Yang membuat Louwis semakin tak tega adalah Azreal tidak menunjukkan kesedihannya. Pria itu justru meluapkan kesedihannya dengan cara seperti ini.
Louwis mengerti, ia paham. Sejak kecil Louwis sangat memahami karakter kakak nya meskipun kadang berubah-ubah. Tetapi memang itulah sifat nya. Penuh emosi dan sulit di tebak.
Azreal tertawa sumbang, menarik kerah baju Louwis dengan manik violet nya yang tajam. “Jangan sampai aku merobek mulut mu, Louwis” ancam Azreal tidak main-main. Pria itu tampak seperti psikopat yang siap membunuh.
Pria itu menyentak tubuh adiknya dan kembali mendekati tubuh Carrie, “Ternyata kau sangat lelah ya. Sebaiknya kita istirahat di kamar” Ucap Azreal menggendong tubuh Carrie yang terasa dingin ala bridal style.
Pandangan pria itu kosong sambil terus membawa tubuh Carrie yang tak berdaya, para maid dan penjaga di buat kebingungan merasakan aura Azreal tak segelap biasanya. Belum lagi gadis yang beberapa hari lalu tinggal di Castle itu kini sudah dalam keadaan memejamkan mata, mereka tak mempungai nyali walau hanya sekedar bertanya.
Ceklek!
Azreal mendekati ranjang King-size yang baru saja di ganti oleh para maid dan penjaga. Ia meletakkan tubuh Carrie dengan sangat hati-hati, pria itu juga ikut merangkak naik ke atas ranjang dan menjatuhkan tubuh nya tepat di samping Carrie.
Manik violetnya menatap langit-langit kamar itu dengan tatapan sulit diartikan, “Kau tau, setiap kali aku menyakiti mu. Aku bahkan merasakan sakit yang berkali-kali lipat” Manik violet nya tampak meredup.
Azreal hanya merasakan d**a nya begitu sesak seperti ada sesuatu yang merenggut jantung nya perlahan, “Aku tidak ingin jatuh ke dalam lubang yang sama. Tidak ada seorang pun yang dapat membuat ku lemah, termasuk kau Carrie”
Tangan Azreal membelai wajah Carrie pelan, berbeda dengan ucapannya yang terdengar arrogant. Tangan Azreal bergetar menahan gejolak perih yang tak dapat ia pungkiri. Hatinya terasa hancur melihat keadaan gadis di hadapannya. Ia selalu tidak becus menjaga mate nya sendiri.
Azreal memeluk tubuh Carrie, menelusupkan wajah nya di antara ceruk leher jenjang gadis itu. Menghirup rakus harum khas yang menguar dari tubuh mate nya. “Apa kau sedang menghukum ku?” Gumam Azreal lirih, tubuh nya bergetar namun tak ada setetespun air mata yang mengalir dari manik violet itu.
“Jawab aku sayang. Apa kau sedang menghukum ku?”
“Jika benar. Kau berhasil membuat ku takut, Carrie” Gumam Azreal memejamkan mata nya.
“Apa aku sudah terlalu menyakiti mu? Katakan. Aku tidak akan marah”
“Jika benar, jangan menyakiti ku seperti ini. Siksa tubuh ku sesuka mu, tetapi jangan siksa hati ku seperti ini, Carrie” Azreal semakin mengeratkan pelukannya.
“Tidak menjawab ya. Apa tidurmu lebih penting dari pada ucapan ku?”
“Tidak menjawab lagi. Aku bersumpah akan menghancurkan siapapun yang telah membuat mu seperti ini” Tukas Azreal dengan sorot tajam.
“Hei! Kau tidak bahagia? Aku akan melenyapkan orang yang telah membuat mu seperti ini” Azreal terkekeh pelan.
Pria itu mendudukkan tubuh nya di atas ranjang menghadap gadisnya, ia tertawa keras. Sangat keras bahkan jika orang lain mendengarnya akan bergidik ngeri mendengar tawa yang sangat menyeramkan seperti seorang iblis.
Tangan Azreal membelai pipi Carrie yang terasa dingin, ia mengecup kening gadis itu lama sambil memejamkan mata nya. Meredam emosi yang siap meledak kapan saja.
“Jangan pernah bermain-main dengan ku Carrie. Aku adalah pangeran NECROMANCER. Aku tidak akan membiarkan mu mati begitu saja”
“Bersabarlah sayang, aku akan menjemput mu dalam kegelapan. AHAHAHAHAHA!”
“Aku adalah pangeran kegelapan. Apapun yang aku inginkan harus ku dapatkan”
“Termasuk membawa mu kembali”
“AHAHAHAHAHA!”
Azreal saat ini benar-benar berbeda, aura hitam pria itu memutar di tubuhnya. Manik violet tajam dengan aura intimidasi nya semakin gelap dan kelam. Rahang pria itu mengeras dengan guratan urat yang mulai menonjol.
JDAR!
“Astaga”
“Ada apa, Amour?” tanya Renald saat guntur menggelegar dan istri nya tiba-tiba saja memekik sambil memegang d**a.
“Apa ini?” Manik coklat Keyra bergerak gelisah.
Merasa ada yang janggal Renald mendekati istri nya yang tengah duduk di pinggir ranjang, “ Ada apa, Amour?” Tanya pria itu mengulang ucapannya.
“Aku tidak tau, tiba-tiba saja aku teringat Carrie” Ucap Keyra menatap suaminya bingung.
Renald berdecak malas, “Hanya perasaan mu saja, Amour.”
Keyra menggeleng kuat, ini bukan perasaan biasa. Ini seperti firasat seorang sahabat, “Tidak, kita harus segera ke Castle NECROMANCER” Tukas Keyra menahan tangan Renald yang ingin kembali ke meja kerja nya.
“Ayolah Amour, jangan sekarang. Pekerjaan ku sangat menumpuk” tolak Renald halus mengusap lembut pipi istrinya.
Manik sebiru laut itu terbelalak kaget saat Keyra menitihkan air mata nya, “Hei! Jangan menangis”. Raut Renald berubah datar sambil membawa tubuh istri nya ke dalam dekapan pria itu. Ia tak suka melihat perempuan yang di cintai nya mengeluarkan air mata.
“A-aku tidak tau...hiks...hiks. Perasaan ku benar-benar tidak enak...hiks”
Renald menghela nafas pelan, “Baiklah kita akan kesana” Putus nya mengalah.
Tok
Tok
Tok
Ceklek
“Anne”
John menggaruk tengkuk nya yang tak gatal saat Keyra dan Anne saling berpelukan, ia bingung mengapa kedua wanita itu tampak sangat gelisah. Bahkan Anne menggeret nya kembali ke Castle di saat mereka tengah memilih gaun pengantin. Gadis itu beralasan bahwa perasaan nya sedang buruk, dan hal itu mampu membuat John menuruti permintaan Anne untuk segera kembali ke Castle Witch.
“Anne aku..”
“Ya Key. Aku juga merasakan hal yang sama” potong Anne cepat sebelum Keyra menyelesaikan kalimat nya.
“Kau tau perasaan ku tidak pernah salah, aku khawatir terjadi sesuatu dengan Carrie” Lanjut Anne serius.
Keyra mengangguk mengiyakan “Cepat buka portal nya, Renald” Pinta Keyra.
“Mommy!” Pekikan keras itu sontak membuat semua orang menoleh.
Ellard tengah berlari ke arah nya dengan sebuah rubik di tangan pria kecil itu, “Mommy ingin kemana?”
Manik Keyra bergerak gelisah, ia bersimpuh mensejajar kan tubuh nya dengan Ell. “Ada masalah Castle yang harus Mommy dan Daddy selesaikan, sayang” Keyra terpaksa harus berbohong kepada putra nya sendiri. Perasaannya mengatakan bahwa Ell tidak boleh ikut ke sana.
Manik biru pria kecil itu tampak sayu, Ell memainkan kaki kecil nya. “Mommy pelnah mengatakan tidak baik belbohong” Ucapan polos Ell menyetak Keyra. Wanita itu sudah menduganya, Ell adalah anak yang sangat sulit untuk di kelabui.
“Mommy akan mengunjungi Castle NECROMANCER” Celetukan Renald membuat Keyra melotot kaget.
“Benalkah? Ell ingin ikut, Daddy” Raut wajah Ellard seketika berseri-seri mendengar ucapan ayahnya itu.
“Tidak sayang”
Ellard mengerucutkan bibir nya, “Mengapa tidak boleh? Mommy tidak sayang Ell ya” Lirih pria kecil itu. Padahal ia sangat rindu dengan bibi Carrie. Tetapi mengapa Mommy nya malah melarang?
“Bukan begitu”
“Biarkan dia ikut, Amour” Lagi-lagi Renald berseru membuat Keyra menghela nafasnya.
“Baiklah”
“YEYY, Ell sayang Mommy” pekik pria kecil itu mengecup pipi Keyra.
“Tunggu sebental, Ell akan membawa mainan untuk belmain dengan bibi Callie”
“Tapi Ell?” Keyra menggantungkan ucapannya saat putra semata wayangnya sudah berlari dengan semangat, ia berharap semua baik-baik saja.
“Bibi tunggu Ell, kita akan belmain lagi”