Pemeriksaan berjalan sepanjang bulan-bulan berikutnya. Kai menyerahkan salinan percakapan, menjawab pertanyaan tambahan, lalu kembali pada pekerjaan secara bertahap. Nadya mengurus pengiriman di Yogyakarta dan Surabaya bergantian sesuai kebutuhan usaha. Ia tidak mengirim Anjani laporan perkembangan. Bila ada hal yang memengaruhi rencana mereka, Kai sendiri yang menyampaikannya.
Salah satu lampiran yang dicari akhirnya ditemukan dalam kumpulan berkas yang sudah diserahkan. Nomor rujukannya berbeda dengan daftar tagihan sehingga semula tidak terbaca sebagai pasangan transaksi yang sama. Bukti pengiriman uang dari bank, tanggal penerimaan barang, dan salinan tanda terima pemasok kemudian dibandingkan. Lampiran itu membantu menjelaskan catatan, tetapi tidak berisi jawaban tentang siapa yang memukul Kai.
'Uang mukanya masuk ke dua baris penagihan,' kata Kai ketika ia siap membicarakannya dengan Anjani. 'Ada bagian pembayaran yang sah. Kami tetap harus menyelesaikannya. Tapi aku tidak harus membayar uang muka yang sama dua kali.'
Anjani bertanya apakah pemeriksaan catatan itu sekaligus menyelesaikan perkara penyerangan. Kai menggeleng. Pengacaranya membantu mengurus perselisihan pembayaran secara terpisah. Polisi tetap memeriksa orang-orang yang terlibat dalam kekerasan.
'Aku mengenali Rendra sebagai orang yang kutemui,' lanjutnya. 'Aku tidak melihat dia memukulku. Aku tidak akan mengubah ingatanku supaya persoalannya terdengar sederhana.'
Hubungan antara Rendra dan dua orang yang mendatangi Kai sesudah pertemuan itu diperiksa melalui beberapa keterangan. Panggilan di antara mereka cocok dengan rentang waktu sebelum penganiayaan. Seorang pekerja pemasok yang berada di tempat pertemuan juga memberikan keterangan tentang perintah menahan Kai agar ia mau menyetujui pembayaran. Dalam pesan yang diperiksa, desakan itu berlanjut setelah Kai pergi. Mereka diminta mencegatnya, bukan sekadar menyampaikan tagihan.
Kai tidak mengetahui percakapan itu ketika ia berjalan menjauh. Ia hanya ingat orang mendekatinya, rasa sakit, lalu suara air. Ia tetap mengatakan demikian setiap kali dimintai keterangan. Dua orang yang memukulnya diperiksa berdasarkan bukti yang tidak bergantung pada ingatan Kai seorang: komunikasi, keterangan orang yang melihat bagian peristiwa, serta keadaan luka yang sudah dicatat sejak ia dirawat.
'Sekarang aku tahu kenapa mereka bisa mencariku setelah pertemuan,' katanya. 'Tapi aku masih tidak ingat semua yang mereka lakukan.'
Anjani tidak meminta ia mencoba mengingat lebih keras. Ia bertanya apakah Kai sudah mempunyai pendamping untuk menghadapi pemeriksaan selanjutnya. Kai menjawab pengacaranya telah menjelaskan tahap yang akan dilalui. Robert akan menemani jika ia memintanya, sebagai orang yang dipercaya, tanpa menggantikan penasihat hukum.
Beberapa bulan berlalu sebelum perkara itu sampai ke persidangan. Dalam rentang itu, Kai masih menjalani pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan, mulai mengurus pembelian dalam jumlah kecil, dan belajar menyerahkan tugas ketika hari pemeriksaan membuatnya lelah. Nadya tidak lagi harus mengambil seluruh pekerjaannya. Mereka memeriksa tagihan berdua sebelum mengambil pesanan berikutnya.
Nilai presentasi yang telah disampaikan Anjani pun keluar, disusul penilaian tugas lapangannya. Uji coba serah terima berakhir dengan penyesuaian yang disetujui unit: bagian yang membantu dipertahankan, sedangkan persiapan yang membebani satu giliran dibagi kembali. Ia menerima penilaian tugasnya dan menyimpan laporan akhir. Pekerjaan itu selesai sebagai tugas yang dapat diperiksa, tanpa harus ia sebut sebagai perbaikan untuk seluruh rumah sakit.
Ketika jadwal kesaksian Kai tiba, mereka tidak membatalkan hidup yang sudah perlahan kembali teratur. Robert dan Kai berangkat ke Banyuwangi sehari sebelumnya agar tidak terburu-buru. Anjani tetap di Surabaya untuk kuliah dan bekerja. Ia akan menerima telepon sesudah Kai siap, bukan duduk menghitung jam yang tidak bisa dipercepatnya.
Pagi sidang di Banyuwangi, Kai datang lebih awal bersama Robert. Ia membawa dokumen yang diminta petugas dan memeriksa kembali bahwa ia tidak membawa salinan yang tidak perlu. Robert bertanya apakah ia ingin duduk diam sebentar sebelum masuk.
'Saya ingin mengulang urutannya sendiri,' kata Kai. 'Saya tidak mau menyimpulkan sesuatu yang belum saya tahu.'
Robert mengangguk. Ia mengingatkan Kai untuk menjawab pertanyaan sesuai ingatan dan tidak merasa harus mengisi bagian yang tidak pasti. Kai mengatakan ia akan berusaha.
Di ruang sidang, Kai menjelaskan perselisihan uang yang telah terjadi sebelum ia pergi ke Banyuwangi. Ia memaparkan bahwa ia meminta pencocokan catatan pembayaran, lalu menerima tekanan agar segera menyetujui angka yang diminta. Ia menjelaskan komunikasi yang ia simpan dan mengakui ada tanggal yang tidak dapat ia pastikan pada awalnya.
Dokumen tambahan membantu menyusun urutan komunikasi dan transaksi. Namun Kai tidak diminta membuat kesimpulan tentang niat setiap orang. Ia menjawab hal yang ia alami, menyebut apa yang ia lihat, dan membedakannya dari dugaan.
Ketika ditanya mengenai ancaman kepada keluarganya, Kai mengulang kalimat yang ia ingat tanpa menyebut nama anggota keluarga atau menambahkan ancaman lain. Ia mengatakan itulah alasan ia semula takut menghubungi orang-orang terdekat. Ia tidak berusaha membuat keterangannya terdengar lebih dramatis.
Robert duduk tidak jauh, tetapi tidak memberi jawaban atas nama Kai. Setelah sesi berakhir, ia bertanya apakah Kai ingin langsung pulang atau menunggu petugas menjelaskan jadwal berikutnya. Kai memilih menunggu penjelasan resmi.
'Bagaimana?' tanya Robert.
'Berat, tapi saya bisa menjawab.'
'Om melihat kamu berhati-hati menyebut mana yang pasti.'
'Saya tidak ingin membuat orang lain bertanggung jawab atas kata yang tidak saya ingat.'
Mereka menerima informasi bahwa pemeriksaan akan dilanjutkan dan putusan belum diberikan pada hari itu.
Sidang tidak selesai pada hari Kai memberikan kesaksian. Ada pemeriksaan lain yang harus diikuti. Ia menerima kabarnya melalui pengacara, lalu menandai tanggal berikutnya pada kalender kerja. Selama masa itu ia tidak bertemu Rendra secara pribadi dan tidak menjadikan percakapan tentang pembayaran sebagai tawaran untuk mencabut keterangannya.
Pada hari putusan, Robert kembali menemaninya di Banyuwangi. Anjani menerima pesan singkat selepas giliran kerjanya: putusan telah dibacakan, dan Kai ingin makan lebih dulu sebelum menelepon.
Malam itu Kai menjelaskan bahwa dua orang yang melakukan pemukulan dinyatakan bertanggung jawab atas penganiayaan tersebut. Keterlibatan Rendra dalam menyuruh mereka mencegat dan menekan Kai juga dinyatakan terbukti. Pengadilan menilai rangkaian bukti serta keterangan yang diajukan; bukan menganggap setiap panggilan telepon sebagai perintah melakukan kekerasan. Nama orang yang ditemui Kai dan orang yang memukulnya tidak lagi menjadi satu dugaan yang dicampur begitu saja.
'Aku lega mereka mendengar apa yang benar-benar terjadi,' kata Kai. 'Aku tetap berharap tidak pernah perlu datang ke sini.'
Anjani mendengarkan. Ia tidak menyebut Kai telah sembuh atau tak perlu takut lagi. Kai mengatakan pendampingnya masih akan memeriksa salinan dan tindak lanjut putusan. Mereka tidak menyatakan urusan selesai hanya karena telah keluar dari gedung.
Dalam minggu-minggu setelahnya, pengacara mengabari Kai mengenai tindak lanjut yang telah ditempuh. Tidak ada perubahan terhadap tanggung jawab yang telah diputuskan. Kai menyimpan salinan yang harus ia pegang. Ia tidak menghubungi orang yang dihukum dan tidak mengirim berita perkara itu kepada kenalan untuk mempermalukan keluarga mereka.
Perselisihan tagihan selesai melalui pencocokan tersendiri. Rendra diwakili pihak yang mengurus dokumennya. Bukti bank dan tanda terima pemasok menguatkan bahwa satu uang muka dihitung dua kali. Baris yang berulang dibatalkan dalam rekap yang disepakati. Kai membayar sisa yang memang masih menjadi kewajibannya, lalu menerima bukti pembayaran dan konfirmasi bahwa tagihan pesanan tersebut telah lunas.
Nadya memeriksa rekap bersama Kai. Mereka tidak memakai putusan penganiayaan untuk menghapus utang dagang yang sah; mereka juga tidak menerima syarat untuk memaafkan kekerasan sebagai bagian pembayaran. Dua urusan itu ditutup dengan bukti masing-masing.
Kai memberi tahu Anjani saat mereka makan di rumah Robert dan Martha. Kali ini ia tidak datang membawa map ke tengah makan malam. Ia telah menyimpannya di tempat tinggalnya sebelum berangkat.
'Sudah dibayar sesuai hasil pencocokan. Tidak ada tagihan pesanan itu yang tersisa,' katanya. 'Aku mau kamu tahu sebelum kita membicarakan rencana yang melibatkan uang berdua.'
Anjani mengangguk. 'Lalu malam ini kamu ingin membicarakan apa?'
Kai melihat makanan di piringnya dan tersenyum kecil. 'Mungkin makan dulu. Aku sudah beberapa bulan membicarakan kertas sebelum makan.'
Mereka menghabiskan hidangan yang telah dingin sedikit. Ketika suara motor lewat membuat Kai menoleh mendadak, Anjani tidak berkata bahwa putusan seharusnya membuatnya tenang. Ia menunggu, lalu melanjutkan cerita tentang pelanggan yang mengubah warna sulaman tiga kali. Ada akibat yang memerlukan waktu. Perkara dan tagihannya telah selesai; ia tidak harus mengaku bebas dari semua rasa takut agar penutupan itu menjadi nyata.