Saat Iris memasuki kelasnya ia bisa merasakan semua pandangan tertuju padanya, tidak seperti biasanya yang secara sembunyi-sembunyi kini mereka seolah sudah berani menatapnya secara terang-terangan. Iris sendiri tidak terlalu mengindahkan hal itu, selain karena sudah terbiasa juga karena hal itu sama sekali tidak mempengaruhinya. Ia berpikir terserah mereka mau memandangnya bagaimana dan seperti apa, selama mereka tidak pernah mengganggunya dan melakukan sesuatu yang melewati batas.
Ketika ia melewati meja Irina, ia tak melihat sosok saudarinya di sana. Di sana hanya ada dua teman Irina yang selalu terlihat bersama dengannya, dan tentunya ia bisa merasakan tatapan tak bersahabat yang ditujukan mereka untuknya. Ia cukup sadar apa yang membuat mereka semua memandanginya seperti itu, semua i