“Lo belum pulih benar, jadi sekarang lo istirahat aja dan nggak usah pikirin apapun. Semakin cepat kaki lo sembuh, semakin bagus buat lo. Juga gue. Siapa tahu gue butuh bantuan lo kelak,” kata Talitha sambil menatapku tegas.
Aku mengangguk pelan. Memangnya apa lagi yang bisa kulakukan sekarang? Dengan keadaan kakiku, bahkan aku saja butuh dibantu untuk berdiri atau berjalan, jadi memang satu-satunya yang bisa kulakukan hanya tidur dan berusaha memulihkan diriku dengan cepat.
“Lalu lo sendiri, lo mau ngapain?” tanyaku pelan. “Lo tetep di sini kan? Lo nggak sampai keliaran ke rumah-rumah penduduk kan? Kalau sampai Kak Tyas atau Pembina yang lain datang dan nggak nemuin lo di sini, lo bisa bener-bener tamat, lo sadar kan?” lanjutku agak khawatir.
Talitha tertawa. “Lo bener-bener kayak buk