“Penjelasan yang sangat bagus bibi.”
“Mommy!!”
Pekikkan Ell seketika membuat Carrie tersadar, ia menolehkan kepalanya ke belakang. Astaga sejak kapan mereka semua berada di sana?
Carrie segera beranjak kemudian membungkuk penuh hormat, ia tidak sadar dengan ke datangan para petinggi kerajaan yang masih setia berdiri di ambang pintu perpustakaan.
Apa mereka mendengar semuanya? Tentu saja. Mereka berdiam diri di sana karena tidak ingin mengganggu Carrie yang tengah serius menjelaskan sejarah kepada Ell.
Keyra yang berada dalam rengkuhan Renald langsung memeluk pangeran kecilnya, baru beberapa hari ia meninggalkan Ellard tetapi rasanya ia sangat rindu dengan pangeran kecilnya itu.
“Ell, ada apa dengan kaki mu.” Panik Keyra saat melihat perban di kaki Ell.
“Tidak apa, Ell hanya jatuh saat menangkap kumbang.” Kekeh Ellard.
“Astaga, kau harus lebih berhati-hati sayang.”
“Iya Mommy.”
Sedangkan Renald hanya mengusap puncak kepala Ellard sekilas. Raut wajahnya tetap datar dengan aura kepemimpinan yang mendominasi tak terpengaruh sama sekali dengan luka di kaki putra nya.
“Daddy, Tidak memeluk Ell?” Tanya Ellard sambil merentangkan tangannya lebar-lebar seperti ingin di gendong.
Renald melirik sekilas “Malas.” Satu kata meluncur begitu mulus dari mulut Renald mampu membuat pria kecil dengan dengan manik biru itu mengerut kesal.
“Tidak masalah, Ell lebih suka di peluk Mommy.” Ketus pria kecil itu kembali memeluk ibunya. Keyra hanya terkekeh pelan, mendaratkan satu kecupan hangat di pipi merah Ellard.
“Dasar anak manja.”
“Ell tidak manja daddy!”
“Terserah.”
Setelah lelah berdebat dengan putra nya sendiri. Renald memilih menjatuhkan tubuhnya di salah satu kursi perpusatakaan, “Kemari Amour, Prince Azreal ingin membicarakan sesuatu” perintah Renald membuat kerutan tipis tercetak di kening istrinya.
“Emm, Sayang kembali kemar mu dulu, nanti Mommy akan menyusul.” Ucap Keyra lembut berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan Ell.
“Tapi Ell masih lindu Mommy.”
“Hanya sebentar Sayang. Nanti Mommy akan menyusul Ell, Okey.”
Ellard mengangguk lesu, “Okey Mommy.”
Keyra mengusap puncak kepala putra kecilnya itu. “Anak pintar, bibi Carrie akan mengantar mu.”
“Tidak Amour, biar pengwal yang mengantar putra kita.” Sela Renald masih tenang duduk di tempatnya.
Carrie menegang saat sebuah tangan besar menggenggam tangannya lalu menariknya ikut duduk di depan Renald yang menatap mereka datar. Perasaan Carrie bertambah tidak enak saat menangkap seringai tipis di bibir Azreal dan tatapan menyelidik dari Keyra kepadanya.
Carrie hanya bisa menunduk, ia mencoba melepaskan cekalan Azreal, tetapi pria itu justru semakin mencekal tangannya dengan erat membuat Carrie sedikit meringis.
“HE-HELLO. Ada ini?” Celetuk seorang gadis yang baru saja tiba di perpusatakaan itu dengan seorang pria yang setia menemaninya. Ia bingung saat semua tengah berkumpul di meja perpustakaan dengan keheningan.
John dan Anne sedikit membungkuk hormat, mereka ikut bergabung di meja bundar perpustakaan itu dengan bingung.
“Emm, ada apa ini? Aku merasa suasana di sini tidak enak, lebih baik kita pergi mate” ucap John hendak menarik tangan Anne tetapi sebuah tatapan tajam dari gadisnya membuat John mengurungkan niatnya.
Keyra semakin bingung saat semua nya memilih diam, belum lagi suaminya yang memulai tetapi pria itu tak mengatakan apapun sedari tadi, Renald hanya duduk dengan tenang sambil memeluk pinggang ramping istrinya dengan posessif.
Sedangkan Carrie terlihat sangat gelisah dan takut? Selama hampir empat tahun ia bersahabat dengan Carrie. Keyra sangat hapal jika gadis itu sedang ada masalah atau gelisah seperti sekarang.
“Sebenarnya ada apa ini, Renald?” Akhirnya pertanyaan itu meluncur mulus dari bibir Keyra, ia menatap Renald dengan sorot tanya.
“Carrie adalah mate ku.”
“APA?!!”
Mereka terlonjak kaget dengan pekikan menggelegar John. Dengan kompak Anne dan Keyra melempar sebuah buku yang terdapat di meja ke wajah John membuat pria itu mengumpat pelan.
“Sial! Kau membuat telinga ku sakit!” umpat Anne menarik telinga Panglima Castle itu membuatnya mengaduh kesakitan.
“Diam!”
Keyra berucap dengan tegas, semua pasang mata menatap Carrie meminta penjelasan.
“A-aku.” Carrie tak bisa melanjutkan perkataannya, tubuhnya berkeringat dingin, ia tak berani menatap wajah kedua sahabatnya itu.
Carrie takut Anne dan Keyra marah karena ia menyembunyikan ini sejak empat tahun yang lalu, Carrie tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan bahwa Azreal adalah mate nya mengingat status mereka yang sangat jauh.
Sebuah dekapan hangat membuat Carrie termanggu, “Selamat Carrie, Akhirnya kau menemukan kebahagiaan mu” ucap Keyra di sela-sela pelukannya.
“Benar, saat ini kami tak khawatir jika ada yang menyakiti mu. Karena ada Pangeran Azreal yang akan selalu menjaga mu”
Carrie membalas pelukan kedua sahabat yang sangat ia sayangi itu. Setetes air mata meluncur di pipi Carrie dengan mulus, entah kenapa hati nya berdenyut sakit saat Anne dan Keyra sangat yakin jika Azreal akan membuatnya bahagia, sedangkan pria itu selalu menyakiti hati maupun fisiknya.
Rasanya Carrie tak mau melepaskan mereka, Carrie tak ingin berpisah dengan kedua sahabatnya. Carrie terlalu takut untuk masuk ke dalam kegelapan untuk kedua kalinya. Rasa kasih dan sayang kedua sahabatnya dan Ellard cukup membuatnya bahagia setiap saat.
Tetapi jika mereka harus berpisah, apa yang akan terjadi pada Carrie? Apakah Carrie akan benar-benar menemukan kebahagiaannya, atau justru ia akan kembali mengulang pengalaman buruk beberapa tahun lalu yang selalu di siksa dan di hina?
Setelah puas saling berpelukan kedua perempuan itu kembali duduk di tempat semula, wajah mereka terlihat sangat bahagia, sedangkan Carrie tersenyum getir. Ia senang jika kedua sahabatnya bahagia, Carrie tidak ingin menghancurkan kebahagiaan mereka dengan mengatakan bahwa Azreal bersikap tidak baik kepada nya.
Carrie segera menghapus air matanya saat manik violet itu menatapnya tajam.
“Wahhh, Pangeran. Aku tidak menyangka kau mendapat mate seorang maid.”
“AKHH!”
John mengerang kesakitan saat kakinya di injak sangat keras oleh sebuah high heels di sertai tatapan nyalang Anne.
Oh goddes, mengapa John selalu menjadi sasaran empuk orang-orang? Setau John ia tidak mirip dengan samsak tinju tetapi lebih mirip pangeran tampan dari kayangan. Tetapi mengapa semua orang selalu menyakiti fisiknya seperti ini. Apa mereka semua iri karena ketampanan dirinya?
“P-pangeran jangan dengarkan ucapan John. Aku lupa memberinya obat tadi pagi.” Ucap Anne tak enak. Sebelum John kembali protes Anne lebih dulu mengangkat tangannya memberi kode jika pria itu kembali bicara maka tamat riwayat panglima Castle itu di tangannya.
Keyra mendengus malas, pasangan mate di sampingnya memang tak pernah berubah sama sekali. Di mana ada John dan Anne, maka tidak lama pula pertengkaran akan segera di mulai. Keningnya berkerut samar saat satu orang tak membuka suara nya sama sekali.
“Renald, jangan katakan kau mengetahui ini sejak lama?” tuduh Keyra penuh selidik.
Renald bergumam singkat membuat manik coklat itu membola kaget, “Apa? Mengapa kau tidak memberitahuku?!”
“Tidak penting, Amour” Celetuk Renald malas mengecup pelipis Keyra singkat tanpa malu.
Astaga! Apakah Keyra boleh mencakar-cakar wajah suaminya yang tampan itu?! Tidak penting katanya? Hell, tidakkah pria itu ingat bahwa Carrie adalah sahabat istrinya?!
“Katakan jika kau akan meninggalkan Castle ini” bisik Azreal sangat pelan tepat di telinga Carrie membuat bulu kuduknya meremang.
Carrie mendongakkan wajah nya, ia menatap Keyra dan Anne yang tengah sibuk beradu argumen dengan pasangan mereka masing-masing. Remasan di pinggang Carrie membuat gadis itu menelan salivannya susah payah.
“Anne, Key. Aku ingin bicara”
Seketika semua pasang mata menatap Carrie dengan intens, menerka-nerka apa yang akan gadis itu ucapkan.
“Katakan, Carrie. Tidak perlu sungkan” ucap Keyra yang di angguki Anne dengan semangat.
Carrie menarik nafasnya dalam-dalam, ini adalah sebuah keputusan terberat untuknya. “A-aku akan tinggal di Castle tuan Azreal. M-maksud ku Azreal.”
“APA?!”
“TIDAK BISA!”
“TIDAK BOLEH.”
“DAN TIDAK, AKAN, BOLEH.” Tolak Anne menggebu-gebu.
Keyra memijit pelipis nya yang terasa pening, mengapa semua orang senang kali berteriak dan membuatnya pusing?
“Tenanglah Anne, ini bisa di bicarakan.” Sela Keyra sebelum Anne kembali mengomel.
Keyra menatap Carrie yang kembali menunduk, ia dapat melihat tubuh gadis itu sedikit bergetar. Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa sahabatnya seperti merasa tertekan.
“Mengapa harus begitu? Lebih baik kalian tinggal di sini. Castle ini sangat luas dan memiliki banyak kamar kosong, benarkan Renald?” Ucap Keyra meminta pendapat kepada suaminya.
Gelengan samar membuat Keyra membelalak, “Mengapa? Kau tidak mengizinkannya? Bukankah sejak kita menikah semua kasta di pandang sama? Para petinggi kerajaan juga di izinkan untuk masuk dan keluar Castle ini dengan bebas?” rentetan pertanyaan itu dengan sorot kecewa di manik Keyra membuat Renald menghela nafas.
“Tidak Amour. Azreal adalah putra mahkota clan NECROMANCER, tentunya dia harus bersiap menggantikan posisi Raja Ladwig di Castle NECROMANCER, Azreal tidak bisa tinggal di sini, begitu juga dengan Carrie, mate nya. Carrie harus selalu di sisi Azreal, seperti kita dulu. Kau ingat aku begitu kacau saat kau jauh dari sisi ku? Maka itu akan terjadi pula jika Carrie tidak bersama Azreal.”
Jelas Renald sambil memeluk istrinya yang mulai terisak, sedangkan Anne? Gadis itu melongo tidak percaya jika Renald yang sangat irit bicara, bisa berbicara panjang kali lebar dengan istrinya, Keyra. Ini adalah suatu hal yang sangat langka.
“Kapan kau akan pergi?” tanya Anne lesu, gadis itu mati-matian menahan air mata agar tidak keluar. Carrie adalah sosok yang begitu baik, tentu Anne sangat kehilangan jika gadis itu akan meninggalkan Castle ini.
“Hari ini” potong Azreal enteng, ia beranjak menarik tangan Carrie untuk bangkit dari kursinya, gadis itu hanya terisak dalam diam, ia tak bisa melakukan apapun.
Tok
Tok
Tok
“Hormat hamba, tuan ini adalah barang nona Carrie yang anda minta.” Ucap pengawal yang baru saja tiba membawa sebuah tas besar membuat semua yang berada di sana beranjak terkejut. Bahkan Renald terkejut dengan ucapan pengawal itu.
“Kami harus pergi sekarang.”
Carrie menatap Azreal tak percaya, air mata nya mengalir deras mengingat ia akan berpisah dengan semua nya hari ini “Mengapa harus sekarang?” lirih Carrie yang di balas seringai di bibir pink Azreal.
“Ucapkan selamat tinggal pada mereka, sayang.” Bisik Azreal mengecup pipi basah Carrie.
Gadis itu merasa sesak di d**a nya, mengapa semua ini terasa menyakitkan? Carrie langsung berhambur ke pelukan kedua sahabatnya, suara tangis perpisahan begitu menyayat hati di ruang perpustakaan itu.
“Carrie...hiks...hiks, mengapa sangat mendadak?”
“Berjanjilah untuk selalu bahagia...hiks.”
Carrie tak menanggapi ucapan Anne maupun Keyra, ia hanya ingin menikmati sejenak pelukan sahabatnya yang mungkin tidak akan ia rasakan kembali dalam jangka waktu yang lama. Ia hanya ingin di peluk erat tanpa menjawab semua wejangan Anne dan Keyra.
Azreal mulai membuka portal, ia memberi kode kepada Carrie untuk segera menghampirinya.
“A-aku harus pergi.” Tentu meninggalkan Castle Witch menjadi hal terberat bagi Carrie, sejak kecil ia tumbuh dan di rawat di Castle ini, bagaimana bisa ia meninggalkan dengan mudah.
Carrie mengusap air mata kedua sahabatnya, Namun perlakuan itu justru membuat Keyra dan Anne semakin terisak. “Kalian tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja.”
Semoga.
“Terima kasih, kalian sudah menerima ku apa adanya. Mungkin jika tidak ada kalian aku tidak akan mampu bertahan sampai sekarang.” Ucap Carrie lirih.
Carrie mulai mendekati Azreal yang sudah berdiri tegak di depan portal yang akan membawanya langsung ke Castle NECROMANCER.
Azreal langsung merengkuh pinggang Carrie dengan erat, memastikan gadis itu tidak akan terjatuh saat nanti masuk ke dalam portal, “Tidak lelahkah kau menangis?” tukas Azreal dengan nada mengejek. Carrie tak penanggapi ucapan pria yang kini tengah memeluknya itu.
Jika Carrie menanggapinya, maka ia harus bersiap sakit hati. “Bersiap.”
“Tunggu!!” Suara lantang seseorang mengintruksi.
Pria kecil dengan manik sebiru laut itu berlari dengan sebelah kaki terbalut perban, rasa sakit di kakinya tak sebanding dengan kabar bahwa bibi nya akan meninggalkan Castle ini.
Bruk!
Pria kecil itu terjatuh, namun dengan cepat ia bangkit dan langsung berhambur ke dalam pelukan Carrie. Tangis gadis itu pecah saat Ellard memeluknya dengan sangat erat dengan tubuh bergetar.
“Bibi, maid itu pasti belbohong kan? meleka mengatakan jika bibi akan pelgi.”
“Bibi kan sayang pada Ell, bibi tidak akan meninggalkan Ell.” Lirih Ellard sendu, ia langsung berlari ke perpustakaan saat tidak sengaja mendengar pembicaraan maid yang membuatnya sedih.
Carrie mengusap surai Ellard dengan sayang, ia tak mengerti bagaimana harus menjelaskan hal ini pada anak asuhnya. Carrie sungguh menyayangi Ell seperti anaknya sendiri, ia tak sanggup jika melihat Ell sedih seperti ini.
“Bibi mengapa menangis, katakan ini bohong kan...hiks...hiks?”
Carrie mengusap air mata yang terus mengalir di pipi cubby pangeran kecil itu, ia memberikan senyum tipis yang terasa sangat menyakitkan jika di lihat saat seperti ini.
“Dengar, berjanjilah untuk menjadi anak penurut, baik, dan selalu minum s**u sebelum tidur, mengerti?”
“Bibi harus pergi sayang.”
“TIDAK! Bibi tidak boleh pelgi. Nanti siapa yang akan menjaga Ell, Ell tidak ingin belmain sendili.” Tangis pria kecil itu semakin pilu, ia mengeratkan pelukannya di leher Carrie seakan tidak ingin melepaskan kepergian bibi yang sangat ia sayangi.
Hati Carrie mencelos, sekalipun Carrie berusaha untuk menahan air matanya. Tetapi tetap saja air mata itu mengalir tanpa di minta.
“Ell masih punya Mommy, Ell masih punya Daddy, Ell bisa bermain dengan paman John dan bibi Anne...” Carrie berusaha tegar menatap Anne dan Keyra yang masih terisak di sana.
“Tidak mau!”
“Bibi tidak boleh pelgi....hiks...hiks..”
“Bibi berjanji akan sering mengunjungi Ell, Okey.”
“Tidak mau!! Ell berjanji tidak akan nakal....hiks...hiks .Tetapi bibi jangan pelgi.”
“Ell tidak ingin bibi pelgi...hiks...hiks”
“Tidak bisa sayang.” Ucap Carrie sendu.
Renald menarik tangan kecil Ell dengan lembut dan memeluknya dengan erat, “Daddy! Lepas kan Ell!. Bibi tidak boleh pelgi!!”
“Tidak daddy, lepaskan Ell....hiks...hiks...Ell sayang bibi Carrie!”
Azreal segera memeluk Carrie yang sudah terlepas dari pelukan putra mahkota witch itu, ia segera membawa Carrie memasuki portal sihir. Gadis dengan kulit putih pucat itu menenggelamkan wajahnya di d**a bidang Azreal, tubuhnya bergetar hebat saat mendengar jeritan Ell dan tangis kedua sahabatnya yang begitu pilu.
Semoga kalian selalu bahagia..