Bill akhirnya bisa tersenyum, setelah untuk beberapa waktu ia terus murung karena harus menghadapi sebuah kenyataan yang cukup rumit.
meski harus dengan menjadi orang yang sedikit jahat,ia tak perduli.baginya pergi dari tempat ini dan kembali ke tempat asalnya, adalah hal yang paling utama.
ia sungguh sudah tak tahan lagi dengan kisah yang harus pura pura ia perankan.padahal ia sendiri tak tahu bagaimana ia seharusnya berperan.semua terjadi dengan begitu saja tanpa ia sadari.
"tu...tuan yakin akan kabur lagi???".
suara Marco terdengar lirih.ia takut ada orang yang mendengar ucapannya.
"sudah diam lah!jangan banyak bicara!kau lakukan saja apa yang ku minta!!".
hardik Bill pada Marco,seolah ia sungguh seorang bos yang arogan.
Marco hanya terdiam,ia tak berani menjawab satu katapun ucapan sang majikan.
Tanpa berpikir panjang, Bill langsung meminta Marco untuk membimbing usaha pelariannya,yang menurut penuturan Marco ini adalah kali ketiga.
dengan langkah yang setengah mengendap,Marco berjalan menyusuri ruang demi ruang di rumah besar bak istana itu,sedang di belakangnya Bill pun mengikuti dengan langkah yang sama berhati hatinya.
bukan hal yang mudah bagi Marco untuk membawa Bill keluar dari rumah itu.tuan Phillip memiliki banyak penjaga di rumah itu.maklumlah,sebagai salah satu orang terkaya di kota itu, keamanan Phillip Palace adalah hal prioritas.
ada banyak barang mewah berada di dalam rumah itu.belum lagi keselamatan anggota keluarga tuan Phillip,semua itu adalah hal utama yang menjadi alasan mengapa di rumah itu ada banyak orang bertubuh kekar yang berseliweran menjaga keamanan.
langkah Marco terhenti.saat tiba di lantai dasar ia mulai bingung.ada beberapa penjaga yang tampak siaga berdiri di beberapa titik.
"kenapa berhenti?!".
"maaf tu..tuan.tapi...bagaimana kita bisa keluar dari sini...?".
"ada apa rupanya??".
Bill mulai kesal.ia sudah tak sabar untuk segera pergi dari sini.
"itu.ada banyak penjaga.. bagaimana kita melewatinya?".
Bill melihat ke arah yang di tunjuk Marco.
untuk sesaat ia terdiam.bukan tanpa alasan,tapi ia sedang berpikir bagaimana cara agar bisa lolos dari penjagaan super ketat itu.
"heh!kau ini memang payah.aku tak tahu bagaimana bisa orang seperti mu harus ku percaya untuk membawaku kabur dari sini??!".
ucap Bill sinis.
Marco hanya terdiam.
meski merasa tak nyaman mendengar kalimat yang Bill ucapkan,namun ia hanya bisa pasrah.pekerjaanya di rumah tuan Phillip ini begitu beharga.ia tak mungkin mengorbankan kehidupannya hanya demi menuruti emosi sesaat.
ia selalu berusaha mengontrol emosinya setiap kali ia mendengar ucapan yang tak enak di dengar.
karena baginya pekerjaannya saat ini adalah hal yang paling penting di atas segalanya,bahkan jika dibandingkan harga dirinya sekalipun.
"kau tunggu disini,aku akan keluar!".
suara Bill setengah berbisik.
"tapi tuan...????".
"ikuti saja apa yang ku suruh,jangan banyak protes!!".
sergah Bill.
Marco kembali terdiam.
"aku akan ke sana!".
"...dan..kau...mana ponselmu?!".
Marco segera mengeluarkan benda yang di maksud Bill dari saku celananya.
"kau hidupkan stop watch di ponselmu itu.ehm...berapa lama waktu yang ku butuhkan untuk bisa keluar dari tempat ini??!".
"kalau tidak banyak masalah....sekitar dua menit sampai tiga menit...".
"masalah??!".
"iya tuan.para penjaga itu sepertinya sudah mulai bisa membaca pergerakan tuan yang dinilai tak biasa.dan...mereka pasti akan memberikan banyak pertanyaan pada tuan..".
beber Marco.
"ah..masa bodo!kita lihat saja sejauh mana mereka mampu menghentikan aku!!?".
Bill begitu percaya diri.
ia masih teringat bagaimana ia tadi mampu membuat Marco bersimpuh memohon padanya.dan hal yang tak jauh beda mungkin juga akan terjadi pada para penjaga itu.mereka semua hanya orang orang bawahan.
"tapi tuan....".
"tapi apa??!".
"sudahlah jangan banyak berpikir,aku sudah tak sabar untuk segera pergi dari sini.aku sudah bosan!!".
"aku akan segera ke sana.kau tunggu di sini.lalu kau hitung waktuku.satu menit setelah aku keluar dari sini,kau segera menyusul.aku menunggu di luar.ingat,jangan sampai gagal!!".
"gunakan akal mu untuk mengelabuhi mereka!".
tanpa menunggu Jawaban dari Marco, Bill langsung bergegas menuju ke ruang utama di lantai bawah yang nampak di jaga oleh beberapa orang pria bertubuh tinggi dan kekar.
meski agak sedikit ketir juga bila melihat penampakan para penjaga itu.selain bertubuh besar, mereka juga berwajah sangar.tak ada satu garis pun senyum yang terlukis di bibir mereka.
namun,demi rasa tak nyaman yang sedang berkuasa, Bill abaikan semua kecemasan itu.saat ini yang ia inginkan hanyalah secepatnya pergi dari tempat itu untuk selamanya.
*****
"selamat pagi tuan!"
dua orang pria kekar yang berdiri tepat di depan pintu yang menjadi jalan Bill menuju ruang utama itu, menyapa Bill.
mengetahui anak sang majikan datang,para penjaga lainnya langsung membungkukkan badan.memberi penghormatan pada Bill.
Bill memasang tampang cuek setengah sombong.
ia terus berjalan tanpa memperdulikan keberadaan para penjaga itu.
"maaf tuan,tuan hendak ke mana?!".
seorang penjaga mencoba menghentikan langkah Bill.
Bill cuek.ia terus berjalan menuju ke pintu utama.
"tuan??!!".
seorang penjaga lainnya juga Ikut menghentikan Bill.
melihat Bill yang tak memperdulikan teguran mereka,dua orang penjaga yang berjaga di depan pintu utama dengan cekatan langsung mengunci pintu utama.
"hei!apa yang kau lakukan??!!".
Bill kesal.suaranya meninggi.
"maaf tuan.ini perintah tuan besar..!".
jawab mereka kompak.
"cihh..!!".
"tuan besar...".
Bill menyeringai.
"buka pintunya!!".
"maaf tuan.kami harus tahu alasan tuan keluar rumah ".
jawab salah seorang dari penjaga itu.
"aku akan jalan jalan pagi.aku bosan di rumah terus..".
dusta Bill.
"maaf tuan.baiklah,dua orang dari kami akan mengawal tuan!".
"hei.. kenapa kau mengaturku??!!".
"siapa kau ini,berani beraninya mengaturku?!!".
suara Bill kian meninggi.
ternyata para penjaga ini lebih sulit di intimidasi jika dibandingkan dengan Marco.
"ah sial!!".
gerutu Bill.
"tapi....ini peraturan tuan besar.kami hanya sekedar melaksanakan saja...".
"aku akan pergi sendiri.paham!!!".
ucap Bill sambil ngeloyor menuju pintu utama.
"cepat buka!!".
hardik Bill.
mencoba menekan para penjaga bertubuh dua kali lebih besar darinya itu.
dua orang penjaga yang menjaga pintu utama itu saling pandang.mereka bingung.di satu sisi mereka takut melanggar peraturan tuan Phillip sebagai majikan mereka.di sisi lain,ini juga perintah dari Bill yang juga majikan mereka.
"cepatttt!!!!".
teriak Bill.
"ba..baik.tuan!".
"tapi kami akan izin tuan besar dulu..!".
ucap mereka.
Bill kaget.
ternyata usahanya tak berhasil.para penjaga itu tetap tak goyah untuk menghalangi dirinya pergi dari tempat ini.
"iya..telpon saja ayahku!".
"katakan padanya jika kalian sudah bosan bekerja di sini..!".
"apa maksud tU..tuan??!".
"heh!apalagi...jika kalian mencoba untuk mengadu pada tuan Phillip,aku pastikan kalian Takan lagi bekerja di rumah ini!!".
ancam Bill.
ini adalah jurus pamungkas yang ia miliki.ia tak tahu apakah usaha terakhirnya ini akan berhasil,dan para penjaga ini akan membuka pintu untuknya.
karena jika usahanya ini gagal,ia bisa pastikan ia akan terkurung di tempat ini untuk selama lamanya.
*****