"ih kak Rio gak romantis amat sih nembak cewek di lapangan kek gini" gerutu Rara sambil cemberut.
"susah Ra kalo ngajak kamu di tempat romantis, ada aja halangannya"
"emang kak Rio pernah ngajak aku pergi ke tempat romantis?"
"kok malah bahas itu, jawab dulu pertanyaannya"
"yang mana"
"dhara.." Rara hanya nyengir saat namanya di lain dari pada yang lain.
"Rara takut kak" jawab Rara menunduk
"takut kenapa?
"cewek kak Rio banyak"
"maksudnya"
"iya, Rara takut di Jambak lagi"
"gak akan, aku akan jagain kamu"
"Rara percaya, tapi kak Rio gak mungkin kan jagain Rara setiap saat"
" tapi mau kan jadi pacarku"
"emmm...."
"kalo diam berarti mau" Rara hanya mengangguk malu
"yeeeee...gue gak jomblo lagi" Rio berteriak keras di taman komplek, ada yang tertawa ada yang balas teriak, "selamat ya mas" ada yang baper dan macem-macem reaksi orang lainnya.
"kak malu, jangan gitu ah" Rio meraih tubuh Rara yang ramping.
"terimakasih sayang, Andhara Ryanto kini kamu menjadi milikku, ingat itu"
*****
cinta yang awalnya hanya sekedar mengiyakan ungkapan cinta seseorang menepis kesepian nya, kini menjadi bumerang baginya, hatinya sudah terbawa dan tidak ditinggalkan sedikitpun"
"kak Rio, mungkin ini saatnya aku melepas mu, namun tidak untuk melupakan mu, aku masih sangat mencintaimu" perih hati Rara saat mengingat itu.dan kini mungkin akan memulainya dengan cara yang sama, hanya untuk melepas kesepian.
*****
tok
tok
tok
Sarah membuka pintu
"sudah siap" tangan yoga melingkar di pinggang Rara lalu mengecup lembut bibirnya
"iya sudah, tunggu ambil tas dulu ya" Rara sedikit berlari kedalam dan kembali dengan tas mungil hitam miliknya dan handphone di tangan nya" yuk" tanda Rara siap berangkat
Yoga merasa bahagia bersama dengan Rara dan sebaliknya walau masih ada sedikit gelisah namun mampu di tutupi oleh Rara.
"jangan terlalu merasa bersalah kepada nya, ini bukan salah mu sayang" ternyata walau sudah disembunyikan di lubuk hati yang paling dalam, Yoga masih dapat membaca perasaanya. Rara hanya tersenyum dan mengeratkan pelukannya di lengan kekarnya Yoga.
"jadi kita mau kemana" tanya sarah
"pantai gimana?"
"boleh, lama aku gak main air" merekapun meluncur dengan cepat menuju pantai di kota P ini. didalam mobil mereka banyak bercerita, bercanda sampai di tempat tujuan.
"ih kok gitu, Kan kamu yang maksa bukan aku" Rara melihat dua sejoli sepeti dirinya sedang berantem membuat mereka terkesima.
"kamu kenal Ra?" tanya yoga, Rara menggelengkan kepalanya.
"panas ya Ga, silau" tanpa di duga kacamata sudah bertengger di batang hidungnya Rara. Rara menatap Yoga dengan tersenyum. "makasih" cup... lagi-lagi Yoga mencuri start.
"apaan tuh" gerutu Rara
"hadiah buat aku karena kasih kacamata kamu"
"duh dikit-dikit bakal dapet hadiah nih aku" goda Rara
"dan aku juga akan dapat hadiah lebih" Rara berlari kearah pantai dan dikejar Yoga
hari ini mereka bersenang-senang dengan cara mereka sendiri. tidak peduli apa kata orang yang penting mereka bahagia.
puas berlarian kini perut sudah keroncongan.
"ga makan yuk, lapar nih" yoga mendekat pada Rara karena deburan ombak membuat suara Rara tidak terdengar. lagi-lagi setiap di dekat Rara kenapa tangan itu tidak bisa menjauh, selalu melingkar kan lengannya.
"laper" keluh Rara
"ya udah mau makan disini atau di luar"
"di sini aja sekalian"
"oke, ke resto lesehan aja ya" tawar yoga dijawab anggukan oleh Rara.
mereka memesan makanan khas di pantai ini, dan itu merupakan pertama kalinya rara mencoba makanan ini
"gimana rasanya enak" tanya Yoga yang melihat ekspresi aneh di wajah kekasihnya itu
" lebih ke manis asem ya rasanya, kurang cocok di lidah aku" jawab Rara santun tanpa menjelekkan
"ini makanan terfavorit lho disini"
"ya kan disini"
"setelah ini kita mau kemana?" belanja?
"belanja apaan?"tanya Rara yang agak bingung
"oleh-oleh sayang emang kamu gak mau bawa oleh-oleh untuk temen kamu?
"iya sih, tapi aku kan masih di kota P, belum sampe dikota J"
"masih ada rencana kesana?"
"kan emang tujuannya kesana Yoga"
"gak mau disini dulu lebih lama sama aku" Rara berfikir sejenak, kemarin tujuannya untuk kekota J adalah untk menghilangkan penat, dan siapa tau iseng-iseng berhadiah ketemu pujaan hatinya yang entah ada dimana. kekasih yang dulu, tanda kutip ya" hehhehe sekarang ada Yoga. tapi apa bener kami pacaran, bukan hanya untuk melepas kesepian saja??
"ah entah lah, jika ini akan terlewati lebih lama maka tinggal menikmatinya saja" batin Rara.
Rara bukan termasuk "f******l" ya, cuma entah dari mana ide gilanya untuk mencoba berhubung dengan pria yang baru dia kenal, walau awalnya ada kesan yang tidak mengenakan.
.
.
. bersambung