Aku mengerti
Perjalanan hidup yang kini kau lalui
Ku berharap
Meski berat, kau tak merasa sendiriKau telah berjuang
Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah
Biar ku menemanimu
Membasuh lelahmuIzinkan kulukis senjaMengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawaBiar kulukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
'Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagiaAku di sini
Walau letih, coba lagi, jangan berhenti
Ku berharap
Meski berat, kau tak merasa sendiriKau telah berjuang
Menaklukkan hari-harimu yang tak indah
Biar ku menemanimu
Membasuh lelahmuIzinkan kulukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawaBiar kulukis malam
Bawa kamu…
Sumber: Musixmatch
Sungguh lagu ini menyewakan hati, bagaimana seseorang dapat membuat lagu Seperi ini??tidak kah mereka sadar bahwa lagu ini sangat membingungkan, bagaimana bisa menangis tertawa jika hati luka. Umpat ku dalam hati, sungguh menyedihkan dengan menarik napa panjang dan berat
"Kenapa kamu Ra? Tanya sahabatku nina
"Gak pa pa" jawabku dengan malas
"Kalo bosen balik aja yuk, lagian dah malam juga" ajak nina dan aku iyakan
"Kenapa sih lo Ra, dari tadi diliat kok diem aja, gak liat apa johan bete ngeliatin lo kayak gitu" jelas nina
"Kenapa bahas Johan sih nin, aku males tau"ujarku dengan kembalikan badan dan melihat jendela menikmati suasana malam di kota dingin ini, kota yang tak pernah aku tinggalkan selama tujuh tahun terakhir. Karena masih berharap dia yang dingin seperti batu Es tapi dapat menghangatkan hatiku. Dia yang diam seribu bahasa tapi mampu membuat ku tertawa. Entah apa yang membuat aku terbius akan dirinya.
Satu tahun yang lalu, ya tepat hari ini satu tahun dia pergi entah kemana, dia pergi tidak sendiri tapi membawa hatiku, membawa tawa ku membawa jiwaku, membawa seluruhnya yang ada dalam hidupku.
Bagaimana bisa dia melakukan itu, dan di cafe tadi bagaimana malam minggu memutar lagu seperti itu, bagaimana seseorang bisa menciptakan lagu yang bikin aku semakin tak berdaya...tuhan, sampai kapan alu harus menunggunya??
"Tau gak sih Ra, Johan dari tadi nanyain kamu kenapa" sampe mas Rian juga ikut ikutan kepoin kamu" ucap nina
"Ra.. Andhara kamu denger gak sih aku ngomong"sambung Nina
"Andhara.... Panggil Nina lagi dengan memukul pelan bahuku.
"Eh...apaan sih Nin, sakit tgg tau"
"Kamu kenapa sih Ra, dari tadi bengong mulu"
"Bengong gimana, orang dari tadi aku liat orang dijalan ye"elak ku
"Nah ini ni, yang bikin aku gatel pengen garuk"
"Garuk aja Nin, gak enak kalo gatal"
"Rara....."ternyata ucapan Andhara bikin nina kesel
"Nin minggu depan aku mai ngajuin cuti, kira kira boleh gak ya?"
"Emang mau kemana?"
"Aku mau ke kota J, kali aja disana bisa refresh"
"Emang segitu suntuknya ya kamu disini"
"Gak juga sih, cuma kan lama aku juga gak ambil cuti"
"Mau aku temenin"
"Gak perlu Nin, kayaknya aku pengen jalan sendiri dulu"
"Ya udah, apa yang menurut kamu baik, dan gak bikin kamu uring-uringan lo pergi a aja, nanti aku bantu bilang ke mas Rian"
"Makasih Nin, kamu emang jempolan" ujar ku pada Nina dengan menunjukan wajah sok imut ku
*****
"Upz...lupa, belum kenalan"
"Hay semuanya, kenalin nama aku Andhara Riyanto, banyak yang nyangka aku cowok, padahal aku girly banget lho, rambut aku hitam pendek sebahu, kalo jaman kuliah dulu gak gitu sih, dulu aku maskulin, rambut cepak kayak cowok, dan itu daya tarik aku pada kaum hawa...hahaha, karena mereka mikir aku cowok"
"Dan sekarang penampilan itu sudah berubah total"
"Emmm dan Andina Suteja biasa aku manggil Nina, agak beda ya, ya begitulah, dia sahabat aku sejak masuk di universitas ternama di kota dingin ini, dia adalah diary hidup ku. Kalo kamu penasaran tentang aku bisa langsung tanya pada Nina..(heemmm)"
"Dah itu dulu perkenalan tentang diriku, berikutnya aku akan ceritakan kisah ku, gak perlu tanya Nina:)"
Bersambung