Matahari mulai menaiki tahta, sinarnya begitu terang hingga memasuki cela-cela jendela di sebuah kamar dengan nuansa hitam maskulin itu sehingga mengusik ketenangan seorang gadis dengan manik hazel yang begitu menawan terpapar sinar matahari.
Carrie mengerjab-ngerjabkan mata nya, tubuh nya seketika menegang saat harum coklat mint begitu menusuk di indra penciumannya pagi ini. Wajah nya menempel pada d**a bidang seseorang, tentu ia sangat mengenali pemilik harum khas ini, Deru nafas teratur pria itu menerpa puncak kepala Carrie membuat gadis itu menelan salivannya susah payah.
Kejadian semalam langsung berputar cepat dalam kepalanya, Tetapi bagaimana bisa posisi mereka seperti ini? Dengan Azreal memeluk tubuh kecilnya, sedangkan Carrie bersandar di d**a bidang Putra Mahkota itu. Mereka saling berpelukan.
Carrie merasa semalam tidur nya sangat nyenyak, terbukti saat ini tubuh gadis itu lebih baik dari sebelumnya. Meskipun masih terasa lemas dan mulut nya sedikit pahit karena ia belum mengonsumsi apapun sejak kemarin. Setelah melihat Azreal bersama wanita lain Carrie tak memakan apapun, di tambah ia berdiri di bawah hujan yang sangat deras pada malam hari sehingga tubuh nya kehilangan kesadaran.
Saat sedang asik melamun, tiba-tiba Carrie merasa perut nya bergejolak mual, ia mencoba melepas tangan Azreal yang merengkuh pinggangnya. Gadis itu bergerak gelisah, pelukan Azreal sangat kuat seolah pria tampan itu tak terusik dengan setiap pergerakan Carrie. Nafas Azreal masih teratur menikmati tidur nya yang sangat nyenyak.
Ia menutup mulut nya sendiri. Carrie sudah tidak kuat lagi, isi perut nya memberontak ingin di keluarkan. Gadis itu memukul-mukul d**a bidang Azreal sekuat tenaga membuat pria itu bergumam tidak jelas. Carrie mendorong d**a Azreal dengan keras sehingga pria itu langsung terjaga.
“Huekk...”
“s**t! APA INI!”
Azreal menggeram marah saat Carrie mengotori pakaian mahalnya dengan cairan menjijikkan yang baru saja di keluarkan oleh gadis itu, Azreal menggeretakkan gigi nya melihat Carrie malah berlari ke arah kamar mandi tanpa rasa bersalah.
Indra mendengaran Azreal menangkap bahwa Carrie kembali mengeluarkan isi perut nya. Pria itu menatap tajam pakaiannya sendiri juga ranjang King-size nya yang basah.
“Wanita sialan”
Brak!
Pria itu membanting pintu dengan aura hitam yang menyelimuti.
Carrie mengeratkan tangannya di wastafel, ia menatap pantulan wajah nya yang tampak pucat dari pantulan cermin di depannya. “Hueekk...huekk” Carrie segera membasuh wajah nya dengan air yang mengalir, ia kembali merasa pening di kepalanya.
Ceklek!
Dengan tertatih Carrie mendekati sofa berwarna abu-abu yang tidak jauh darinya. Ia menatap miris noda di atas ranjang akibat ulah nya itu, Carrie juga merasa bersalah akibat ia tak dapat menahan perut nya yang bergejolak akhirnya gadis itu memuntahkannya tepat di d**a bidang Azreal. Pasti laki-laki itu akan sangat marah nantinya.
Tok
Tok
Tok
Dahi Carrie mengerut saat mendengar ketukan dari daun pintu, itu tidak mungkin Azreal. Pria itu tidak akan mengetuk pintu, bahkan seringkali mendobrak pintu besar kamarnya sembarangan.
“Masuk”
Seorang maid datang dan menghampiri Carrie dengan membawa sebuah nampan yang berisi makanan, maid itu tampak menunduk mengingatkan Carrie pada dirinya sendiri saat menjadi seorang maid.
“N-nona saya membawa sarapan untuk anda”. Ucap maid dengan pakaian hitam putih menyerahkan sarapan berupa bubur, buah, s**u, air mineral dan obat?
“Terima kasih. Emm, kau letakkan saja di atas nakas. Nanti aku akan memakannya”
“Baik nona”
Carrie menatap tak enak kepada maid itu, “Boleh aku meminta bantuan?” tanya Cariie ragu.
“Tentu nona. Apa yang bisa saya bantu?”
“Bisa kau tunjukkan di mana aku bisa mendapatkan alas kasur? Aku ingin mengganti alas ranjang itu” jelas Carrie.
“Tidak perlu nona. Prince Azreal memerintahkan agar ranjang itu segera di buang dari kamar ini”. Ucap maid itu berhasil membuat manik hazel Carrie membola.
“Kalau begitu saya permisi nona”
Maid itu membungkuk hormat lalu melenggang pergi. Carrie tak dapat mengatakan apapun, ia terlalu terkejut. Bagaimana tidak? Ranjang King-size dengan ukiran kayu kokoh yang indah di lapisi emas juga beberapa permata di bagian kepala ranjang ingin di buang begitu saja? Astaga.
Carrie menghela nafas, gadis itu menyandarkan bahunya di sofa yang sangat nyaman dan lembut. Ia memijit pelipis nya pelan berharap sakit di kepala nya sedikit berkurang. Carrie menatap malas nampan berisi sarapan di atas nakas, ia meringis pelan. Mual yang ia rasakan membuat selera makannya hilang entah kemana.
Gadis itu memejamkan mata, mencoba menikmati semua rasa nyeri dan sakit yang bercampur aduk dalam tubuhnya.
Tuk!
“Akh..” Carrie mengusap kening nya yang kembali nyeri seperti terhantam sesuatu. Maniknya mengernyit saat melihat buah apel yang sudah tergeletak di pangkuan nya. Siapa yang melempar?
“Mengapa kau tidak makan?!” Seruan tajam penuh aura intimidasi itu membuat Carrie seketika mendongak.
“Azreal” gumam Carrie tanpa sadar saat melihat Putra Mahkota NECROMANCER telah berada di depan nya sambil membawa nampan yang beberapa menit lalu berada di atas nakas.
Aura hitam yang mengelilingi Azreal seketika lenyap, pria itu menegang menatap Carrie dengan tatapan sulit diartikan. Ada gelenyar aneh saat gadis itu memanggil namanya tanpa embel-embel tuan.
“T-tuan?” Panggil Carrie menyadarkan Azreal dari lamunannya.
“A-ku minta maaf telah mengotori ranjang dan pakaian mu” lanjut Carrie sambil menundukkan wajah nya. Ia takut Azreal kembali marah dan berakhir memberi hukuman.
Pria itu berdehem pelan, ikut menjatuhkan tubuhnya di samping Carrie. Manik violet nya masih menajam seperti sebelumnya.
“Ulangi ucapan mu”
Carrie mengernyitkan dahi bingung, apa permintamaafannya kurang jelas, atau Azreal tidak mendengarnya?
“A-ku minta maaf. Aku tidak sengaja, aku..”
“Cepat makan!” sentak Azreal kesal memotong ucapan Carrie yang belum selesai, bukan kalimat itu yang ingin kembali ia dengar. Tetapi gumaman Carrie yang membuat hati nya merasakan sesuatu yang begitu indah.
Dasar gadis bodoh” batin Azreal merutuk.
Azreal menyodorkan sesendok bubur ke depan wajah Carrie membuat gadis itu terkejut, “Buka mulut mu” Perintah Azreal datar.
Tatapan Carrie beralih ke arah sesendok bubur di depan mulut nya, ia meringis membayangkan bubur itu masuk ke dalam mulut nya yang masih terasa pahit. “Cepat buka, atau aku akan memaksa mu!”
Dengan terpaksa Carrie membuka mulut nya yang langsung di sumpal sesendok bubur yang sangat banyak, “Telan” Carrie segera menyambar air putih di atas nampan untuk mendorong makanan di mulut nya. Rasanya benar-benar pahit hingga ia ingin memuntahkan isi perut nya lagi.
“C-cukup”
“Apa yang bisa kau lakukan jika hanya mengonsumsi satu sendok bubur?! Sepertinya kau senang sekali membuat ku susah”. Sarkas Azreal tajam.
“Tapi mulut ku terasa pahit, tuan” cicit Carrie pelan.
Prang!
“PANGGIL AKU AZREAL, SIALAN!”
Bentakan menggelegar pria dengan manik violet itu membuat Carrie tersentak, Azreal juga membanting nampan berisi makanannya hingga mengampar sempurna di lantai. Rahang pria itu mengeras dengan nafas memburu.
“Hiks...hiks...hiks..”
Azreal mengusap wajah nya frustasi, ia merebut paksa gelas yang berada di tangan Carrie kemudian membantingnya hingga menimbulkan suara yang sangat nyaring. Tanpa di duga pria tampan itu mendekap Carrie dengan erat. Ia dapat merasakan tubuh gadis itu bergetar hebat.
“Mengapa kau sangat sulit diatur! Kau hanya perlu menuruti semua yang aku katakan!” Desis Azreal sambil membelai surai panjang Carrie.
Meskipun Azreal masih saja mengumpat dan terus mengoceh tetapi perlakuan pria itu dengan memeluk Carrie membuat tangis gadis itu sedikit mereda.
Azreal melepas pelukannya, “Dasar cengeng” sinis Azreal sambil mengusap jejak air mata di pipi Carrie.
“Ke taman?”
Carrie mengerjab-ngerjab kan mata nya tak percaya, apa baru saja Azreal yang selalu mengamuk menawarinya untuk ke taman? Carrie yakin jika pria itu salah minum obat pagi ini.
“Jika tidak mau, tidak masalah!!” lagi-lagi suara Azreal menggelegar membuat Carrie terkejut, pria itu sudah melenggang dengan aura gelap nya. Lihatlah dia begitu pemarah.
“Tuan tunggu, aku ikut” ucap Carrie sedikit keras, gadis itu berjalan tertatih-tatih mencoba mengejar Azreal yang jauh di depan.
Indra pendengaran Azreal cukup tajam mendengar perkataan Carrie, ia menggeram rendah. Berhenti dan berbalik arah menatap tajam gadis yang berjalan ke arah nya dengan tertatih-tatih. Sentakan keras di tubuh nya membuat Carrie terhantam ke dinding Castle. Ia meringis kala Azreal mencengram tangannya erat.
“Apa kau tuli? Aku tidak akan mengulangi ucapan ku!”. Sarkasnya menatap manik hazel Carrie dalam.
“Maaf A-azreal”. Lirih Carrie mengetahui apa yang di maksud pria itu, tetapi Carrie merasa aneh saat ia memanggil Azreal tanpa embel-embel tuan.
“Gadis pintar” Azreal mengacak puncak kepala Carrie dengan pelan. Manik hazel itu mengerjab-ngerjab pelan membuat Putra Mahkota NECROMANCER itu gemas hingga tanpa sadar mengecup pipi mulus gadis itu.
Di balik pilar yang menjulang tinggi, seorang wanita berambut blonde tampak mengepalkan tangannya erat-erat. “Azreal adalah milikku” gumam wanita itu sambil menatap tajam kedepannya.
****
Hamparan bunga berbagai ragam memenuhi taman itu, kelopak-kelopaknya begitu indah bermekaran di pagi ini. Semilir angin membelai surai panjang seorang gadis yang tampak sangat menikmati keindahan taman Castle NECROMANCER. Gemericik air yang berasal dari sungai buatan menambah kesan tentram dan sejuk taman ini.
Pepohonan menari-nari tertiup angin, kumbang juga kupu-kupu mengepakkan sayap mereka mengelilingi taman bunga yang begitu indah itu. Carrie menyunggingkan senyum nya melihat taman ini yang begitu indah juga sejuk.
Di sini sangat indah dan tenang, membuat siapa saja yang berada di sana akan memilih berlama-lama menikmati jutaan bunga yang tumbuh dengan subur.
“Ini sangat indah”
Azreal yang duduk di samping gadis itu seketika terpana melihat senyum Carrie yang begitu manis dan menawan, surai gadis itu melambai-lambai tertiup hembusan angin, wajah putih bersih, hidung mancung, bulu mata yang lentik juga manik hazel gadis itu menambah nilai kesempurnaan Carrie.
Senyum bibi memang sangat manis, benar kan paman?
Pertanyaan Ell saat di perpustakaan Castle seketika tergiang kembali di fikiran Azreal, pria itu mendesis tanpa sadar hingga Carrie menoleh bingung, “Ada apa?” tanya Carrie takut-takut ia kembali membuat Azreal marah hingga Azreal mendesis di samping nya.
Manik Violet nya menatap Carrie sekilas, “Tidak”
Seorang penjaga terlihat berjalan tergesa-gesa menghampiri Azreal dan Carrie, “Hormat hamba Prince Azreal, nona Carrie” Carrie tersenyum membalas pengawal itu sedangkan Azreal hanya menatap nya datar.
“Raja Ladwig meminta anda agar segera menemui nya Prince”. Kening Azreal mengerut samar, tidak biasa nya ayahnya ingin bertemu.
“Aku akan segera kembali” pamit Azreal beranjak dari kursi taman itu di dikuti pengawal di belakang nya. Carrie mengangguk sebagai jawaban gadis itu menghela nafas pelan, sekarang ia sedikit mengerti jika Azreal mempunyai sifat yang tidak dapat di tebak. Terkadang pria itu bersikap manis kepadanya, kadang pula Azreal membentak nya karena hal sepele.
Bruk!
Manik hazel Carrie terbelalak saat seorang wanita terjatuh di depannya, ia segera membantu wanita berambut blonde itu yang tampak meringis memegangi kaki nya.
Carrie memapah wanita itu untuk duduk di kursi yang tadi di tempatinya, “Terima kasih” ucap wanita dengan rambut blonde itu sambil tersenyum pada Carrie.
Carrie mengangguk, “Kau tidak papa? Mengapa bisa terjatuh?” tanya Carrie khawatir.
“Tidak. Aku sedang belajar berjalan”
Kening Carrie berkerut bingung, “Hahahaha, pasti kau bingung ya. Kaki kiri ku terluka karena di tusuk pisau. Dan aku sedang belajar berjalan saat ini”
“Astaga, siapa yang tega melukai mu?” tanya Carrie terkejut. Pasalnya wanita di samping nya ini memiliki paras yang cantik dengan rambut blonde, wajah nya pun terlihat lugu.
“Kekasih ku” lirih wanita itu menundukkan wajah nya dengan tangan mengepal erat.
Carrie mendekap mulut nya sendiri, tidak menyangka pria yang menjadi kekasih wanita bersurai blonde itu begitu tega melukai kekasih nya sendiri. “Siapa dia? Apa dia juga tinggal di Castle ini?” Tanya Carrie semakin penasaran.
Tanpa Carrie sadari wanita itu menyeringai tipis, “Ya, dia salah satu petinggi Castle. Sudahlah, itu tidak penting. Lagi pula aku sudah memaafkannya” jelasnya.
Carrie mengangguk mengerti, ia tidak ingin memaksa privasi seseorang. “Astaga aku sampai lupa kita belum berkenalan. Perkenalkan nama ku Alice Almonara, satu-satunya putri penasehat Raja Ladwig” ucap Alice mengulurkan tangannya.
Senyum Carrie merekah, ia menerima jabatan tangan Alice. “Aku Carrie Lynnette”
“Senang bisa mengenal mu Carrie. Kau sangat baik dan cantik” puji Alice memeluk Carrie. Tentunya gadis itu terkejut, tetapi ia ikut membalas pelukan Alice.
“Carrie aku mempunyai sesuatu untuk mu. Anggaplah ini sebagai ucapan terima kasih ku” Alice menyodorkan tiga buah permen coklat di tangannya.
“Eh tidak usah, aku tulus menolong mu”. Tolak Carrie halus, ia merasa aneh. Alice seorang wanita dewasa tetapi masih mengantongi permen coklat yang biasa di bawa Ell atau anak kecil lainnya.
Sorot mata Alice seketika kecewa, “Maaf hanya bisa memberi ini. Jika kau tidak mau aku yang akan memakannya sendiri. Padahal aku ingin sekali berbagi dengan mu, sejak kecil tidak ada yang mau menerima permen coklat dari ku”
Carrie seketika gelagapan, ia tak bermaksud seperti itu. “Baiklah aku akan menerima nya” sela Carrie membuat manik Alice berbinar senang. Wanita itu memberikam permen coklat di tangannya.
Carrie membuka permen itu dan memakannya, ternyata rasa nya sangat lezat. Kemudian Carrie mengembalikan satu buah permen coklat yang tersisa dua di tangannya.
“Permen mu sangat enak. Cobalah” ucap Carrie tersenyum sambil mengunyah permen coklat di mulut nya.
Alice tersentak, maniknya tampak gelisah. “T-tidak usah. Aku sudah sering memakannya. Emm, aku harus segera pergi menemui kekasih ku” Pamit wanita bersurai blonde itu membuat Carrie merasa ada yang aneh.
Carrie berdehem pelan saat tenggorokannya terasa kering, sepertinya ia butuh air. Gadis itu beranjak berniat mencari maid untuk meminta air.
Namun baru beberapa langkah, tubuh Carrie meluruh. “Akhh!!” gadis itu menjerit memegangi tenggorokannya yang terasa panas seperti terbakar.
Louwis yang tak sengaja mendengar jeritan itu seketika menoleh. Ia menajamkan pengelihatannya saat melihat seorang gadis tergeletak sambil menjerit seperti kesakitan. Manik hitam itu terbelalak saat mulai mengenali tubuh itu.
Dengan sekuat tenaga Louwis berlari mendekati Carrie yang terus menggerang kesakitan. “Astaga! Carrie ada apa dengan mu?!”ucap Louwis panik memegang tubuh Carrie yang terus menggeliat di taman itu.
“P-anas” Lirih gadis itu mencengkram kuat tangan Louwis.
“Akhh!”
Cairan berwarna putih memuncrat dari mulut gadis malang itu, “Carrie ada apa dengan mu!, hei! Sadarlah” panik Louwis menepuk-nepuk pipi gadis itu.
Tubuh Carrie seketika memucat dan terasa dingin dengan cairan berwarna putih yang mengalir dari mulutnya.
“Astaga Carrie! Sadarlah”
“ADA APA INI?!”