Perawat datang dan meminta Zacky melepaskan pegangannya setelah lelaki itu mulai tenang. Pasien tersebut mundur selangkah, lalu menoleh lagi kepada Zacky. Wajahnya masih ketakutan. Dean menurunkan tangan; ia tidak ingin pertanyaan berikutnya terdengar seperti ancaman. Setelah perawat membawa lelaki itu ke tempat teduh, Dean meminta kesempatan berbicara jika keadaan pasien memungkinkan. Jawaban yang diterimanya sederhana: tunggu pemeriksaan selesai.
Zacky mengajak Dean kembali ke mobil. Untuk pertama kalinya sejak menerima pengawal itu, Dean menolak berjalan di depannya. Ia memilih berdiri di tempat yang masih terlihat dari meja perawat. Zacky menyadari perubahan itu, tetapi tidak mengomentarinya. Radio di mobil mengeluarkan suara pendek. Ponselnya masih tertinggal di apartemen, sesuai kesepakatan mereka sebelum berangkat.
'Apa yang kau sembunyikan dariku?' tanya Dean.
'Jangan di sini.'
'Orang itu menyebut namaku dan menyuruhku kembali ke zamanku. Dia menunjukmu. Kalau jawabanmu hanya menyuruhku diam, aku akan menganggap keselamatanku bukan tujuan utamamu.'
Zacky melihat pintu ruang perawatan. 'Keselamatanmu memang bukan satu-satunya tugasku.'
Kalimat itu lebih mengganggu daripada pengakuan langsung. Dean hampir mengaktifkan komunikasi lintas waktu, lalu mengurungkannya karena dua petugas sedang melintas. Peralatan yang tampak biasa di tangannya tidak memberi hak untuk membuka rahasia di halaman sebuah tempat perawatan. Ia mengirim permintaan hubungan melalui saluran pribadinya, tanpa menyalakan tampilan hologram.
Mereka diizinkan menemui pasien sebentar menjelang siang. Perawat tetap berada di dekat pintu. Dean bertanya apa yang membuat lelaki itu mengenalinya. Pasien menyebut sebuah ruangan terang, sebuah daftar nama, kemudian berhenti. Saat diminta menerangkan tempat dan waktunya, ia menggeleng. Ia ingat melihat Zacky di tempat lain, tetapi tidak sanggup mengurutkan pertemuan mereka.
Dean tidak mengubah ingatan yang terputus itu menjadi kesaksian lengkap. Ia bertanya apakah pasien ingin melanjutkan. Lelaki itu meminta istirahat. Percakapan selesai dengan satu petunjuk yang nyata: ia mengenal nama Parker sebelum Dean memperkenalkan diri. Selebihnya masih harus dicari melalui sumber lain. Tidak ada alasan menyimpulkan bahwa keadaannya membuatnya seorang pembunuh, apalagi pemilik Keen365.
Di mobil, Dean memeriksa kembali hasil alat pada punggung tangannya. Tidak ada tanda perangkat sejenis di tubuh pasien. Selama ini ia terlalu cepat menyamakan ketiadaan tanda itu dengan ketiadaan kemungkinan. Alatnya mencari perlengkapan tertentu, bukan membaca tahun kelahiran seseorang. Orang yang datang tanpa perlengkapan tersebut tidak akan memberinya jawaban yang sama.
Zacky duduk tanpa menyalakan mesin. 'Aku juga berasal dari tahun 2125.'
Dean menoleh perlahan. Ia menunggu kalimat berikutnya, karena sebuah pengakuan yang mudah diucapkan belum menjelaskan apa pun. Zacky mengatakan bahwa ia ditugaskan melalui jalur lain, tiba lebih dahulu, dan mencari Keen365 sebelum nama Dean masuk ke pekerjaan PIC. Ia mengajukan diri menjadi pengawal agar bisa mengamati penyelidikan yang mulai mendekati sasarannya.
'Kaluma tahu?'
'Dia menerima berkas pengawalku. Bukan seluruh tugasku.'
'Jadi ketika kau melarangku menghubungi orang, siapa yang sedang kaulindungi?'
Zacky tidak segera menjawab. 'Kadang-kadang kau. Kadang-kadang tugasku sendiri.'
Dean meminta tanda pengenal misi. Zacky menyerahkannya, tetapi Dean tidak mencocokkannya melalui terminal PIC. Ia menghubungi Komandan pada kesempatan yang telah disepakati. Sambungan yang dahulu sempat rusak sudah kembali bekerja; kini ia menunggu jawaban langsung, bukan menerka dari sepotong arsip. Pemeriksaan berlangsung lebih lama daripada yang diharapkannya. Zacky tetap duduk di kursi sebelah.
Komandan membenarkan keabsahan penugasan Zacky. Ia tidak membenarkan semua tindakan yang dilakukan pengawal itu. Dean mendapat izin menjelaskan asal mereka kepada Kaluma dan Hanung sejauh diperlukan untuk menangani benturan dua misi. Data tentang pasien diminta terpisah, melalui petugas perawatan, tanpa memaksanya mengingat di hadapan dua orang yang membuatnya gelisah.
Rapat di kantor PIC berlangsung tertutup malam itu. Hanung semula mengira Dean sedang mempermainkannya lagi. Ketika ia melihat konfirmasi yang telah disiapkan dan menyaksikan percakapan singkat dengan pihak FBFI, lelucon yang hendak diucapkannya berhenti. Kaluma memadamkan rokoknya sebelum habis. Ia meminta Dean mengulangi penjelasan dari awal, kali ini tanpa menyembunyikan bagian yang mengubah risiko timnya.
Dean menerangkan tujuan kedatangannya, perbedaan ramalan yang ia temukan, dan alasan informasi masa depan tidak boleh diumumkan. Ia tidak menawarkan pengetahuan tentang nasib pribadi siapa pun. Hanung menanyakan apakah pekerjaannya selama ini hanya percobaan bagi orang-orang dari zaman lain. Dean menjawab bahwa korban di Jakarta tetap korban, dan keputusan Hanung tetap miliknya sendiri.
'Kalau begitu, kami tidak akan menunggu perintah dari tahun 2125 untuk memeriksa pembunuhan di sini,' kata Hanung.
'Itu sebabnya aku memberitahumu sekarang.'
Kaluma memeriksa berkas penempatan Zacky. Perintah pengawalan memang disahkannya; Hanung memilih orang dari daftar yang tersedia. Rantai itu menjelaskan bagaimana Zacky masuk, tetapi tidak membersihkan informasi yang disembunyikannya. Untuk sementara ia dilepaskan dari pengawalan Dean dan diminta menyerahkan catatan yang berkaitan dengan Keen365. Ia dilarang menemui saksi atas nama PIC seorang diri.
Iwan dipanggil setelah Kaluma memutuskan penyamarannya tidak dapat dipertahankan dalam susunan baru. Di hadapan Hanung, ia menerangkan tugas cadangan yang selama ini diterimanya. Dean teringat perkenalan mereka di kantor: Iwan menyebut Kaluma sebagai pengutus, lalu mengatakan Hanung tidak ingin Dean celaka. Ia pernah memperlakukan dua kalimat itu sebagai dua perintah yang bertentangan, padahal keduanya dapat benar.
Hanung mendengus ketika melihat seragam petugas kebersihan yang selama ini melewati mejanya. Namun, kemarahannya ditujukan kepada Kaluma, bukan dijadikan bukti bahwa Iwan berkhianat. Kaluma menerima tegurannya. Mulai malam itu, pengamanan Dean berada dalam susunan yang diketahui penanggung jawabnya. Penyelidikan masih harus menemukan bagaimana alamat dan jadwal perawatan Nono keluar sebelumnya.
Kaluma mengingatkan bahwa tenggat dua minggu bagi PIC hampir habis. Ia akan melaporkan perkembangan nyata kepada atasannya, termasuk benturan penugasan yang menghambat pemeriksaan. Ia meminta perpanjangan terbatas, bukan memulai hitungan baru tanpa penjelasan. Hanung harus menyerahkan hasil yang sudah dapat dibuktikan keesokan harinya. Ancaman pembubaran tim tidak hilang hanya karena dua agen membawa teknologi yang tak dimiliki kantor itu.
Sebelum rapat berakhir, Hanung melihat satu ruang kosong pada daftar perlengkapan Zacky: sebuah alat pencatat portabel belum dikembalikan. Zacky mengatakan ia pernah menyerahkannya kepada seseorang untuk membawa peringatan. Ketika ditanya siapa penerimanya, ia hanya menatap meja. Dean menutup berkas penempatan. Keabsahan misi pengawalnya telah terjawab; bahaya dari peringatan yang ia sebarkan baru saja terlihat.