setelah sedikit perdebatan antara Yoga dan Bara, akhirnya Bara mengalah dan berlepas kepergian sahabat sekaligus atasannya itu.
perjalanan Yoga awalnya sangat membosankan, sebelum dia bertemu dengan Rara, yah Rara gadis yang membuat Yoga Putar balik dari tujuan awal
POV YOGA END
kembali pada Rara yang lagi asik mandi dan sedikit bernyanyi.
setelah merasa sudah bersih dan segar Rara mengambil Bathrobe yang sudah disediakan lalu keluar dari kamar mandi masih dengan bernyanyi.
Rara kembali ke sisi ranjangnya dan mengambil handphone nya melihat ada yang menghubungi nya kembali atau tidak.
"yaaah...mati"
tok tok tok
pintu berbunyi saat Rara akan mengisi daya pada handphone nya.
"siapa sih malem-malem gini"l, perasaan gak pesan apa-apa DECH" belum sempat Rara memasang daya dan menuju pintu
"Yoga, ngapain, sambil melihat keliling lorong itu"
tanpa menjawab pertanyaan Rara, Yoga mendorong tubuh mungil Rara dan merapat ke dinding.
Rara menatap yoga dengan bingung, ada apa dengan pria tampan dan kekar di depannya ini.
"ga, kamu kenapa, lepasin gak"
yoga memandang wajah Rara dan mendekatkan bibirnya.
"yoga, stop it, let me go" yoga melumat dengan kasar bibir Rara tanpa ampun, hingga Rara merasa sesak.
"yog...." belum sempat Rara menyelesaikan kata-katanya yoga kembali lagi melakukan aksinya.
setelah puas dengan bibirnya tangan yoga mulai menjelajah di paha mulus Rara dan memang saja dia belum mengenakan underwear.
"yoga lepasin, please let go of me please don't do this to me " air mata Rara mulai menetes di pipinya.
yoga mulai menyusup pada leher jenjang Rara, dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana. perlahan tangan yoga sudah berhasil menyusup pada gunung kem*** yang mulai menyeruak keluar dari Bathrobe nya.
tanpa menghiraukan ucapan air mata Rara yoga melakukan aksinya Hinga Bathrobe yang digunakan Rara terlepas.
"yoga please" sejenak yoga sadar akan rintihan Rara lalu menatap wajah Rara yang sudah di basahi air mata, yoga menghapus perlahan lalu melumat kembali dalam-dalam bibir gadis itu.
tubuh yoga sudah mulai meregang dan Rara mendorong yoga mundur namun tidak jatuh, tubuhnya masih bisa menahan Rara yang hendak perg lalu memeluknya erat. "maaf kan aku" suara yoga lirih namun masih dapat di dengar.
kemudian yoga kembali membetulkan Bathrobe yang di kenakan Rara dan menggendong gadis cantik itu ke atas ranjang.
"selamat istirahat, aku pergi" Rara hanya menatap diam saat pria tampan itu menghilang dari pintu.
kini Rara yang bingung atas ulah pria yang baru di kenalnya tadi siang. entah apa yang dia pikirkan hingga dia tertidur dengan menggunakan Bathrobe.
*****
" morning beb...." keberadaan yoga membuat Rara kaget dan refleks mundur dari posisi semula.
"ngapain kamu disini"
"sudah pagi-pagi jangan marah-marah, yuk sarapan dulu"
"maksudnya apa nih"
"tanda permintaan maaf aku atas kejadian semalam"
"tau gak kamu hampir memperkosa aku ga"
"maaf...."ucapnya lirih
"kamu gak liat nih merah semua kayak tato gagal" Rara menujukan semua tanda kepemilikan yoga
"mau aku tambah lagi " goda yoga dengan mengedipkan mata.
"gila kamu"
"kamu yang bikin aku gila Andhara"
"maksudnya"
"dari kemarin aku hubungi kamu tapi selalu saja dalam panggilan lain, kamu punya pacar"
"hanya karena aku gak angkat kamu kayak gitu, gimana kalo lebih dari itu, aku bisa mati di tangan kamu ga" hubungan ma kamu"
"makanya jangan jauh-jauh dari aku, biar aku bisa liat kamu terus"
"maksudnya apa sih gak, pagi-pagi jangan bikin aku kesel DECH ga"
yoga memeluk Rara dari belakang "jadilah istriku nona Andhara"
mendengar hal itu, Rara membeku, dia teringat akan pria dingin itu yang memberi kehangatan dan akan menjadi kan belahan jiwanya, ya tepat setahun yang lalu sebelum dia pergi tanpa pesan, menghilang tanpa kabar, sudah setahun berlalu Rara mengharapkan akan kehadirannya, tidak mudah untuk meninggalkan dan sangat sulit untuk melupakan. "Ario brahmana kamu dimana" batin Rara
"kok malah ngelamun" suara Yoga menyadarkan Rara dalam lamunannya.
"ah apa, kenapa?"
"kita nikah ya, aku akan kerumah orangtuamu sekarang juga jika kamu mau"
"kamu gila ya ga"
"sudah aku bilang nona Andhara aku saat ini sudah gila karena mu"
"tuan Prayoga, saya minta maaf sebelumnya, kita baru kenal kemarin, dan sekarang ngajak nikah itu apa namanya??"
"terserah kamu sayang kamu anggap aku apa, tapi itu yang aku mau dari kamu"
"maaf ga, tapi aku tidak bisa"
"apa kamu punya pacar?"
"apa hubungannya dengan kamu"
"aku akan bicara dengannya, meminta maaf karena merebut pacarnya untuk ku jadikan istri"
"jangan aneh-aneh DECH"
"aku serius Rara" yoga membalikan badan Rara menghadap dirinya
"lihat mata aku apakah aku berbohong akan hal ini"
Rara tidak berani menatap Yoga karena dia memang melihat kesungguhan Yoga.
.
.
.
gimana coba kalau kalian berada di posisi Rara (tulis di komentar ya)
bersambung