"gimana?mau stay lama disini dan balik kekota M atau masih mau lanjut ke kota J" tanya yoga lagi
"emmm gak tau DECH, dipikirn nanti aja boleh gak"
"ya boleh dong sayang, tidak perlu buru-buru memutuskan sesuatu" cup. lagi.....
"sayang nanti kita singgah dulu di pusat oleh-oleh ya"
"oke, oleh-oleh buat siapa"
"oh itu buat para karyawan aku di kota M"
"baik banget sama karyawan nya, pake di bawain oleh-oleh segala"
"enggak sayang, salah satu pimpinan disana sepupu aku, yah buat buah tangan aja" jelas Yoga."emmm cemburu ya"
"enggak lah Pede banget sih" jawab Rara dengan menyembunyikan kecemburuannya."jadi kamu akan ke kota M setelah ini"
"iya"
"lalu"
"lalu apa?"
"emmm.... "
"kenapa sayang"
"ga hubungan ini nyata atau tidak sih? aku takut setelah aku merasa bahagia sebentar tiba-tiba besok kamu udah pergi"
"kamu pikir aku main-main dengan mu"
"tidak begitu maksudnya, kita belum saling mengenal, tiba-tiba jadian aja, cepat banget prosesnya"
"lama atau cepat prosesnya itu tidak penting dhara sayang, yang penting seberapa serius antara kamu dan aku, paham" jelas Yoga sambil menyelipkan rambut di telinga Rara. Rara tidak membalas ucapan Yoga, tapi memang ada benarnya apa yang di ucapan.
"Oya, kamu mau menginap disini atau balik hotel sayang?yoga kembali membuka percakapan." kalau pagi bisa lihat sunrise" sambungnya
"kalo kamu mau langsung ke kota M atau masih disni" bukanya menjawab Sarah malah balik bertanya
"kok malah balik tanya, aku akan disini sampai kamu pergi sayang" jawab Yoga lembut " atau kita sama-sama ke kota M"
"memang gak papa kalo kelamaan disini?
"selama denganmu, its oke"
"enak ya jadi bos, gak perlu ijin kalo mau cuti" tatapan Rara menerawang, mengetahui kekasihnya terlihat sedih yoga pun memeluknya.
"kita nikah saja, kamu gak perlu capek-capek kerja"
"menikah tidak semudah itu Ga"
"kamu meragukan aku sayang"
"tidak, sama sekali tidak, malah aku meragukan diriku sendiri"
"kapanpun kamu siap sayang, aku akan menunggu nya"
"maafkan aku Ga"
"nggak ada yang perlu di maafkan sayang, kita kan baru mulai, jadi jangan terlalu di pikirkan" Rara tidak menjawab dan hanya tenggelam dalam pelukan pria tampan itu
****
setelah mereka resmi menjadi kekasih setiap kegiatan di lakukan bersama, dimana ada Rara disana ada yoga, begitu juga sebaliknya, dimana ada yoga disana pun ada Rara. sepertinya mereka lupa akan tuhan awal masing-masing. Rara lupa tujuannya ke kota J dan terjebak dengan Yoga di kota P, sungguh lucu bukan.
masing-masing dari kedua insan menemukan cintanya tanpa di duga. dan dengan alasan yang tidak masuk akal dari kedua.
sudah hampir satu Minggu merekam menghabiskan waktu di kota P, enggan rasanya mau pergi dari tempat ini, rasanya Rara sudah sangat nyaman disini apalagi dengan keberadaan yoga di sampingnya.
rencananya malam ini mereka akan menghabiskan malam bersama seperti beberapa malam terakhir mereka. dan sore ini Rara tengah berbaring di kamarnya karena dari pagi Rara dan yoga asik berenang, menggunakan salah satu fasilitas hotel.
Ting
Rara melihat sang punya panggilan
"duh yang lagi bahagia sampai nggak ingat temen" Celoteh Nina di sebrang sana.
"hay nin, main gas aja, ada apa??
"kamu ya......"
"hehehe... iya maaf, nggak sempat hubungin kamu"
"sibuk pacaran ya"
""ih Nina, kok tau, hahahahha"
"tuh kan, sudah aku duga bakalan terjadi kamu sama cowok itu"
"kok bisa?
"iya dong, gimana gak temen aku tuh dah satu tahun kesepian"
"maksudnya"
"hehehhe nggak DECH entar kamu marah"
"kebiasaan DECH Nina. Rara menjeda kalimatnya "aku mencoba membuka hati nin, kalau bisa kenapa enggak, iya kan"
"iya, aku tau kamu tuh gak bakalan betah lama-lama jomblo"
"bukan gak betah nin"
"kalau ada kenapa enggak. hahahaha"
"idih Nina, jadi telpon aku cuma mau ngeledekin aku nih"
"ya salah satunya"
"emang ada yang lain?jadi ada banyak dong"
"hahahaha, iya Ra, BETE nih gak ada kamu"
"iya dua hari lagi aku balik"
"bete kenapa?"
"Ryan sibuk terus, katanya mau ada Bos mau datang, jadi banyak yang perlu disiapkan laporan kegiatan kantor"
"makanya kalau ada kegiatan langsung bikin laporan, bukan cuma nunggu sidak"
"lah, kamu juga kan kerja disini Ra, kamu enak lagi liburan, nah aku selain sibuk juga dianggurin sama Ryan" Rajuk Nina pada Rara
"hahaha jadi apa bedanya dong jomblo sama kamu"
"enggak ada bedanya Ra, sama-sama kesepian"
"hahahaha...."
"Rara nyebelin, tapi Ra, Johan pernah telpon kamu nggak"
"enggak tuh, emang kenapa?"
"enggak ada apa-apa"
"aku tinggal seminggu dia dapet gebetan baru kali nin"
"bisa jadi, dia juga udah nggak tanya-tanya kamu lagi"
"Bagus dech, aku juga nggak enak kalau dia berharap tapi akunya nggak suka"
"Johan pasif sih Ra, coba kayak pacar baru kamu, pasti beda cerita"
"heemm mulai dech, aku ma yoga nggak ngapa-ngapain ibu Nina, pacaran sewajarnya, ya sedikit ini itu...hahhaha"
"dasar kamu Ra, BTW enggak jadi ke kota J dong?"
"kayaknya sih enggak, males juga kalo mau kesana"
"iyalah kan sudah ada yang bikin nyaman"
"tapi kalau kita LDRan mana tahan aku nin"
"ya buruan nikahin"
"gak semudah itu Bambang, dan aku juga belum yakin, berasa kayak mimpi tau nin punya pacar di perjalanan"
"nikmati aja dulu Ra, kalo bosen hempasan kan"
"Nina, kok gitu"
terlalu asik telpon sama Nina tanpa sadar Yoga sudah masuk di kamar Rara dan tiba-tiba memeluk Rara dari belakang"
"Yoga, bikin kaget aja" tanpa sadar jika telpon Nina belum mati
"aku kangen sayang" tak lupa menghujani Rara dengan ciuman di kepala Nina hingga tengkuknya.
"Yoga geli, lagian kita kan baru ketemu"
"haloooo, masih ada aku nih di telpon, jangan di cuekin"
"ya ampun Nina" batin Rara
"iya nin, sorry-sorry"
"nggak usah pamer gitu Napa Ra, aku juga kan jadi pengen"
"wkwkwkkw, sorry nin, enggak tau tiba-tiba ada penyusup di kamar aku"
"sayang aku bukan penyusup" lagi-lagi yoga menyusupkan wajahnya di leher Rara
"ya udah DECH sana pacaran aja, jangan lupa pulang bawa oleh-oleh, dan itu bayi tuanya suruh cepat tidur"
"hahaha bayi tua, bisa aja kamu nin"
"udah ya Ra, kayaknya bayimu lagi manja, kamu hati-hati"
"siap Bos ku, bye Nina"
klik
"siapa sayang" tanya Yoga seolah cemburu
"Nina sahabat aku Ga, kamu kenapa cemberut gitu"
"aku cemburu sama dia"
"hahahaha dia perempuan Yoga, apa yang di cemburuin"
"dia ngatain aku bayi tua"
"emang bayi tua kan, manja lagi"
"itu karena aku sayang kamu Andhara"
"iya tau, tapi jangan lebay"
"sayang itu nggak bisa diukur sayang"
"heran ya sama kamu, kalau dikamar manjanya minta ampun, kalo di luar beeehh cool banget"
"tapi kamu suka kan"
"suka sih, tapi jangan kegantengan dong wajahnya, di lirik cabe-cabean"
"kamu juga jangan cantik-cantik dilirik om-om"
"nih udah ada om di samping aku, hahahha"
"emang aku setua itu"
"emang aku secantik itu" Rara tidak mau kalah
"kamu cantik sekali Andhara Riyanto"
"balik kamar sana gih, aku mau tidur. nanti malam kita ketemu lagi kan"
"enggak"
.
.
.
bersambung