Ruang makan kediaman keluarga Philip.
Bill terdiam.ia tak tahu harus terus mengunyah sandwich yang sudah berada di dalam mulutnya,atau justru memuntahkan nya, manakala wanita yang mengaku sebagai ibunya itu menegur dirinya.
ini memang bukan seperti apa yang orang orang aneh disini duga tentang dirinya.ia hanya Bill Cornor si penjaga toko.lalu,orang orang ini menganggap ia adalah bagian dari keluarga ini yang seolah ia tahu semua tentang apapun di sini.
Bill kesal.
namun ia tak tahu harus bagaimana.meminta pertolongan juga pada siapa,berlari juga kemana.
"oh...jadi kau sekarang suka makan sandwich??".
wanita itu kembali menegur Bill.
"sorry sayang..mama terlalu sibuk akhir akhir ini,jadi...mama sampai tak memperdulikan dirimu..".
wanita itu menatap Bill penuh rasa bersalah.
Bill hanya tetap diam.
ia malas merespon,hatinya sedang bergulat dengan kenyataan yang terasa sangat berat untuknya.
"ayo makan lagi.kau harus jaga kesehatan,jangan sampai di hari pernikahan mu nanti kau tampil tidak sempurna...".
"pernikahan??".
Bill kaget.
wanita itu pun ikut kaget dengan reaksi Bill.
"yah.kenapa??".
"huh...mama tau...kau belum bisa menerima tapi....".
wanita itu tak melanjutkan kalimatnya.
"tidak ada tapi tapian!!!".
tiba tiba terdengar suara pria yang cukup lantang dan memenuhi ruangan itu seketika.
Bill mencuri pandang dengan ekor matanya.di lihatnya dua orang pelayan yang sedari tadi berdiri tegak,tiba tiba langsung membungkukkan badannya.
pun wanita itu,ia langsung menghentikan menikmati sarapannya.
"heh!sudah bangun rupanya anak keras kepala ini..?!".
suara pria itu kian mendekat.
Bill menoleh penasaran.
dan...
"paman Phillip??!!".
Bill kaget bukan main.
ada sesosok pria sedang berdiri tepat di belakang Bill.
pria itu sungguh memiliki rupa yang sama persis dengan suami bibi Joanna.
tak hanya parasnya,ia juga memiliki tubuh,suara,yang semuanya sama dengan paman Phillip.
hanya saja,pria ini berpenampilan rapi selayaknya para bos di kantoran.
"baguslah kau bangun cepat,hari ini aku akan mengajak mu bertemu tuan Blue".
pria itu duduk di kursi yang paling besar di antara kursi lainnya.
"tapi pah...mungkin Bill belum siap..".
wanita itu mencoba membujuk pria itu yang dipanggilnya papa.rupanya mereka adalah sepasang suami istri.
"kau ini terus saja membuat anak ini ragu.kau tau kalau aku tak punya pilihan lagi...hanya ini satu satunya cara untuk menyelamatkan bisnis kita..".
"iya aku tahu,tapi...".
"hah..jangan mengajak aku berdebat di depan anak payah ini!!".
suara pria itu meninggi.
Bill gusar.
ia merasa risih melihat pemandangan yang tak ia pahami itu.
"ahh!! sudahlah ada apa dengan kalian ini?apa yang kalian ributkan??!".
tiba tiba Bill bereaksi tanpa terkendali.
ia tak ingin melakukan itu,tapi entahlah semua itu terjadi begitu saja.
reaksi itu datang secara spontan.
wajah pria itu seketika memerah.
"dasar anak tidak tahu diri!!".
brakkk!!!.
pria itu menggebrak meja dengan keras membuat orang orang yang ada di ruangan itu takut seketika.
kecuali Bill.
ia yang merasa bukan bagian dari orang orang ini merasa tak suka di perlakukan dengan demikian.
"kau kira kau bisa mengatasi masalah di perusahaan kita??".
"apa?apa yang bisa kau lakukan??!".
"kau tidak bisa apa apa!!".
"bahkan jika dibandingkan para pelayan ini, mereka jauh lebih baik daripada kau!!!".
amarah pria itu membuncah.ia tak suka dengan cara Bill bersikap padanya.
"hah!!aku tak perduli.aku tak perduli dengan apa yang kau ucapkan.aku tak mau ambil pusing.masa bodoh!!".
suara Bill menggema.
"Bill!!??? kurang ajar...!!".
pria itu bergegas mendekati bill,ia hendak memukul wajah pemuda itu,tapi dengan cepat wanita yang katanya mamanya Bill pun segera mencegahnya.
"jangan lakukan ini tuan Phillip...aku mohon.jangan sakiti putera kita...!".
wanita itu mendekap tubuh suaminya itu yang sedang terbakar amarah.
sedang Bill masih berdiri dengan rasa yang juga di selimuti amarah.
"Joanna...!! lepaskan!!".
pria itu,tuan Phillip mencoba melepaskan dekapan sang istri yang juga di bantu oleh dua orang pelayan mereka.
"cepat pergi Bill!!".
"ayo cepat..pergi dari sini..papamu sangat marah.cepat!!".
suara wanita itu, nyonya Joanna terdengar parau.
melihat kondisi yang rumit itu, Bill pun akhirnya memilih untuk pergi.
meski ia tetap saja tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.
****
"sialan!!".
umpat Bill.
ia kesal bukan main.
pagi pagi begini ia sudah harus beradu argument dengan orang aneh yang samasekali ia tak tahu siapa mereka.
"bagaimana bisa aku terjebak di tempat ini??!".
"arggkk!!!".
Bill berteriak melampiaskan rasa marahnya.
"maaf tuan,apa gerangan yang membuatmu terlihat kesal??".
seorang pria yang tampaknya seumuran dengan Bill tiba tiba menegur Bill.
Bill menoleh ke arah pria itu.
what's???.
Bill kaget.
dirinya bagai di sambar petir.
"Marco??!!".
"iya tuan!".
Bill terperangah.pria muda di hadapannya sungguh si marco rekan kerjanya di toko tuan Ronald.
kian bingung bill.bibi Joanna,paman Phillip,lalu marco.semua orang yang ia kenal semuanya ada juga di tempat ini.tapi,kenapa mereka bertingkah aneh dan tak mengenali dirinya yang sesungguhnya.
"kau Marco bukan??!".
Bill memegang erat bahu pria itu.
"I..iya tuan!!".
pria itu agak gemetar.
"kau sungguh Marco sahabatku??!".
"I..iya.kita bersahabat..tu..tuan!".
kian gemetar pria bernama Marco itu.
"kalau begitu kau bisa membantuku??!".
Bill senang.ia mulai menemukan secercah harapan untuk pergi dari tempat itu.meski segala fasilitas mewah bisa ia nikmati,tapi sayangnya itu semua tak membuat ia merasa nyaman.
ia justru kian gelisah berada di tempat itu.
"a..apa yang bisa sa..saya bantu?!".
Bill celingukan.ia sedang memantau keadaan dsn memastikan tak ada orang lain di tempat itu.
"kau bantu aku pergi dari sini??!".
mimik wajah Marco berubah kian tegang kali ini.
"lagi tuan??!!".
"apa maksudmu dengan kata lagi?!".
Bill melepaskan cengkraman tangannya dari bahu marco.terlihat Marco menghela nafas melepaskan rasa tegang yang sempat mendekapnya beberapa saat tadi.
"maaf tuan.dulu juga tuan pernah memintaku membantu tuan kabur dari sini.tapi...bukankah usaha itu gagal.?".
"apa??!!".
Bill kembali bingung.Marco mengatakan jika dahulu ia pernah juga mencoba kabur dari sini.bagaimana bisa itu terjadi.sedang ia berada di tempat ini baru beberapa jam yang lalu.
"ah!masa bodo!aku tak perduli.kau harus membantuku!!".
Bill sudah tak perduli.ia sudah muak dengan hidup yang tak ia pahami ini.ia ingin segera pergi dari sini secepatnya.itu saja.
"tapi tuan...??!".
Marco ragu.
"baiklah,jika kau tak mau membantuku...aku..aku akan memecat mu sekarang juga!!".
ancam Bill,meski ia tak tahu apakah usahanya itu akan berhasil membuat Marco menuruti keinginannya.
"ja..jangan tuan.jangan lakukan itu.saya mohon..!".
Marco bersimpuh di hadapan Bill.
Bill takjub dengan apa yang ia saksikan.ia tak menyangka jika kata katanya ternyata begitu luar biasa pengaruhnya.
sehingga Marco tak bisa berkutik.bahkan sampai duduk bersimpuh memohon padanya.
"wah luar biasa Bill!kau hidup layaknya seorang bos.lihat,ada seseorang yang bersimpuh untuk memohon padamu!ini benar benar luar biasa".
batin Bill.
untuk sejenak ia mengagumi hidup aneh yang sedang menghampirinya.
sesuatu yang dahulu ia lakukan dalam kehidupannya,kini justru orang lain yang melakukan itu untuk dirinya.
luar biasa.
*****