"Dek, ayo bangun,"ucap Duta di balik pintu kamar Xandra.
"Mau ngapain si kak? ini kan masih pagi,"ucap Xandra yang masih memejamkan matanya.
"Ayo ikut kaka ke pameran lukisan kota A,"ucap Duta.
Mendengar kata lukisan, Xandra segera membuka mata dan tiba-tiba ia mengingat Xafi, dan berharap bisa bertemu Xafi di pameran lukisan kota A.
"Iya kak Duta, aku mandi dulu,"ucap Xandra.
"Iya, kaka tunggu ya dek diruang makan,"ucap Duta.
"Iya kak,"ucap Xandra.
Sementara itu Xafi yang sudah tiba di pameran lukisan, segera menata kanfas yang sudah tergores kuasnya, di pameran ini tidak ada yang mengenalnya karena ia memakai topeng yang menutupi matanya saja, seperti topeng kerajaan, degan jubah putihnya dan topi bulu merak yang ia buat sendiri, membuatnya semakin misterius, namun yang menjadi penggemarnya mengenal Xafi dengan julukan Dewa kuas, karena goresan kuas yang dihasilkan oleh Xafi sangat indah dan memiliki harga yang sangat fantastis.
"Selamat datang dewa kuas, suatu kebanggan bagi saya karena dewa kuas mau menghadiri pameran lukisan tahunan di kota A, dengan mahakarya yang sangat indah dan menawan, setiap goresan kuas yang dihasilkan sangat memukau, dan menarik perhatian pecinta lukisan,"ucap mister Kyuhyun wali kota A.
"Terima kasih mister Kyuhyun, saya yang merasa terhormat sekali karena diberi kesempatan untuk membawa lukisan sederhana saya ini ke dalam pameran lukisan tahunan ini,"ucap Xafi.
"Hari ini juga kita kedatangan tamu-tamu yang istimewa, dari semua kalangan dan punggawa Family Stars akan meramaikan pameran lukisan tahunan ini dengan aksi panggung mereka,"ucap walikota Kyuhyun.
"Saya yakin pameran tahunan ini akan berhasil pak,"ucap Xafi.
"Iya dewa kuas, saya juga berharap demikian, agar kita bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita, nanti hasil dari penjualan tiket dan penggalangan dana akan disumbangkan untuk panti asuhan Pelita Bangsa, panti jompo Harapan Kusuma dan akan di berikan santunan bagi anak-anak sekolah yang kurang beruntung, dan saya yang akan memantau langsung pembagian santunan tersebut agar tidak terjadi ketidakadilan,"ucap walikota Kyuhyun.
"Wah sangat dermawan sekali, baiklah lima puluh persen dari hasil penjualan lukisan saya, akan saya donasikan untuk penggalangan dana hari ini pak walikota,"ucap Xafi.
"Terima kasih dewa kuas untuk bantuannya,"ucap walikota Kyuhyun.
"Iya bapak, saya akan dukung setiap niat baik yang bapak lakukan,"ucap Xafi.
Walikota Kyuhyun menjabat tangan Xafi dengan hangat, dan senyuman khasnya, ia bersyukur karena semakin banyak yang mengulurkan tangan untuk memberi di penggalangan dana ini akan membuat lebih banyak yang dapat di bantu.
Sementara itu Xandra baru selesai sarapan dan segera mengekor di belakang kakak-kakanya yang akan memeriahkan pameran tahunan dengan aksi mereka di panggung.
"Kak, aku lihat di sosial media, pameran tahunan ini di gelar untuk penggalangan dana, nanti kita ikut menyumbang ya kak, biar lebih banyak yang bisa di bantu,"ucap Xandra.
"Tenang, kakak-kakak mu ini sudah menyumbang tiga puluh juta untuk santunan ke panti asuhan Pelita Bangsa, dan nenek sudah mengirim sembako untuk panti asuhan Pelita Bangsa dan panti jompo Harapan Kusuma,"ucap Duta.
"Iya Xandra aman aja, dan kaka juga menyumbang buku pelajaran dari penerbit Bima sakti untuk semua sekolah yang ada di kota A,"ucap Meso.
"Kak Genta ngasih apa? selain uang?"ucap Xandra.
"Kaka sudah memberikan baju untuk anak panti asuhan Pelita Bangsa dek, dari distro kaka yang baru buka cabang ke dua di kota B,"ucap Genta.
"Wah sangat dermawan sekali kaka-kaka ku ini, nanti giliran Xandra yang memberi, Xandra akan memberi makan siang gratis untuk anak-anak jalanan dan pengamen,"ucap Xandra yang tengah memesan makanan di rumah makan Padang untuk membantu Xandra menyiapkan makanan untuk anak jalanan dan pengamen.
"Terus Xandra yang bagi?"ucap Genta.
"Aku gak mau terlihat kalau aku yang memberi kak, jadi aku minta tolong pengawal kita buat menyebar dan memberikan nasi Padang buat makan siang gratis kak,"ucap Xandra.
"Indahnya berbagi,"ucap Genta.
"Kita harus mau berbagi untuk mereka yang membutuhkan uluran tangan kita,"ucap Duta.
"Ide bagus, wahhh ramai banget seperti dewa kuas ikut memeriahkan pameran tahunan ini jadi ramai pengunjung yang berdatangan,"ucap Meso.
"Hah siapa itu kak?"ucap Xandra.
"Makanya jangan nikah sama Yuda kemarin, kaka punya niatan ingin menjodohkan kamu sama dewa kuas,"ucap Meso.
"Emm sepertinya masih bisa, Xandra belum tersentuh sama Yuda, jadi masih bisa kita jodohkan,"ucap Duta.
"Emm dek, Yuda belum menodai mu kan?"ucap Meso.
"Menyentuh ku saja tidak pernah apalagi sampai menodai ku kak, tapi apa yang buat kak Meso mau menjodohkan aku sama dia?"ucap Xandra penasaran.
"Nanti saja bahas ini, sekarang kita turun dulu dari mobil,"ucap Genta yang sudah tidak sabar untuk membelikan manisan buah pala untuk Xandra.
"Apaan si Genta, masih mau bahas hal penting tahu,"ucap Meso.
"Udahlah nanti aja, ada manisan pala, Xandra kan sangat suka sama manisan pala,"ucap Genta.
"Aaaa mau kak,"Xandra langsung melingkarkan tangannya di lengan Genta.
"Iya dek, ayo kaka beliin,"ucap Genta.
"Beliin kami juga,"ucap Meso.
"Oke,"ucap Genta.
Xafi melihat Xandra yang tengah memesan manisan pala, dengan senyuman manis Xandra yang tempo hari tertutup dengan air matanya.
'Wanita itu lagi, jadi dia adiknya Genta? apa ini suatu kebetulan? apa dia yang selalu di bicarakan oleh Meso?,'monolog Xafi.
"Dewa Kuas, saya ingin di lukis,"ucap penggemar Xafi.
"Baik, silahkan duduk,"ucap Xafi ramah.
Penggemar Xafi sangat antusias saat Xafi memberikannya kesempatan untuk di lukis, goresannya kuas Xafi sangat lembut bahkan setiap detail dibuat sangat nyata, itu yang membuat lukisan Xafi terkenal di kota A.
Namun di pameran tahunan tersebut mengundang banyak kalangan, termasuk kalangan artis yang baru naik daun seperti Nuri, dan desainer terkenal di kota A Yuda Pangestu, walikota Kyuhyun juga menyambut kedatangan mereka dengan hangat walaupun Nuri dan Yuda tidak memperdulikan sambutan hangat dari walikota Kyuhyun.
"Selamat datang nona Nuri dan mister Yuda, saya sangat bersyukur karena ditengah kesibukan nona Nuri masih mau datang di pameran tahunan ini,"ucap walikota Kyuhyun.
"Iya, tapi lain kali tolong sediakan payung khusus untuk saya,jangan yang bekas dipakai seperti ini,"ucap Nuri.
"Iya seharusnya mister Kyuhyun jika membuat acara dan mengundang kami, jangan sampai teledor seperti ini,"ucap Yuda.
"Mohon maaf untuk keterbatasan saya dalam menyambut nona Nuri dan mister Yuda, mari saya antar ke tempat istirahat, karena sebentar lagi pameran tahunan akan saya buka secara resmi,"ucap walikota Kyuhyun.
Nuri dan Yuda segera berjalan menuju tempat istirahat mereka.
Walikota Kyuhyun terlihat tidak menyambut kedatangan Duta,Genta dan Meso, namun itu adalah permintaan mereka agar tidak menjadi sorotan media, bahkan Duta, Genta dan Meso mengenakan pakaiannya biasa dan memakai masker serta kacamata hitam agar tidak ada yang mengenali mereka.
"Nuri dan Yuda memang sombong, padahal baru masuk dunia entertainment,"ucap Meso.
"Biasalah baru masuk dan merasa paling terkenal jadi begitu masih ada sombong-sombongnya,"ucap Duta.
"Iya beda ya sama kita yang malah menghindar dari sorotan kamera sampai-sampai harus menggunakan masker dan kacamata begini agar tidak terciduk kamera, perform nanti yakin mau pakai baju rumahan begini?"ucap Meso.
"Kalau dari lahir ganteng, mau pakai baju robek-robek juga tetap ganteng, yang penting niat kita kesini selain perform itu kita juga berbagi, lagian baju rumahan yang kita pakai rapih tidak norak,"ucap Duta.
"Yang terutama tidak ada aura jamet,"ucap Meso.
"Nah itu pinter,"ucap Duta.
Sementara itu Genta dan Xandra baru selesai mengantri, padahal jika Genta mengungkapkan identitasnya ia akan langsung bisa mendapatkan manisan pala tanpa harus mengantri seperti yang lain.
Xandra tidak berani memanggil Genta dengan nama aslinya tetapi dengan nama samaran Genta yang diciptakan untuk menutupi identitas aslinya.
"Kak Tata, semuanya jadi 20.000,"ucap Xandra yang mengambil pesanan mereka.
"Iya kaka pakai qris aja bayarnya, oke sudah,"ucap Genta.
"Terima kasih mbak, kami pergi dulu,"ucap Xandra.
"Iya neng sama-sama,"ucap penjual manisan pala.
Genta dan Xandra segera kembali menemui Duta dan Meso, namun Yuda melihat Xandra dan tertarik untuk mengganggu nya.
"Nuri sebentar ya, aku akan membelikan mu minuman dingin,"ucap Yuda.
"Iya Yuda, terima kasih ya, tahu aja apa yang aku butuhkan.
"Iya sebentar ya,"ucap Yuda.
"Iya Yuda,"ucap Nuri.
Yuda mempercepat langkahnya dan segera melancarkan aksinya untuk mengganggu Xandra.
"Xandra ini surat cerainya silahkan tanda tangan,"ucap Yuda.
"Kamu gila? ditempat seramai ini kamu bawa surat cerai kemana-mana? apa tubuh Nuri sudah membuat mu tidak waras?"ucap Xandra.
"Tidak udah banyak ngomong j4l4n9 yang saya butuhkan adalah tanda tangan mu, bukan ocehan mu, oh setelah kamu tidak bersama ku kamu memiliki peliharaan yang misterius ini,"ucap Yuda.
"Jaga ucapan mu, jangan sampai kamu menyesal suatu saat nanti dengan hinaan mu yang bertubi-tubi kepada ku, ini suratnya sudah aku tanda tangani, jangan buat aku hilang kendali ditempat ramai seperti ini,"ucap Xandra.
Namum Yuda alih-alih menjauh, ia malah menyentuh buah d**a Xandra dan itu membuat Genta meninju rahang Yuda.
"Dasar m***m, jangan buat kesabaran ku lenyap kampungan, atau kamu akan tanggung akibat dari perbuatan mu yang rendahan ini,"ucap Genta.
"Dasar peliharaan bodoh, kamu yang akan menyesal karena tangan kotor mu itu berani meninggalkan jejak di rahang ku, Xandra ini belum selesai,"ucap Yuda yang menjauh, mukanya tanpa dosa dan tak ada ucapan maaf.
"Xandra maafkan kaka yang kurang cepat menghentikan aksi tangan Yuda,"ucap Genta memeluk Xandra.
"Yuda memang harus segera menerima apa yang seharusnya ia dapatkan kak,"ucap Xandra.
"Pasti, dia akan menyesali perbuatannya,"ucap Genta.
Genta dan Xandra pun segera mendekat kearah Duta dan Meso yang sudah mengetahui apa yang terjadi dari pengawalnya dan mereka akan membalas perbuatan Yuda.
Walikota Kyuhyun naik ke panggung dan membuka pameran tahunan dengan resmi.
Duta, Genta dan Meso juga segera menaiki panggung setelah walikota Kyuhyun turun dari panggung dan mereka menampilkan performa terbaik mereka diatas panggung.
Xandra menyaksikan penampilan kaka-kakanya, dan tiba-tiba Xafi datang masih dengan kostum misteriusnya, ia memayungi Xandra karena terik matahari sangat cetar siang itu.
"Kamu siapa?"ucap Xandra.
"Kamu akan mengenal ku segera, tapi untuk saat ini nikmati saja aksi panggung dari kaka-kaka mu ini,"ucap Xafi.
"Kamu siapa? kenapa kamu tahu kalau yang tengah perform ini adalah kakak-kakak ku?"ucap Xandra.
Xafi hanya tersenyum dan menikmati aksi panggung Family Stars.
Apakah Xandra akan mengenali Xafi?