Ting
Rara melirik benda yang ada di atas nakas melihat siapa yang melakukan panggilan telepon seluler itu, Rara tersenyum lalu mengambilnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang berukuran medium
"hai nin, tumben"
"kemana saja sih dari tadi susah banget dihubungi, sudah sampai belum, lagi ngapain nih" (Nina)
"dih panjang amat, mana dulu nih perlu aku jawab?"
"resek Lo ye" kebiasaan Nina kalo sudah kesel bahasa Betawinya dipake, kadang Rara pun ketularan karena mereka berteman memang cukup lama
"iya deh iya, belum sampe nih aku, sekarang masih di kota P"
"kok bisa ada di kota P? nyasar ya"
"hahahah, bener banget kamu nin." lalu Rara menceritakan semua kejadian selama diperjalanan, termasuk cerita tentang yoga alias bule.
"ganteng gak tuh cowoknya"(Nina)
"lumayan lah" ( Rara)
"sama johan?"(Nina)
"kok jadi Johan sih nin?"
"kalo lebih Johan aku restui, kalo gak jangan harap"
"kok bisa aneh DECH ni bocah. kadang memang over protective Nina pada Rara. "gimana kantor tanpa aku, sepi ya?" Rara mengalihkan topik pembicaraan mereka
"lebih tenang tanpa kamu disini" Ucap Nina dengan sewotnya
"serius, wah berarti bisa lama-lama aku cutinya, bilang sama Ryan ya"
"enak aja, males aku"
"aku baru sehari perginya nin, kenapa sudah diomelin aja sih, udah kangen ya" goda Rara "kan enak nin, gak ada yang gangguin kamu uwu-uwuan sama Ryan" lanjutnya
"uwu apaan, gak ada kamu seharian aku sibuk banget tau, pegel, untung Johan mau bantuin "keluh nina
"iya DECH iya, nanti di tebus obat capeknya"
"bener ya awas kalau tipu-tipu"
"buat mu apa yang gak si sayang kyuh..."
"iiiihhh najis"
"hahahahha, sudah dulu nin, mau mandi nih, bau acem badan aku, salam buat Ryan, nginep di rumah kan nanti"
"iya sana mandi, Ryan gak kesini, katanya lembut"
"oke deh Nina, bye bye"
Rara meletakan kembali benda pipih itu dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lelah.
rasa segar saat air mengalir di seluruh tubuhnya, Rara bersenandung tak jelas dengan menikmatinya.
disaat Rara menikmati shower yang mengalir dengan deras di lantai atas ada seseorang yang sedang gelisah, bagaimana tidak sudah selama hampir satu jam yoga mengubungi Rara namun dia sedang dalam panggilan lain, dan sekarang terhubung namun tak ada jawaban. "apa mungkin dia sudah tidur?"
apa perlu aku kesana"batin yoga
Kenapa dia begitu gelisah karena telponnya tidak diangkat oleh Rara, apa yang begitu membuat yoga tertarik padanya. "sebaiknya aku kesana" putus yoga yang kemudian mengambil t-shirt yang sudah di lemparkan di atas sofa.
****
POV YOGA
"ayo lah ma, aku ini sudah dewasa, bisa menentukan pilihan ku sendiri, tidak perlu seperti ini mama" ucap yoga pada Anita mamanya dengan kesal
"usia kamu hampir kepala empat nak, kamu perlu pendamping, mama sudah ingin menimang cucu"
"ma menikah bukan harus karena usia ma, menikah itu perlu kecocokan"
"kurang cocok apa dengan semua wanita yang sudah mama perkenalkan dengan kamu nak, mereka cantik, dan jelas bibit, bebet dan...."
"bobotnya" sela yoga "ma yoga sangat menghargai mama, tapi mama juga tolong hargai keinginan yoga"
"yoga gak suka mama jodohin, yoga akan kenalin sendiri, jika saat itu tiba mama gak boleh nolak dan mama harus merestui nya dan satu lagi ma, yoga gak peduli dengan namanya bibit, bebet bobot" yoga pun berlalu meninggalkan Anita dengan napas panjang nya.
****
"kenapa lagi sih Lo le, datang-datang dengan wajah kusut gitu" tanya Bara pada yoga karena terlihat muram
"capek gue sama nyokap, bentar-bentar nikah, kawin, nikah lagi kawin"
"ya emang gitu Le pengennya orang tua"
"Lo bisa ngomong kek gitu bar, Lo dah kawin dah berkeluarga"
"ya gak gitu juga Le, nyokap Lo bener, pengen Lo berkeluarga, ada yang dampingi hidup Lo"
"tapi gue gak mau di jodohin bar, kayak gue gak bisa cari sendiri aja"
"ya kalo Lo bisa, Lo tunjukin dong, jangan cuma bisa ngomong doang Lo"
"tau ah bar, gue cuti dulu DECH satu Minggu dan Lo yang handel semua jadwal gue"
"Lo mau kemana"
"gue mau jalan sekalian nengokin cabang di kota M"
"yakin Lo"
"iya, kali aja di kota M bisa mendinginkan otak gue, gue juga gak enak sama nyokap"
.
.
.
apa ini kebetulan atau kesengajaan ikuti terus ya kelanjutannya
happy reading