Dor... dor... dor...
Suara tembakan ke sembarang arah kini memenuhi gallery mini Xafi, penggemar lukisan Xafi termakan gosip, yang memojokkan Xafi, karena Xafi tidak mencuri lukisan siapapun, apa lagi mencuri lukisan yang ada di museum Nasional.
"Aku harus pergi dari gallery ku, mengunakan jalur rahasia yang aku ciptakan,"Xafi berusaha pergi dari gallery mini nya.
Namun langkahnya terhenti karena Xandra tiba-tiba keluar dari lorong yang tadi membawa Xandra keluar dari gallery mini milik Xafi.
"Xandra kamu kenapa kesini lagi, aku akan segera keluar dari tempat ini Xandra,"Xafi terheran-heran melihat Xandra yang tiba-tiba kembali.
"Aku tidak ingin selamat tanpa kamu Xafi, ayo kita pergi,"ucap Xandra.
Alih-alih keluar dari gallery mininya, Xafi justru menarik tangan Xandra dan memeluknya, Xafi membuka kancing baju Xandra dan mengecup leher Xandra dengan beringas, menandai leher Xandra menjadi jejak kepemilikannya, Xafi meremas buki kembar milik Xandra.
"A.hhh.."Xandra tidak menolak perlakuan Xafi ia malah menikmati sentuhan-sentuhan nakal dari jari Xafi.
"Xandra, nikmati saja permainan ku, tenang saja tempat ini sudah ku lapisi pelindung baja, suara tembakan mereka hanya menggema di balik pelindung baja ku, Xandra aku mencintai mu dari pertama kali aku melihat mu,"Xafi merayu Xandra habis-habisan.
"Xafi ini pertama untuk ku,"ucap Xandra.
Xafi tersenyum nakal, dan membawa Xandra menuju ruangan rahasia yang sudah ia sediakan khusus untuk Xandra.
Xafi merebahkan tubuh Xandra di kasurnya,dan dengan hentakan kuat ia memasukan batang kejantanannya di lubang kecil belum tersentuh dan masih tersegel milik Xandra.
"Xafiii ah cukupp, ini sakit,"ucap Xandra meringis kesakitan.
"Aku akan menikahi mu, pejamkan mata mu, menangis lah, bahkan bila perlu menjerit lah, karena tidak akan ada yang mendengar suara kita sayang, ah milik mu sangat sempit sayang,"ucap Xafi sambil mengecup leher Xandra berulangkali.
"Xafiii, cu...k..u..p,"ucap Xandra.
"Tak akan ku sia-siakan kesempatan emas ini, percayalah pada ku Xandra, aku akan segera menikahi mu,"tangan Xafi meremas-remas buah d**a milik Xandra, ia meremas, mencium, dan menghisap kasar buah d**a milik Xandra.
"Xafi, ini ah nikmat,"Xandra mulai menikmati ritme permainan Xafi.
"Yes baby,"Xafi semakin liar ia telah memuncratkan benih-benih kehidupan yang menembus rahim Xandra.
"Panas Xafi, aku ingin pipis,"ucap Xandra.
"Keluarkan saja sayang,"Xafi mengerti Xandra akan mencapai klimaksnya.
Xandra melepas kenikmatannya, dan Xafi merasakan cairan hangat milik Xandra, setelah sama-sama mencapai puncak, Xafi merapihkan baju Xandra dan memakai bajunya serta celananya, ia menggendong Xandra ala bridal style dan membawa Xandra keluar dari gallery mininya.
sesampainya di luar, mata Duta langsung mengarah ke leher Xandra dan ia tersenyum jahat.
"Jadi ini tikus yang berani memasuki lubang ditengah lampu yang temaram itu?"pertanyaan Duta langsung membuat mata Meso melihat kearah Xafi yang tersenyum penuh arti.
"Gilak, adik ipar kita ini berani mencuri harta yang sudah kita jaga selama ini,"ucap Meso.
"Jika sudah begini, kami tunggu mahar dan hantaran mu untuk menikahi adik kami,"ucap Genta.
"Aku akan datang segera setelah membereskan kekacauan ini, Xandra ini salep untuk mu, oles lembut diarea yang terasa sakit ya, aku akan segera melamar mu,"senyum Xafi menghiasi perpisahan mereka yang sementara itu.
"Jangan lupa dengan janji mu Xafi, jika kamu menghindar, tembakan ku tidak akan meleset, dan sampai lubang tikus pun akan ku kejar kamu,"ucap Duta.
"Iya Duta,aku hanya harus membersihkan nama ku,beri aku waktu untuk menyelesaikan masalah ku,"ucap Xafi.
"Baiklah, ini jubah ajaib, jika kamu pakai ini kamu tidak akan terlihat, bergerak hati-hati dan jangan gegabah, aku beri kamu satu bulan untuk menyelesaikan semua kekacauan ini,"ucap Duta.
"Terima kasih Duta, Xandra pastikan kamu selalu makan yang sehat dan jaga benih ku, jangan sampai kamu kelelahan, aku akan segera kembali untuk mu dan benih ku yang pasti akan berubah m jadi kehidupan baru di rahim sehat mu,"ucap Xafi dan spontan membuat Xandra mencubit kuping Xafi karena telah membuatnya malu.
"Gak ada filternya kalau ngomong, dasar laki-laki aneh,"ucap Xandra.
Xafi mencium kening Xandra dan segera berlari menembus rintik hujan dengan jubah pemberian Duta.
"Xandra, jangan pernah keluar dari rumah, ini hukuman untuk mu, karena gagal menjaga kesucian mu, walaupun kaka merestui hubungan kalian, kaka tetap tidak bisa menerima kecerobohan mu ini, hukuman ini akan selesai sampai Xafi kembali, dan kamu akan kaka kirim ke vila Anatama milik keluarga kita, dan disana kamu tidak di izinkan keluar dari vila, kakak akan menyegel vila itu dengan lapisan baja, selama kamu disana kami akan tinggal bersama mu, ayo kita pergi sekarang,"ucap Duta.
"Nenek gimana kak?"ucap Xandra.
"Nenek sudah lebih tahu duluan bahwa kamu sudah tidak suci lagi dengan tanda langit, dan nenek mengirimkan perintah untuk mengasingkan kamu sampai Xafi kembali, bersama kami juga karena kami gagal menjaga mu,"ucap Duta.
"Maafkan aku kak,"ucap Xandra menyesali kebodohannya.
"Nasi sudah menjadi bubur, ketika sudah jadi bubur, jadilah bubur yang masih pantas untuk dimakan,"perkataan Meso membuat Xandra menangis pilu dan segera masuk kedalam mobil Duta.
Mobil Duta melesat cepat ditengah rintik hujan yang membasahi bumi, kali ini langit memahami apa yang tengah terjadi, namun apakah semua akan berjalan sesuai dengan yang direncanakan Xafi?
Apakah Xafi akan kembali dengan mudah?
Kemana Xafi pergi sebenarnya?
Sementara itu di sudut kota, Yuda dan Nuri tengah melakukan olahraga ranjang, erangan demi erangan, desahan yang membabi buta menghiasi permainan kotor mereka.
"Baby faster baby, ah baby,"Nuri tidak bisa menahan mulutnya untuk mendesah.
"Ahh jalang kamu, lubang mu semakin lebar berapa barang yang sudah menikmati lubang jalang mu Nuri?"Yuda menghisap kasar lubang milik Nuri.
"Ahh baby, ah faster baby,"rancau Nuri.
"Jalang kamu, karena kamu sudah gila batang, aku akan membuat kamu kecanduan banyak batang, pengawal masuk,"teriak Yuda yang sudah puas membasahi tubuh Nuri dengan cairan panasnya.
Mata Robert membulat sempurna ketika melihat Nuri dalam posisi tidak berpakaian.
"Jangan hanya di lihat, nikmati saja tubuh bos mu ini, dia sudah saya beri obat,"ucap Yuda.
"Apa ini tidak melanggar kode etik perkejaan pak?"ucap Robert yang matanya sudah jelalatan melihat tubuh putih mulus milik Nuri.
"Sudahlah ini ada kesempatan emas jangan di sia-siakan, panggil juga Roy dan Piktor, kalian nikmati saja, karena Nuri adalah kelinci yang saya pelihara, dia memang suka batang,"ucap Yuda sambil meremas buah d**a milik Nuri.
"Baik pak, Roy, Piktor, ayo bergabung dengan pak Yuda,"ucap Robert yang mulai mencolokkan tiga jarinya di lubang milik Nuri.
Roy dan Piktor masuk dan tanpa aba-aba mereka langsung membuka celana mereka, Piktor menusuk kan lubangnya di bemper Nuri, dan Roy menusukkan barangnya di lubang mungil milik Nuri sementara Robert masih meremas buah d**a milik Nuri.
Yuda terhibur dengan aksi ketiga pengawal Nuri dan merekam kejadian tersebut tanpa memperlihatkan wajah pengawal Nuri,tetap dengan jelas menyorot wajah Nuri.
"Ahh Yuda tolong aku Yuda ini sangat sakit,"Nuri meringis kesakitan dan menangis.
Namun Roy segera mempercepat gerakannya dan Nuri sangat kewalahan meladeni ketiga pengawalnya.
Yuda tengah balas dendam karena Nuri belum juga membayar gaun yang ia hasilkan untuk Nuri, namun karena Nuri memang suka dipakai ia mengerjainya dengan membuat Nuri dipakai ramai-ramai.
Apakah Yuda akan mengemis perhatian Xandra agar mau menerimanya lagi? atau Yuda akan membuat Nuri malu dengan kejadian ini?