Merlin meminta bertemu kakaknya di ruang tamu panti. Ia tidak ingin Dean atau Zacky menunggu di luar pintu. Elly datang sendiri setelah mengabarkan pilihannya kepada Bunda Ida. Di atas meja ada buku catatan, boneka beruang, dan sebuah benda kecil yang tidak mirip telepon yang biasa dipakai orang-orang di sekitar mereka.
Elly tidak langsung mengambilnya. Merlin menggeser benda itu ke tengah meja, lalu menariknya kembali. Tangannya gemetar. Ia mengatakan ada seorang lelaki yang memberikan alat tersebut sebelum Robi meninggal. Lelaki itu menyebut dirinya Zacky. Pada saat itu Merlin sudah pernah melihat akun Keen365. Ia mengira orang tersebut mengetahui hal-hal yang tidak dapat ditolong orang lain.
'Dia memberikannya supaya aku menulis peringatan,' kata Merlin. 'Ada catatan yang bisa kubaca. Ada tanggal. Aku tidak mengerti semua nama di dalamnya.'
Elly menahan pertanyaan tentang setiap korban yang langsung muncul di kepalanya. Ia meminta adiknya menerangkan apa yang benar-benar dilakukan. Merlin membuka buku pada halaman yang dipilihnya. Ada potongan kalimat tentang keramaian, sebuah kendaraan, dan seseorang yang menunggu di tempat tinggi. Sebagian belum lengkap. Sebagian dicoret sesudah ia membaca berita.
'Aku pernah memakai Keen365,' katanya akhirnya. 'Aku menulis beberapa cuitan. Bukan semuanya. Aku tidak tahu semua yang kemudian orang kirim dengan nama itu.'
Elly meletakkan kedua tangannya di pangkuan agar tidak meraih bahu adiknya tanpa berpikir. Selama ini ia memburu seseorang yang dianggap mengetahui kematian sebelum orang lain. Kini adiknya duduk di depannya, takut setiap kata akan menjadikannya penyebab semua kematian. Elly bertanya apakah Merlin pernah meminta siapa pun membunuh atau mencelakai orang yang ditulisnya.
Merlin menggeleng. Ia berharap orang menjauh dari bahaya. Sesudah beberapa kejadian benar-benar terjadi, perhatian yang datang justru membuatnya sulit berhenti. Orang meminta ramalan berikutnya, menuduhnya menyembunyikan sesuatu, atau mengaku memiliki potongan informasi tambahan. Ia tidak lagi tahu mana yang pernah dibacanya pada alat, mana yang diambilnya dari berita, dan mana yang ditulis orang lain setelahnya.
'Kau tidak perlu membuat semua itu terdengar teratur supaya aku percaya kau sedang takut,' kata Elly. 'Tapi kita harus memeriksa bagian yang dapat diperiksa.'
Merlin menunjuk gambar boneka. Ia mengaku memilih gambar itu setelah kematian Robi, ketika merasa kehilangan seseorang yang dapat diajak berbicara di panti. Ucapan rindu bukan kode yang diperintahkannya untuk mencelakai orang. Foto mawar dan salinan ancaman yang kemudian beredar tidak semuanya dibuatnya. Ia bisa menunjukkan beberapa catatan asal, tetapi tidak bersedia menyerahkan seluruh buku pribadinya.
Elly menerangkan bahwa keterangan tentang penggunaan akun perlu disampaikan kepada Kaluma. Ia tidak berjanji dapat menyembunyikan segala sesuatu atas nama hubungan keluarga. Namun, ia akan menyampaikan tepat apa yang dikatakan Merlin, termasuk batas pengetahuannya. Merlin mengizinkan ringkasan itu setelah membacanya sendiri. Bunda Ida mendampingi ketika mereka membicarakan pemeriksaan berikutnya.
Merlin menambahkan bahwa ia tidak bersedia menjawab pesan orang asing yang menawarkan informasi baru. Ia menunjukkan beberapa pesan tanpa membuka percakapan lain. Elly membantu memisahkan ancaman yang perlu dilaporkan dari permintaan publik yang dapat dibiarkan. Adiknya tidak harus mempertahankan kegiatan akun semata-mata agar penyelidikan mendapat bahan tambahan.
Dean menerima kabar di kantor. Ia hampir berkata bahwa akhirnya mereka menemukan Keen365, lalu berhenti ketika Hanung bertanya bagian mana yang dimaksudnya. Mereka memiliki pengakuan seorang pengguna, bukan daftar lengkap pembuat seluruh unggahan dan salinannya. Merangkum semuanya menjadi satu orang akan menghilangkan pekerjaan jaringan yang sejak awal memburu informasi itu.
Merlin bersedia memperlihatkan dua contoh catatan pada pertemuan berikutnya. Satu memiliki kemiripan jelas dengan unggahan publik, sementara satu lagi tidak ditemukan dalam arsip yang dimiliki PIC. Tanggal tulisan tangan tidak cukup untuk menentukan kapan keduanya dibuat. Pemeriksaan itu mendukung sebagian keterangannya, tetapi belum menjelaskan bagaimana informasi masa depan pertama kali masuk ke tangannya.
Alat kecil yang dibawanya diperiksa secara visual tanpa membuka isinya. Bentuknya sesuai dengan jenis pencatat yang hilang dari daftar perlengkapan Zacky. Nomor barang tidak terlihat dari luar. Hanung menolak menulis bahwa persamaan bentuk telah memastikan pemiliknya. Merlin membawa alat itu pulang setelah pemeriksaan yang disepakatinya selesai.
Ia juga memilih menghentikan kegiatan akun selama pemeriksaan. Melalui bantuan petugas yang ditunjuk, layanan diminta menjaga catatan yang berkaitan dan membatasi penerbitan baru. Merlin tidak menyerahkan akses kepada Dean untuk menulis atas namanya. Bila kemudian beredar pesan yang mengaku sebagai ramalan berikutnya, tim harus memeriksa asalnya lebih dahulu. Mereka tidak boleh langsung menyatakan bahwa adik Elly kembali menulis hanya karena orang yang menyebarkannya memakai gambar yang sama.
Di luar ruangan, Dean bertanya kepada Elly apakah mereka perlu meminta semua arsip sekarang. Elly melihatnya lama. Adiknya baru saja bersedia mengatakan sesuatu yang selama ini dipendamnya. Membawa permintaan baru seolah-olah persetujuan pertama tidak cukup akan menutup pintu yang baru terbuka. Dean menerima teguran itu dan membawa pertanyaan tentang asal perangkat kepada Zacky, orang yang memang bertanggung jawab atas inventaris tersebut.
'Merlin menyebut namamu,' katanya.
Zacky memandang salinan gambar alat di meja Kaluma. 'Aku pernah membawa jenis itu.'
'Aku tidak menanyakan jenisnya. Kau tadi mengaku pernah menyerahkan alat untuk membawa peringatan. Apakah dia penerimanya?'
Zacky mengusap wajah. Ia meminta catatan misinya dibuka pada bagian yang berkaitan dengan penyerahan. Kaluma menghubungi pihak FBFI melalui Dean agar pemeriksaan tidak bergantung pada halaman yang dipilih Zacky sendiri. Sampai jawabannya datang, pengawal itu tetap berada di luar tugas lapangan. Ia tidak diperbolehkan mengunjungi Merlin untuk menyelaraskan ingatan mereka.
Elly pulang menjelang malam dan menemukan Barry menunggu dengan dua cangkir minuman hangat. Ia tidak langsung menceritakan isi pengakuan Merlin. Ia mengatakan adiknya telah bersedia memberi keterangan dan sedang membutuhkan tempat yang tidak dipenuhi pertanyaan. Barry menawarkan kamar tamu jika Merlin kelak menginginkannya, bukan menyiapkannya sebagai keputusan yang sudah dibuat.
Telepon Elly berbunyi sebelum mereka tidur. Merlin menanyakan apakah menolak membuka buku akan membuat semua orang mengira dirinya berbohong. Elly menjawab bahwa penyelidikan tetap akan memeriksa fakta yang dapat diperoleh, tetapi penolakan menyerahkan seluruh hidupnya bukan bukti bahwa ia menginginkan kematian Robi. Di seberang sambungan, Merlin menangis. Elly tetap mendengarkan sampai adiknya sendiri mengakhiri percakapan.