Dalam pemeriksaan lanjutan atas jadwal pengawalan, Hanung menemukan dua jadwal pengawalan yang selama ini diletakkan dalam map yang sama. Yang pertama dibuat saat Dean dipindahkan ke apartemen. Yang kedua merupakan perubahan sesudah penembakan. Seorang petugas pernah memakai jadwal kedua untuk menjelaskan bagaimana alamat Dean bocor sebelum tembakan terjadi. Kesalahan urutan itu membuat mereka mencurigai penerima yang keliru.
Iwan berada di depan meja ketika Hanung memisahkan kedua lembar. Pada jadwal pertama, namanya memang belum muncul. Tugas rahasianya baru diberikan Kaluma sesudah ancaman memburuk. Pada jadwal kedua, ia tercantum sebagai pengawal cadangan. Dean memandang dua tanggal itu dan merasa malu karena pernah menjadikan ketidakjelasan perintah sebagai alasan hampir menuduh orang yang menjaganya.
'Kalau kamu menemukan kesalahan saya, periksa,' kata Iwan. 'Tapi jangan jadikan pekerjaan yang tidak kamu ketahui sebagai bukti saya berbuat sesuatu.'
Hanung mengembalikan jadwal itu ke meja. Ia meminta setiap unit yang menerima penempatan awal menjelaskan siapa yang mengambil salinannya. Permintaan serupa diajukan untuk daftar petugas di rumah sakit ketika Nono dirawat. Penyamaran polisi yang berhasil masuk di sana menunjukkan ada informasi yang dapat dipakai, bukan membuktikan seluruh petugas rumah sakit ikut merencanakan penculikan.
Jawaban pertama tidak datang dari orang yang mereka curigai. Seorang pegawai administrasi di unit mitra mengakui pernah memberikan daftar petugas rumah sakit kepada kurir yang mengaku mengurus pengamanan Nono. Ia tidak memeriksa surat tugas dan menerima uang sesudahnya. Beberapa hari kemudian kurir itu kembali, kali ini meminta salinan penempatan Dean di apartemen. Pegawai tersebut menyerahkannya lagi dan menyimpan bayaran kedua.
Kaluma memintanya menyerahkan bukti yang masih ada. Catatan penerimaan, waktu penggandaan, dan pesan kepada kurir mendukung bagian penting keterangannya. Wajah kurir belum dapat dikenali dari rekaman. Pegawai itu tidak diminta menerka nama Bokeh agar pemeriksaan terasa selesai. Ia ditangani oleh penyidik yang berwenang, sementara aksesnya terhadap bahan kasus dihentikan.
Dean ingin menanyainya sendiri. Hanung menahan permintaan itu. Dean adalah orang yang alamatnya telah diberikan dan masih marah ketika menyebutnya. Penyidik lain dapat mengajukan pertanyaan yang sama tanpa membiarkan kemarahan menguasai pertemuan. Dean akhirnya menyerahkan pertanyaannya secara tertulis, lalu keluar menemui Iwan yang menunggu di koridor.
Jalur kebocoran awal kini memiliki perbuatan dan pelaku yang dapat diperiksa. Namun, nama orang yang membeli salinan tetap belum diketahui. Kaluma mengubah distribusi jadwal agar setiap penerima bertanggung jawab atas salinannya sendiri. Ia juga menanggung kesalahan pengawasan yang memungkinkan jalur lama dibiarkan terlalu longgar. Pegawai administrasi itu bukan alasan untuk membebaskan seluruh pimpinannya dari tanggung jawab.
Pada sore yang sama, Barry menyerahkan hasil penelusuran riwayat Nono yang diminta Elly. Berkas lama tentang dinas dan pemberhentiannya menyebut keluarga. Dari berkas itulah PIC mulai menelusuri istri dan anak Nono. Mereka belum sempat memeriksa Nono sebelum ia diculik, sehingga tidak dapat mengandalkan keterangannya tentang keluarga. Barry memperoleh saluran untuk menyampaikan permintaan pertolongan kepada keluarga itu tanpa menerbitkan alamat mereka.
Istri Nono mula-mula menolak bertemu. Ia sedang hamil tua dan tidak mempercayai orang yang memakai nama polisi. Elly menerangkan siapa yang akan datang melalui petugas yang dapat diperiksanya sendiri. Beberapa hari kemudian perempuan itu memilih menerima bantuan. Ia ingin Diana tetap bersamanya. Ia tidak mau putrinya dijadikan jalan untuk mendapatkan keterangan tentang pekerjaan ayahnya.
Sesudah keduanya berada di tempat yang mereka setujui, istrinya memberikan keterangan tentang ancaman. Orang-orang yang menghubungi Nono pernah menyebut keluarga mereka sebagai jaminan agar ia terus menuruti tugas. Ia sendiri menerima pesan yang menanyakan sekolah Diana. Ia tidak mengetahui siapa yang membuat bom Hilton atau menembak apartemen, tetapi ia mengetahui rasa takut suaminya sebelum menghilang.
Elly mencatat kata-kata perempuan itu tanpa mengisinya dengan pembicaraan Nono yang tidak pernah didengar PIC. Kesaksian keluarga menjelaskan ancaman yang mereka alami, bukan semua rantai perintah jaringan. Telepon yang berisi pesan diperiksa dengan persetujuan pemiliknya untuk bagian yang berkaitan. Bukti itu diserahkan kepada Kaluma melalui petugas yang bertanggung jawab atas perlindungan mereka.
Perempuan itu kemudian menanyakan pemeriksaan kehamilannya yang terlewat karena takut keluar. Elly membantu menghubungkan petugas perlindungan dengan layanan kesehatan yang biasa menanganinya. Rencana berobat dibicarakan bersama perempuan itu; Diana tidak dipisahkan hanya supaya jadwal petugas lebih mudah disusun. Ketika waktu kunjungan berakhir, perempuan itu sudah memegang kepastian tentang pemeriksaan berikutnya.
'Apa dia orang baik?' tanya Diana ketika Elly hendak pergi.
Elly berhenti di depan pintu. Ia tidak ingin memberikan kebohongan yang kelak harus dibongkar orang lain. 'Ayahmu melakukan hal-hal yang sedang diperiksa. Itu tidak membuatmu bersalah. Kau boleh merindukannya.'
Istri Nono memanggil Diana mendekat. Elly membiarkan mereka berbicara sendiri. Istri Nono meminta agar kabar perkembangan perkara diberikan kepadanya lebih dahulu, sehingga ia dapat memilih waktu berbicara kepada Diana. Petugas pendamping mencatat permintaan itu dan memberikan nama orang yang bisa dihubunginya, bukan membiarkannya menunggu panggilan dari nomor asing lagi.
Di luar, Elly menghubungi Barry dan meminta dijemput setelah tugasnya selesai. Ia tidak membagikan alamat melalui percakapan keluarga. Barry datang ke tempat pertemuan yang telah mereka pilih, membawa makanan yang tidak sempat dimakan istrinya sejak siang.
Kaluma menerima persetujuan perpanjangan operasi setelah hasil pemeriksaan awal dan ancaman terhadap saksi dilaporkan. Dana PIC tidak menjadi cek kosong. Mereka diberi waktu untuk menindaklanjuti sumber informasi Keen365 dan jalur pembayaran yang mulai terlihat. Hanung menempelkan tenggat baru di dekat meja sendiri, lalu meminta Elly mengambil libur separuh hari untuk beristirahat.
Malam itu Elly bercerita kepada Barry bahwa ia telah menolong seorang anak yang takut kehilangan ayahnya untuk kedua kali: pertama oleh kematian, lalu oleh cerita tentang kejahatan. Barry mendengarkan tanpa meminta nama untuk liputan. Ketika ia bertanya apa yang paling dibutuhkan istrinya, Elly menjawab bahwa ia ingin suaminya berhenti menutupi kabar tentang Merlin demi menjaganya tetap tenang.
Barry mengakui ia pernah memutuskan hal itu sendiri. Mereka sepakat kabar penting tentang Merlin akan disampaikan, lalu Elly memilih bagaimana menerimanya. Janji tersebut segera diuji. Saat mereka belum selesai makan, pesan Merlin masuk. Adiknya ingin bicara tentang boneka, Keen365, dan sebuah alat kecil yang masih disimpannya. Kali ini Barry menyerahkan telepon kepada Elly tanpa lebih dahulu menghapus bagian yang membuatnya khawatir.