Naskah yang disebut rilis cadangan ditemukan bersama bahan pengiriman jaringan. Isinya menuduh kelompok pesaing membunuh Nono dan mengajak penerima mendatangi sebuah lokasi yang sudah tidak dipakai. Beberapa rinciannya bertentangan dengan waktu kejadian. Bahan itu dapat memicu pembalasan bila beredar sebagai bukti, tetapi pemeriksaan tidak menemukan bahwa ia pernah masuk antrean penerbitan Keen365.
Penyedia layanan mengonfirmasi bagian yang dapat diperiksa pada sistem mereka. Pemeriksa barang sitaan menjelaskan tempat naskah itu disimpan pada media jaringan. Pemeriksaan itu menempatkan naskah pada jalurnya: salinan provokasi disiapkan di luar akun, lalu ditawarkan kepada orang yang diharapkan mau menyebarkannya. Pesan kepada Barry merupakan salah satu jalan yang berhasil dihentikan sebelum diterbitkan.
Kaluma memelihara bukti tersebut dan meneruskan pemeriksaan pengirim yang belum tertangkap. Rekening yang telah ditautkan dibekukan setelah persetujuan keluar, bahan pengiriman diamankan, dan orang yang mengatur sebagian jalurnya berada dalam penahanan. Mereka tidak mengumumkan bahwa Jakarta bebas dari kriminal. Mereka dapat menyatakan bahwa rangkaian pembayaran dan provokasi yang sedang dikejar tidak lagi berjalan melalui jalur yang sama.
Merlin datang ke PIC bersama Elly dan Bunda Ida untuk menyelesaikan keputusan tentang akun. Ia sudah mengetahui bahwa naskah terakhir bukan berasal dari kegiatan penerbitannya. Namun, ia tidak ingin terus menjadi tempat orang menggantungkan ketakutan. Ia meminta Keen365 ditutup setelah salinan yang diperlukan sebagai bukti disimpan. Tidak ada petugas yang menulis pesan perpisahan seolah-olah berasal darinya.
'Aku tidak mau menulis ramalan terakhir,' katanya. 'Kalau ada yang masih memakai nama itu, periksa orangnya. Jangan langsung bilang aku kembali.'
Hanung menerima keputusan tersebut. Penutupan dilakukan melalui proses layanan yang dicatat, dengan bahan perkara tetap dipelihara. Merlin memperoleh penjelasan mengenai apa yang disimpan dan siapa yang menangani pertanyaan berikutnya. Perangkat pencatat yang diserahkan Zacky ditangani sebagai perlengkapan misi yang terkait pemeriksaan, sedangkan buku gambar dan catatan pribadi tetap berada padanya.
Di halaman, Dean berbicara singkat dengannya sebelum berangkat. Ia tidak meminta Merlin membuktikan bahwa dirinya sudah sembuh atau tidak takut lagi. Ia berterima kasih karena keterangannya membantu membuka asal akun. Merlin menjawab bahwa ia masih ingin menulis sesuatu, tetapi kali ini sesuatu yang tidak memerintahkan orang menunggu kematian. Elly mengajaknya pulang setelah percakapan selesai.
Persiapan kepulangan Dean dilakukan pada fajar berikutnya. Bukti asli Jakarta tetap berada pada penyidik. Yang diizinkan dibawa hanyalah salinan yang diperlukan untuk pemeriksaan misi, dengan rincian pribadi saksi dipisahkan. Kaluma menerima serah terima, Hanung memeriksa daftar, dan Iwan menjaga koridor. Tidak ada barang titipan yang dimasukkan diam-diam agar seseorang mendapat keuntungan pada masa depan.
Zacky akan mengikuti jalur kepulangan dalam pengawasan FBFI setelah urusan keterangannya selesai. Ia tidak kembali menjadi pengawal Dean seolah-olah semua telah dilupakan. Pernyataannya tentang pembukaan Keen365, penyerahan perangkat, dan penutupan informasi masuk bersama catatan yang dapat diuji. Pemeriksaan keputusan Komandan juga tercantum. Jabatan pihak yang memberi perintah tidak menghapus tanggung jawab atas bagian yang disembunyikan.
Kaluma menyerahkan perkembangan perkara terakhir. Bokeh diproses berdasarkan bukti pengaturan pembayaran dan ancaman yang telah terkumpul. Perempuan yang menggunakan nama Ajeng tetap menghadapi pemeriksaan atas penculikan, perbuatan terhadap Nono, dan percobaan membawa Merlin. Keterangannya tentang luka Nono didukung hasil pemeriksaan serta beberapa rincian terpisah; penuntut akan membawa keseluruhan bukti, bukan hanya sebuah pengakuan, ke pengadilan.
Pelaku penembakan dari bangunan seberang dan beberapa perantara masih dicari. Ledakan Hilton tetap diperiksa dengan peran Mimi dan Nono yang sudah diketahui, tanpa memaksa setiap tindak pidana menjadi perintah langsung Bokeh. Dean menerima batas itu. Akhir penugasannya tidak memberikan alasan bagi penyidik untuk menyebut perkara selesai sebelum waktunya, ataupun membebaskan pelaku yang belum seluruh perannya diketahui.
Hanung mengantar Dean sampai pintu ruang kepulangan. Ia menanyakan apakah namanya akan muncul dalam sejarah yang dibaca orang pada tahun 2125. Dean tersenyum, tetapi tidak memberikan jabatan, tanggal, atau janji. Ia mengatakan laporan yang dibawanya menyebut pekerjaan tim sebagaimana terjadi. Hanung mengangguk, lalu mengingatkan bahwa jika suatu hari Dean kembali, ia tetap harus mengetuk pintu kantor.
Dean menyalakan perangkat setelah konfirmasi akhir diterima. Cahaya ruangan memudar. Ia tidak mendengar suara pertempuran ataupun orang yang memanggilnya untuk menyelamatkan korban terakhir. Ketika pandangannya kembali jelas, ia berada di fasilitas FBFI tahun 2125. Komandan menunggu bersama petugas pemeriksa. Kali ini permintaan laporannya disertai catatan bahwa keputusan pimpinan pun akan diperiksa.
Dean memulai dari penugasan Zacky, kemudian pasien yang mengenalinya, Merlin, dua Robi, dan jaringan yang memakai cuitan untuk memaksa orang bertindak. Ia menyebut kesalahannya sendiri, termasuk informasi keluarga Robi yang pernah diterimanya tanpa pemeriksaan dan pilihan menempatkan penyerang dekat jendela. Ia tidak menggunakan keberhasilan penahanan Bokeh untuk menghapus kegagalan menyelamatkan orang lain.
Sesudah pemeriksaan awal, mereka memperoleh akses kepada arsip sejarah yang berkaitan dengan misi. Indonesia masih berdiri. Rangkaian yang dahulu diproyeksikan menuju kehancuran nasional tidak berlanjut dalam bentuk yang sama. Arsip mencatat terputusnya jalur pembayaran dan distribusi provokasi, diikuti proses hukum serta tindakan orang-orang yang tidak pernah ikut bepergian melintasi waktu. Hasil itu dapat dilihat; ia tidak lagi hanya harapan yang dibawa pulang.
Pemeriksa menegaskan bahwa arsip itu menunjukkan hasil pada rangkaian yang mereka tangani, bukan jaminan setiap peristiwa mendatang menjadi baik. Dean meminta batas tersebut dipertahankan dalam kesimpulan. Ia telah melihat sendiri betapa berbahayanya satu pernyataan yang terdengar mengetahui segalanya ketika orang menggunakannya untuk berhenti memeriksa.
Korban yang telah meninggal tetap tercatat meninggal. Robi Suryadi tidak kembali ke lapangan, Pak Robi tidak sempat menemui putranya, dan orang tua Elly serta Merlin tidak menunggu di rumah. Keselamatan negeri pada garis waktu baru tidak memberikan Dean hak mengubah kehilangan mereka menjadi bagian yang kurang menyenangkan untuk disebut dalam laporan kemenangan.
Komandan menutup arsip setelah Dean selesai membaca. Ia tidak menyebutnya pahlawan yang bekerja sendirian. Dean pun tidak meminta nama Merlin dicari pada catatan pribadi. Ia menyerahkan perlengkapan, menandatangani laporan, dan meninggalkan ruangan setelah memastikan pemeriksaan masih memiliki penanggung jawab. Di Jakarta, akun itu telah berhenti menulis. Orang-orang yang pernah menunggunya tetap harus memilih tindakan mereka sendiri, tanpa menganggap sebuah cuitan sebagai takdir.