Hari ini aku jadi cuti dan bersiap untuk berangkat ke kota J, semoga saja apa yang harapkan dapat aku dapatkan.
"Nin aku berangkat ya, jangan nyari aku kalo kesepian" Ujarku pada nina saat bersiap menaiki mobil kebanggaan ku. Kenapa kebanggaan?karena aku bisa beli mobil degan upayaku sendiri.
"Ih PD banget sih, gak akan kesepian aku. Malah seneng karena gak ada yabg brisik"
"Eh nih, aku tu gak brisik kali, cuma sepi kalo gak ada suara aku"
"Udah ah sana sana...bosen tau dengar suaramu"
"Iye..iye...aku pamit dulu"
"Jangan lupa oleh"
"Ih..males"
"Oya, kamu gak pamit ma johan"
"Untuk apa?"
"Dia pasti tanya-tanya kalo gak liat kamu di kantor Rara"
"Gak ah, males, jawab aja kalo dia tanya"
"Jawab apa"
"Serah deh"
"Rara......"
Lagi lagi suara melengking nina, membuat telingaku panas.
*********
Perjalanan lumayan lama ku tempuh, sudah tiga jam tapi belum sampai juga. Capek dan pegal karena harus nyetir sendiri. Sebaiknya aku singgah di resh area.
Aku singgah di salah satu tempat yang menawarkan minuman segar dari rempah rempah. Ku nikmati sedikit demi sedikit hingga rasa kantuk ku hilang, aku beranjak dari kursi ku dan menuju mobil.
Bruuuukkk
"Aawwwa..."
"Maap mbak, maap saya buru-buru"ucap orang yang menabrakku itu
Tanpa menoleh dan meminta pertanggung jawaban akupun melanjutkan langkah ku.
Aku melanjutkan perjalan ku tancap gas dengan kecepatan sedang.
"Eh kok belok sini ya, waduh salah arah ni? " batin ku dan tetap Ku pacu si tida empat ini lebih cepat untuk putar balik, namun kenapa aku tidak menemukannya. Dan akhirnya aku berhenti.
Kulihat ada mobil berhenti di bahu jalan dan ku hampiri mereka
"Pak maap mau tanya, untuk kembali ke arah kota J saya harus lewat mana ya, tadi saya salah belok dan mau putar balik belum ketemu jalan" jelas ku pada pemuda yang ada di depanku
"Ah mbak, masak aku di panggil pak, apa aku setua itu" jawab pria itu
Bukanya jawab malah balik tanya.
"Eh maap mas, bukan maksud saya."
"Haahha...pria itu tertawa renyah melihat ku merasa bersalah atas ucapan ku sendiri.
"Santai aja mbak, mbak nya tadi salah belok ya?"
"Iya mas, "
Kalo lewat sini memang lebih jauh mbak, mbak bisa kemalaman sampe ke kota J kalo lewat sini." jawap pria itu
"Ah ya , kenalan dulu mbak"pria itu mengulurkan tangannya, sedikit ragu aku menyambut nya.
Namun sebelum ku balas dia menarik kembali tangan ya.
Et dah...kenapa di tarik lagi tu tangan, celutuk ku dalam hati.
"Hee...maap mbak tangan saya kotor"ucapnya sambil nyengir kuda.
Spontan pun aku melihatnya dan memang ada nya, tanganya hitam karena dia sedang mengganti ban.
"Ah ya....gak papa mas."
"Nama saya yoga, prayoga biasa di panggil bule"
"Bule??kok bisa"asal ceplos aja ni mulut gerutu ku
"Haha....(lagi-lagi tawa renyah nya)
"Ah saya Andhara"
"Ah ya...salam kenal mbak, dan kalo mbak mau lanjutkan kayaknya ini terlalu bahaya, sebaiknya mbak istirahat aja ada penginapan di dekat-dekat sini.
"Iya mas, makasih sarannya"
Aku pun melanjutkan perjalanan, dan berharap bisa segera sampai, nyatanya aku semakin terperosok jauh dari tempat yang akan aku tuju.
Aku memutuskan untuk.menginap dulu di sini, di kota P, ku cari penginapan yang tidak terlalu mahal, tapi juga tidak murahan.
DIHOTEL
"Selamat malam kak, ada yang bisa saya bantu"
"Permisi mbak, saya mau 1 kamar yang deluxe"
"Untuk berapa lama kak?"
"Satu malam saja mbak"
"baik kk, sebentar kami siapkan kamarnya, silahkan di tunggu di loby, nanti akan saya antar
Akhirnya aku menunggu di lobby sesuai arahan resepsionis
Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawa
Biar ku lukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
'Tuk temani mu yang terluka
Hingga kau bahagia Aku di sini
Walau letih, coba lagi, jangan berhenti
Ku berharap
Meski berat, kau tak merasa sendiri
Lagu ini kenapa suka banget si orang-orang, bikin kesel, celutuk Rara
"Silahkan kak,.suara pelayan hotel mengagetkan ku, dia membawa nampan ada cangkir dan sebuah toples isi makanan ringan
"Ah...ya, trimakasih"
Dan pelayanpun pergi
Aku menghirup aroma teh yang di sajikan, aromanya sungguh segar dan menenangkan
"Hay Dhara"
Aku melihat ke arah suara? Hatiku bergetar, hanya Dia yang memanggil Nama ku dengan sebutan itu, tapi suara itu bukan miliknya, bukan suara yang aku rindukan.
dan pria melambaikan tangan padaku "ah si bule tadi, tapi. Dhara kenapa dhara" batinku
Karena aku merasa bukan diriku yang di panggil ku abaikan panggilannya
Dia mendekat "hay dara, sombong banget di panggil gak nyahut, aku kan jadi malu"ucap si bule tadi
"Ah...maap, saya gak tau dhara, dhara siapa?"tqnyaku balik
"Andhara, namamu Andhara kan, biar akrab aku pagi bagian belakang nya aja, Dhara. Gimana kamu suka"
Ah....kenapa alasan ya pun sama, memanggil dengan nama belakang, "ah ya, kamu benar, tapi lebih baik panggil aku Rara saja,"pintaku pada si bule
"Oke fix kita jadi akrab karena perjalanan ini bukan"
"Ah kita hanya ketemu d dua kali yoga, gak perlu di besar besarkan"ucapku padanya, tapi ada wajah sendu disana
"Ah maksud ku, kita baru bertemu dua kali, tidak semudah itu bukan akrab dengan seseorang?" sambung ku
"Baik lah, kalo gitu panggil aja aku bule, jangan panggil yoga, dan aku akan memanggilku Rara, setuju
"Oke setuju"
"Jadi kamu malam.ini menginap disini?"tanya si bule
"Seperti yang kamu lihat"
"Di kota ini juga banyak lho tempat wisata, gak pengen menginap lebih lama dulu disini?"
"Entahlah, lihat besok, jika malas untuk perjalanan maka aku akan ikuti saranmu"
Oke...beritau aku jika kamu mau jalan-jalan dulu di kota P ini, berikan aku nomer wa mu"
"Ah..apa perlu"
"Perlu dong, apa perlu aku tanya langsung ke kamarmu"
"Hay.....jangan macam macam ya"
"Hahahha santuy Ra...aku gak seburuk itu, ayo berikan nomer mu" dan dia mencatat nya
"Jangan teror aku ya,aku suka parno"
"Kita liat aja nanti"
"Hai...you....."ucapku dengan melotot
"Awas jatuh bola matanya"
"Bule..,"
"Nona Andhara kamarnya sudah siap, silahkan ikut dengan saya" seorang pelayan mengantarkan aku ke kamar.
"Duluan ya, bye....."
"Aku tunggu kabar mu" aku hanya tersenyum dan memutar bola mata ku, menunjukan bahwa aku kurang senang dengan sikapnya, tapi herannya dia tidak peduli. Aku orang yang bawel dan resek kata teman-temanku di kantor tapi dia...reeeseeekkk bangettt
Sampai di depan pintu kamar, aku memberi tips pada pelayan tadi.
"Ah maap mas tanya, yang tadi bule sama saya menginap disini juga"
"Maap yang mana ya non,"
"Tadi mas+mas bule yang ngobrol sama saya,"
"O pak prayoga , iya dia menginap di sini"
"Kamar berapa"
"Maap saya tidak boleh memberi tau" akupun menyelipkan tambahan tips padanya "itu pak prayoga ada di kamar atas no 401 Non"
"Oke terimakasih" Berarti beda satu lantai denganku." baiklah aku akan istirahat
Dan tiba-tiba ..
ting..
Bersambung