“Sekarang lo tahu…”
Aku tersentak kaget saat mendengar suara Davina yang terdengar tepat di belakangku. Reflek, aku menoleh ke belakang dan hampir terlonjak kaget saat melihat sosok Davina tengah berdiri tegak di belakangku.
“Davina…” kataku tak percaya.
“Gue nggak tahu kapan gue bisa ketemu lagi sama lo, jadi gue ngomong yang penting dulu sama lo,” kata Davina tergesa. “Tepat di bawah pohon itu, Pak Gito mengubur gue. Sampai sekarang, jasad gue masih di sana. Itu sebabnya mereka nggak pernah nemuin jasad gue di bawah danau. Tolong Bawalah polisi, wartawan atau siapapun yang bisa membantu menguak kasus ini untuk melihat jasad gue. Dengan begitu kasus ini bisa dibuka kembali. Ajaklah Kak Tyas. Dari awal, gue selalu bertukar pikiran sama dia. Gue juga sempet cerita sedikit tentang penemua