"jadi sekarang kamu menerima ku sebagai kekasih mu" tanya yoga
"aku tidak bilang kita akan pacaran yoga"
"jadi apa namanya, kalo kita dekat tapi tidak pacaran, TTM?"
"Apa itu TTM?"
"Teman tapi mesra"
"boleh juga" jawab Rara
"aku gak mau kalo cuma TTM" Yoga merajuk
"kan kamu ga yang bikin sendiri, aku cuma mengiyakan saja"
"Andhara Ryanto, mulai hari ini kamu adalah kekasihku" lalu yoga mengecup kening Rara dan berpelukan
"semoga aku bisa membuka hatiku untukmu ga" batin Rara seolah gayung bersambut "aku pasti akan menggantikan dia Ra"bisik yoga
"kalo begitu kita harus merayakan hari jadian kita, gimana?
"terserah kamu aja"
"kita makan di luar ya sekalian biar kita bisa lebih saling mengenal"
"iya, kalau begitu sekarang kamu pergi aku mau mandi"
"boleh ikut gak"
"gak boleh, sana pergi" Rara mendorong tubuh yoga hingga keluar dari pintu. pintu di tutup Rara namun tangan kekar itu menghentikannya, yoga menarik tubuh mungil Rara dan mencium lembut bibir tipisnya, berbeda dengan yang dilakukan yoga tadi malam, Rara sangat menikmati tautan bibir mereka hingga terasa d**a mereka terasa sesak, yoga melepas tautannya dan menatap lembut wajah ayu Rara.
"jangan lama-lama, akan menjemputmu satu jam lagi" ucap yoga dan tidak lupa melayangkan kecupan di keningnya.
setelah pintu di tutup, Rara tidak beranjak dari pintu dia terdiam membeku disana, dia menetes kan air mata. "kak Rio maafkan Rara, Rara sudah bersabar menunggu kabarmu, tapi nyatanya tak kunjung datang" isakkan Rara perlahan menjadi tangisan, sungguh ini sangat menyakitkan, disaat menemukan cinta baru tapi belum rela melepas cinta yang lama.
*****
flash back on
satu bulan setelah pertemuan Rara dan Rio
"pagi Rara cantik...." suara Aris mengagetkan Rara yang keluar dari kamarnya
"mau kemana neng, cantik bener"
"eh kak Aris, nih Rara mau joging" jawab Rara singkat, " kak Aris nyari Nina??"
"gak juga sih, sebenarnya gue pengen ketemu ma Lo"
"ketemu Rara, kenapa kak??"
"mau bilang cinta"
"hah..."
"hahaha...becanda cantik, becanda"
"ih kak Aris apaan sih, sampe bikin Rara jantungan" (sebenernya sih kalo disuruh milih antara kak Aris dan kak Rio, aku pasti milih kak Aris: batin Rara)
"ada yang nunggu tuh" ucap Aris dengan menunjuk seseorang dengan wajahnya, Rara mengikuti arahnya
"kak Rio?"
"iya siapa lagi?"
"kenapa gak nunggu di dalam aja sih kak"
"gak tau cantik, samperin gih sana" titah Aris. dengan berat hati Rara menghampiri Rio
"kak"
"eh Rara, keluar juga" jawab Rio spontan
"emmmm, ada apa kak nyari Rara"
"mau ngajak Rara joging, nih gue dah siap"
"seriusan kak Rio mau joging?"
"iya mumpung libur kerja jawab Rio, "maukan joging ma gue"
"ya udah ayo"
"kak Aris Rara pergi dulu ya"
"oke, jangan berantem ya" Rara hanya menunjukkan jari jempolnya dan keluar dari halaman rumah
"joging dimana Ra"
"di taman aja kak, gak usah jauh-jauh"
"gue ngikut aja"
"siapa juga yang mau minta pendapat kakak, yeee pede"
"hahahaha...kamu lucu juga ya"
"kak...sudah Rara bilang Rara bukan badut Ancol"
"bisa aja Lo Ra"
percakapan mereka menjadi sesuatu yang sangat berkesan dalam hati Masing-masing.
Rara yang mengagumi ketampanan Rio, tapi tidak menyukai sikap dinginnya. mungkin saja belum terlalu kenal, sedangkan Rio sudah lama menaruh hati pada Rara di saat pertama mereka bertemu, tapi saat itu Rara memiliki kekasih.
"eh kak tumben baru main kerumah, kak Rio lama lho gak main"
"kangen ya"
"eem kangen juga sih kak, tapi Rara takut di kroyok cewek-cewek cantik lagi" ucap Rara sambil nyengir dengan mengusap kepalanya mengingat kejadian bulan lalu.
"maaf ya, waktu itu kayaknya moment yang gak banget ya"
"he"em...Rara sampe takut kalo ketemu orang gitu lagi"
"tapi Lo gak marah kan sama gue"
"gimana Rara bisa marah sih kak, kan bukan kak Rio yang Jambak Rara, hehehe "
"Ra boleh tanya sesuatu" Rio menghentikan langkahnya dan menatap serius kearah Rara
"Lo udah punya pacar atau belum?jujur"
"eemmm....kenapa kak Rio tanya itu sama Rara?
"jawab aja Ra, Lo udah punya pacar atau belum"
"sebenernya belum sih kah"
"lalu sama cowo gimbal dulu itu gimana?"
"cowok gimbal? emmmm .." Rara berfikir sejenak
"ooohhh Martin, udah lama kak kita putus, emang kenapa?
"gak papa, dan sekarang, bagaimana?
"gimana apanya??
"cowok"
"gak ada kak"
"jadi waktu itu kamu bohong" Rara menunduk lalu mengangguk.
"ya Tuhan, dhara, kenapa harus bohong"
"ya gak papa, kirain kak Rio mau ngeledekin aku" Rio tidak bisa menahan tawa, mendengar jawaban polos gamis mungil itu.
"dan sekarang gue mau nembak Lo"
"mati dong" Rio tidak menggubris Rara
"gue suka sama Lo, gue mau Lo jadi pacar gue" ucap Rio sambil memegang kedua bahu Rara dan menatap lekat gadis itu.
.
.
.
bersambung
terima gak ya...hayo tebak, tulis di komen ya