Maya datang ke Panti Asuhan Mentari bersama Danu setelah salinan surat keluarga selesai diperiksa. Pertemuan itu tidak dibuat sebagai acara untuk wartawan. Bunda Ida menerima mereka di ruang tempat Robi dahulu menunggu jadwal latihan. Sepasang sepatu yang tidak lagi dipakai tersimpan dalam lemari. Maya melihatnya sebelum menyerahkan map berisi penjelasan yang selama ini tidak dimiliki panti.
Ia membicarakan hasil pemeriksaan hubungan darah, riwayat Ajeng, dan foto masa kecil yang ditemukan di rumah. Ia juga mengakui meminta bantuan melalui nomor Bokeh ketika sedang marah. Tidak ada kalimat yang menyatakan suaminya sempat bertemu anaknya. Danu menerangkan kembali apa yang diketahuinya: Pak Robi mencari kesempatan menemui pemain bola itu, tetapi ia tidak menyaksikan pertemuan tersebut terjadi.
Bunda Ida menerima map tanpa mengatakan semuanya telah terbayar. Ia senang identitas keluarga Robi tidak lagi hilang, tetapi anak yang hendak diberi tahu sudah dikuburkan. Ia meminta salinan yang dapat disimpan untuk riwayat Robi, agar kelak orang tidak mengulang cerita bahwa panti mengetahui ayahnya sejak awal dan sengaja menyembunyikannya.
Maya menyetujui permintaan itu. Ia menanyakan apakah dapat membantu anak-anak lain yang masih tinggal di sana. Bunda Ida memintanya mempertahankan bantuan yang jelas tujuan dan waktunya, tanpa menjadikan Robi alasan berfoto. Maya memilih membicarakan biaya kebutuhan sekolah melalui pengurus. Bantuan itu ditujukan kepada anak yang hidup, bukan janji memberikan masa depan kepada Robi yang sudah tidak dapat menerimanya.
Sesudah pertemuan, Maya meminta maaf kepada Danu karena menuduhnya melindungi perselingkuhan. Danu menerima penjelasannya, tetapi tidak langsung kembali bekerja di rumah keluarga Cahyadi. Ia telah mendapat pekerjaan lain dan ingin meneruskannya. Mereka sepakat ia boleh berkunjung tanpa harus menjadi pegawai lagi. Danu ingin melihat anak-anak asuh Pak Robi, bukan terus diuji kesetiaannya kepada orang yang sudah meninggal.
Maya juga menyiapkan penjelasan bagi anak-anak di rumah. Mereka boleh mengetahui bahwa ayahnya memiliki anak sebelum perkawinan, tanpa diminta menanggung pertengkaran orang dewasa atau memilih siapa yang pantas disayangi. Ia meminta bantuan pendamping untuk menentukan cara menyampaikannya. Foto Robi Suryadi tidak lagi disembunyikan sebagai bukti yang memalukan, tetapi disimpan bersama riwayat keluarga yang sudah dapat dijelaskan.
Roni datang bersama Mr Adams ketika mereka hendak pulang. Pelatih itu membawa foto tim Bintang Kejora sebelum pertandingan terakhir. Mereka menyerahkan salinan kepada panti dan keluarga. Tidak ada yang mencoba mengubah gol Robi menjadi petunjuk rahasia. Ia bermain, mencetak gol, lalu kehilangan nyawa karena benturan yang telah diperiksa petugas pertandingan. Nama ayahnya memberi tambahan riwayat, bukan alasan menghapus hidup yang ia jalani sebagai pemain bola.
Merlin menerima salinan kecil foto tersebut dari Bunda Ida. Ia memilih menyimpannya bersama buku gambar. Ia tidak mengunggahnya sebagai pesan baru kepada orang-orang yang menunggu Keen365 kembali. Elly melihat keputusan itu dari kursi di dekat pintu. Adiknya masih berduka, tetapi kini dapat memilih benda yang mengingatkannya kepada Robi tanpa harus menerangkan sesuatu kepada seluruh kota.
Dalam perjalanan pulang, Merlin bertanya tentang kedua orang tua mereka. Selama ini ia takut ada peringatan yang terlewat dan membuat kecelakaan itu menjadi tanggung jawabnya. Elly telah meminta berkas kecelakaan diperiksa kembali bersama tanggal awal catatan Zacky. Hasilnya tidak menunjukkan kematian orang tua mereka diakibatkan perintah melalui Keen365. Tidak ditemukan unggahan yang memperingatkan kejadian tersebut sebelum terjadi.
Ketiadaan pesan itu bukan bukti bahwa seseorang sengaja menghapusnya. Elly pernah menghabiskan waktu mencari karena ingin menemukan alasan yang dapat dikejar. Kini ia menerangkan batas yang benar-benar diketahui: orang tua mereka meninggal dalam kecelakaan yang telah dilaporkan, dan tidak ada bukti menghubungkannya dengan jaringan Bokeh. Merlin tidak pernah menerima pengetahuan yang seharusnya dapat dipakai untuk menyelamatkan mereka.
'Kalau aku lebih mengerti alat itu?' tanya Merlin.
'Kau tetap tidak memiliki semua jawaban. Zacky tidak memberimu semua kejadian di dunia. Kau tidak berutang menyelamatkan Ibu dan Ayah dengan sesuatu yang tidak pernah kauketahui.'
Merlin menunduk pada foto di tangannya. Elly tidak menyuruhnya berhenti menangis. Ia sendiri masih memerlukan perawatan dan tidak berubah menjadi orang yang kebal setelah menemukan pengguna sebuah akun. Barry menunggu mereka di rumah. Malam itu ketiganya makan bersama, lalu membicarakan jadwal yang memungkinkan Elly bekerja tanpa kembali melewatkan makan, tidur, dan pemeriksaan rutinnya.
Barry juga membawa hasil liputannya yang sudah terbit. Tulisan tersebut menerangkan bagaimana peringatan dipotong, disalin, dan dipakai mengancam. Tidak ada nama Merlin atau riwayat kesehatannya. Ia tidak menulis bahwa keluarga Manoa adalah sumber kejahatan. Elly membaca tulisannya sampai selesai, kemudian menunjukkan satu kalimat yang masih dapat membuat pembaca mengira seluruh pesan ditulis satu tangan. Barry mengirim koreksi kepada redaksi.
Di kantor PIC, Dean menerima kabar dari petugas yang menangani pasien yang mengenalinya. Persiapan perawatan lanjutan bersama FBFI sudah disepakati setelah keadaan pasien dinilai. Ia tidak akan ditinggalkan hanya karena petunjuknya telah selesai dipakai. Dean menyerahkan pesan singkat untuk disampaikan bila lelaki itu ingin menerimanya: Parker akan pulang melalui jalurnya sendiri, dan bantuan yang dibutuhkan pasien telah mendapat penanggung jawab.
Zacky menyelesaikan pernyataan untuk pemeriksaan disiplin. Ia membaca ulang bagian yang menyebut kebohongannya terhadap keterangan Merlin, lalu menandatanganinya tanpa mengganti kata berbohong menjadi lupa. Dean tidak memberinya pengampunan atas nama orang lain. Ia mengatakan pernyataan itu akan dibawa bersama bukti yang menunjukkan bagaimana peringatan pertama disebarkan. Zacky menerima bahwa mereka akan pulang untuk menghadapi pertanyaan yang berbeda.
Menjelang petang, Hanung meminta Dean melihat laporan akhir PIC. Riwayat dua Robi sudah diperbaiki, jalur kebocoran jadwal ditangani, dan keluarga yang terancam memiliki pendamping yang dapat dihubungi. Perkara ledakan dan penembakan tidak dicoret dari daftar hanya karena misi Dean hampir selesai. Penyelidikan setempat akan berlanjut dengan bahan yang kini dapat dipertanggungjawabkan.
Dean mengembalikan laporan itu setelah membacanya. Ia tidak menemukan cara memulangkan korban kepada keluarganya. Yang ada adalah kesempatan mencegah nama mereka terus digunakan untuk menakut-nakuti orang yang masih hidup. Di luar ruangan, Elly menjemput Merlin yang membawa buku gambarnya sendiri. Dean membiarkan mereka lewat tanpa meminta catatan baru. Kali ini yang dilihatnya bukan calon pemilik ramalan, melainkan dua saudara yang sedang belajar menjalani hari berikutnya.