Setelah meminta Natasha untuk tidur dan beristirahat agar cewek itu bisa cepat pulih, aku buru-buru keluar kamar dan melihat sekelilingku. Di klinik ini, hanya ada satu perawat dan satu dokter yang bekerja. Saat aku ke sini tempo hari, suasana klinik terlihat begitu ramai. Dari anak kecil hingga orang dewasa, semuanya pasti akan ke tempat ini mengingat rumah sakit terdekat dari sini harus ditempuh dalam waktu dua jam. Tapi sialnya, ketika aku justru ingin melihat keramaian di klinik sehingga bisa mengajak mereka bicara soal pelatihan, klinik itu justru kosong melompong. Sepertinya hanya Natasha satu-satunya pasien sekarang. Sial. Sepertinya aku benar-benar harus pergi ke rumah penduduk sekarang.
Dengan lesu, aku melangkah mendekati dokter dan suster yang tengah berbincang serius. Ketika