"bummm!!!".
sebuah tonjokan mendarat tepat di wajah seorang penjaga.
meski tak terhuyung sama sekali,tapi pria yang sebaya dengan Bill itu tampak meringis sambil memegangi wajahnya.
rupanya bogem mentah yang Bill darat kan di wajahnya cukup membuat pria itu merasakan sakit bercampur ngilu.
para penjaga yang ada di tempat itu sontak terkejut melihat aksi tak terduga dari Bill.
"tuan!apa yang tuan lakukan??!!".
tanya seorang penjaga,sambil menghampiri temannya yang masih menahan rasa sakit.
"apa???!!".
"itu konsekuensi jika melanggar perintah ku!!".
suara Bill meninggi.
"aku kan sudah bilang,buka pintunya dan biarkan aku pergi.tapi kalian tak ada yang menggubris ku!!".
"sepertinya otak kalian terlalu beku.jadi...kupikir...dengan memberi sedikit sentuhan ini...mungkin saja itu akan membuat aliran darah ke otak menjadi lancar.dan kalian akan paham dengan apa yang aku ucapkan!".
semua terdiam.
pria yang ditonjok Bill itu kemudian di bimbing oleh rekannya untuk menepi.
"berikan kuncinya!!".
hardik Bill.
dengan wajah tegang seorang penjaga akhirnya membuka pintu utama untuk Bill.
"coba kalian turuti perintah ku sejak tadi....mungkin hal ini tidak akan terjadi.dasar payah!!".
ucap Bill sambil ngeloyor keluar.
selang beberapa saat kemudian...
"hei Marco!mau kemana??".
"kenapa kau buru buru?!".
seorang penjaga yang melihat kehadiran Marco,menegur dirinya.
"apa kau melihat tuan Bill??".
tanya Marco berpura pura.ia sendiri sebenarnya masih sedikit gemetar manakala melihat kejadian tak terduga beberapa saat tadi.
penjaga itu tak langsung menjawab.ia justru melihat Marco penuh selidik.
ia berjalan mendekati Marco.
"apa yang sedang kau rencanakan Marco?!".
suara penjaga itu terdengar lirih,tapi Marco paham bahwa ia sedang di intimidasi.
"hei!kenapa kau ini?aku sungguh sedang mencari tuan Bill!!".
Marco berusaha berakting sebaik mungkin agar tidak ada yang mencurigai dirinya.meski penjaga bertubuh lebih tinggi dan juga lebih besar darinya itu menatap Marco dengan tatapan sinis.
"tuan Bill baru saja bertengkar dengan tuan besar.lalu dia kabur.aku di minta nyonya besar untuk mencarinya..".
dusta Marco.
penjaga itu memundurkan langkahnya,ia mulai menjaga jarak dengan Marco setelah sebelumnya ia berdiri tepat di hadapan Marco dengan niat membuat Marco takut pastinya.
"apa ucapan mu bisa di pertanggung jawabkan?!".
penjaga itu tetap curiga.itu bukan tanpa sebab.seisi istana milik tuan Phillip ini tahu,jika usaha pelarian Bill selama ini,Marco lah yang menjadi orang yang membantu memuluskan aksi bill itu.meski akhirnya usaha mereka tak pernah mendulang sukses.
wajar saja,meski kejadian itu telah berlalu beberapa waktu yang lampau,sosok Marco tetap tak bisa di percaya begitu saja, terutama oleh para penjaga di rumah tuan Phillip ini.
"terserah kau saja!jika sampai tuan Bill berhasil kabur...aku akan membuat kau menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas semua ini!".
ancam Marco.
"Hem... baiklah...kau cari saja tuan Bill.dan pastikan ia pulang.karena mungkin sesampainya di sini akan ada peristiwa besar menantinya...".
Marco tak menjawab ucapan penjaga itu, ia langsung berjalan keluar karena ia tahu Bill pasti sudah terlalu lama menunggu dirinya.
perasaanya campur aduk saat ini.antara cemas dan takut membaur jadi satu menciptakan sebuah keadaan yang sangat tidak nyaman baginya.
*****
"lama sekali??!".
Bill menyambut kedatangan Marco dengan kesal.
"ma..maaf tU..tuan!".
"para penjaga itu sepertinya menaruh curiga padaku...".
"ah masa bodo!cepat bawa aku pergi dari sini!!".
Bill tak sabar.
Marco celingukan.matanya terus mengedarkan pandangan ke setiap penjuru tempatnya berdiri.ia sangat takut jika sampai keberadaan dirinya dan Bill akan terlihat oleh orang lain,atau terpantau kamera pengawas.
"tuan ikuti saya!".
ucap Marco lirih.
dengan hati hati ia berjalan menuju jalan utama.
jalan utama itu letaknya cukup jauh dari kediaman keluarga Philip.terukhusus jika di tempuh dengan jalan tikus seperti ini.
Marco dan Bill harus mengendap endap di antara kebun anggur yang terhampar di sekitar rumah tuan Phillip.
tak jarang mereka berdua harus berhenti sejenak karena langkah kaki mereka yang terganggu oleh rumput liar yang membelit kaki mereka.
Marco terus berjalan di depan Bill.
pikirannya merasa tak tenang.ada sebuah beban yang sangat berat yang sedang ia tanggung.meski sejujurnya ia tak yakin apakah usahanya kali ini akan berhasil,namun ia tak bisa berbuat apapun selain hanya menuruti perintah sang majikan.
"berapa lama lagi kita seperti inj??!".
Bill mulai cemas.
hamparan kebun anggur yang sedang tidak berbuah itu terasa begitu luas.meski sudah cukup lama mereka berjalan menyusuri tempat itu,nyatanya Marco belum juga memberi isyarat akan sampainya mereka pada tempat yang di tuju.
"tidak lama lagi tuan!".
jawab Marco.
"kau yakin ini akan berhasil??".
tanya Bill.
"semoga tuan...".
"semoga?apa maksudmu?!".
"maaf tu..tuan.sebaiknya kita,bicara nanti saja.saya takut ada orang di sekitar sini...".
"ah...!".
Bill kesal.
"ini jalannya tuan!!".
Marco menghentikan langkahnya.
mereka sudah tiba di tepi kebun anggur.
dan tepat di hadapan mereka ada sebuah jalan kecil.
jalan itu tampak sepi.tak ada kendaraan atau pun manusia yang melintas.
bahkan keadaan di sekitarnya juga tak kalah sepi.hanya ada hamparan semak belukar dan pohon pohon yang tinggi menjulang.
"ini..??!".
Bill agak bergidik melihat tempat ini.
"i..iya tuan!".
"gila!!".
"kau minta aku kabur ke dalam hutan,begitu???!".
"kau ingin aku mati diterkam binatang buas??!".
"kau ini.....!!".
Bill kesal.
"bu...bukan.bukan tuan!".
"bukan apa?emang menurutmu ini perkotaan begitu?!".
Bill kesal bukan main.
ia ingin kabur dari rumah tuan Phillip,tapi Marco malah membawanya ke hutan.
lalu bagaimana ia akan bisa kembali ke tempat asalnya.
"ma..maaf tuan.tu...tuan bisa pergi dari sini dengan mengikuti jalan kecil ini..".
Marco mencoba menjelaskan pada Bill.
"na..nanti di ujung jalan ini ada halte bus,tuan tunggu saja bus di situ.bus itu punya tujuan ke luar kota...".
Bill mengernyit kan dahinya mendengar keterangan marco itu.
"kenapa kau tak antar aku sampai ke tujuan??".
"ma..maf tuan.saya tidak bisa...".
"kenapa??".
"saya tak ingin pelarian tuan kali ini gagal.saya tidak boleh pergi terlalu lama..agar orang orang tidak curiga tuan...".
Bill terdiam.
ia mencoba untuk mempercayai ucapan Marco.meski ia sendiri sebenar tak tahu dengan pasti bagaimana sosok Marco ini,namun untuk saat ini tak ada pilihan lagi selain mengikuti saran dari marco sebagai satu satunya orang yang mau membantu dirinya.
"baiklah.apa ucapan mu ini bisa ku percaya?".
"percayalah tuan,saya tak mungkin berani menipu tuan".
marco mencoba meyakinkan Bill.
"oke.saya akan pergi sekarang.tapi ingat...kalau kali ini aku gagal...aku tidak akan mengampuni mu!!".
ancam Bill.
"ma...maaf tu..tuan.saya hanya Membantu memberi jalan.tapi...tapi..,.".
"tapi apa??!".
"tu..tuan harus tetap waspada,sebab anak buah tuan besar bertebaran di mana mana...".
"dan ini...ambil ini tuan...!".
Bill melirik ke arah Marco.
tampak pemuda itu mengulurkan tangannya.
"apa itu?".
"ini..ini..ada masker.tuan harus menutupi wajah tuan agar tidak mudah di kenali orang.sedang ini...maaf tuan...ini ada sedikit uang.mungkin tuan akan memerlukan ini...".
"hemm....baiklah".
Bill meraih pemberian Marco itu,dan tanpa buang waktu lagi ia segera pergi menuruti petunjuk dari marco tadi.
ia sudah tak sabar untuk bisa segera kembali pada kehidupannya yang dulu.
*****